Layanan Paru
Embolektomi Pulmonal

Apa itu Embolektomi Pulmonal?

Embolektomi pulmonal adalah prosedur bedah yang dijalankan untuk menghilangkan emboli pada arteri pulmonal. Embolus adalah massa yang terlepas dari tubuh dan berpotensi menyumbat arteri, jika sudah masuk ke dalam aliran darah.


Embolektomi pulmonal biasanya dilakukan dalam keadaan gawat darurat untuk menghindari kematian jaringan, sebuah komplikasi serius yang dapat muncul jika aliran darah terhalang oleh embolus secara signifikan atau permanen. Sebagai prosedur dengan tingkat resiko tinggi seperti trombolisis dan antikoagulan, maka ini hanya dilakukan kalau pilihan lainnya telah gagal.


Beberapa ahli mengkritik bahwa karena prosedur ini jarang dibutuhkan, maka banyak dokter bedah kardiotoraks tidak mendapatkan pelatihan yang cukup untuk menjalankannya. Meskipun begitu, prosedur ini masih penting untuk mengobati emboli paru-paru yang cukup parah tapi biasanya dilakukan sebagai kombinasi dengan terapi antikoagulasi.


Siapa yang Perlu Menjalani Embolektomi Pulmonal dan Hasil yang Diharapkan


Embolektomi pulmonal direkomendasikan bagi pasien yang menderita emboli pulmonal yang cukup parah (massif atau submasif). Kondisi ini dikategorikan serius, karena mengancam nyawa dengan menyumbat pembuluh darah pada paru-paru. Dalam kebanyakan kasus, ada beberapa gejala yang muncul seperti nyeri dada dan kesulitan bernapas.


Pada kasus yang tidak begitu parah, emboli dapat diobati dengan terapi antikoagulan menggunakan heparin yang diikuti oleh warfarin. Namun beberapa pasien adalah asimptomatik, yaitu tidak menunjukkan gejala apapun. Akibatnya kondisi ini dapat dideteksi setelah keadaan semakin parah, yang dikarakteristikan oleh gejala-gejala berikut:

a. Sesak napas berat saat beristirahat

b. Sinkop

c. Kolaps mendadak

d. Hipotensi arteri

e. Syok kardiogenik


Emboli masif adalah kondisi yang membahayakan jiwa. Dalam sebagian besar kasus, kondisi ini terkait dengan trombosis vena dalam, yaitu gumpalan darah yang muncul di kaki. Saat gumpalan tersebut berpindah posisi dan masuk ke aliran darah, ada kemungkinan dapat menuju arteri pulmonal dan menyumbatnya. Namun, ada juga penyebab lainnya seperti:

a. Materi lemak dari sumsum tulang yang patah

b. Penyalahgunaan obat-obatan, atau munculnya materi asing dari suntikan yang kotor

c. Potongan kecil tumor yang terlepas

Ada juga faktor resiko yang dapat menyebabkan trombosis vena dalam dan emboli paru-paru, antara lain:

a. Baru menjalani pembedahan

b. Baru mengalami trauma

c. Gagal jantung kongestif

d. Penyakit pari-paru kronis

e. Pernah mengalami trombosis vena dalam


Pada pasien tanpa faktor resiko di atas, diagnosis biasanya lebih sulit. Karena gejala awal emboli paru-paru masif mirip dengan sindrom hiperventilasi. Akibatnya, dokter mungkin memberikan diagnosa yang keliru dan memperbolehkan pasien pulang begitu saja. Maka, sebaiknya pemeriksaan fisik penuh dilakukan untuk membantu diagnosa, sebab emboli paru-paru menunjukkan gejala fisik seperti:

a. Vena leher yang menonjol

b. Reguritasi trikuspid murmur

c. Tekanan P2

d. Dorongan parasternal

e. Sinus takikardia, yang biasanya terdeteksi melalui EKG


Penyebab lain yang memungkinkan, namun jarang ditemukan adalah:

a. Terbentuknya gelembung udara besar di nadi

b. Cairan amniotik akibat kehamilan atau kelahiran


Hasil prosedur embolektomi paru-paru bervariasi tergantung pada ukuran dan lokasi embolus, namun juga sangat dipengaruhi oleh seberapa cepat kondisi ini dapat terdeteksi, teknik yang digunakan, dan perawatan pasca-operasi.


Penelitian terbaru menunjukkan, tingkat kematian pada prosedur ini mencapai 19%. Meskipun relatif tinggi, namun terjadi peningkatan signfikan, karena presentase sebelumnya adalah 30%. Terlepas dari resikonya, prosedur ini masih dilakukan karena berpotensi menyelamatkan nyawa pasien.


Cara Kerja Embolektomi Pulmonal

Ada beberapa teknik yang biasa digunakan dalam embolektomi pulmonal, di antaranya:

a. Embolektomi bedah – Ini adalah bedah besar terbuka di mana gumpalan darah dihilangkan dengan membuat sayatan di arteri dan pembuluh darah.


b. Embolektomi balon – Ini dilakukan dengan memasukkan kateter dengan balon bisa mengembang ke arteri. Setelah kateter melewati gumpalan darah, balon dipompa. Lalu, gumpalan darah akan hilang setelah kateter dikeluarkan. Kateter yang digunakan pada prosedur ini disebut Fogarty, karena ditemukan oleh Thomas J. Fogarty. Saat ini, tingkat kesembuhannya sudah mencapai 87.5%

c. Embolektomi aspirasi – Ini dilakukan dengan menyedot keluar trombus atau embolus. Tingkat kelangsungan hidup dari prosedur ini mencapai 72. Namun kemungkinan suksesnya lebih tinggi jika pasien menjalani prosedur ini, sebelum 48 jam dari gejala pertama.


Kemungkinan Komplikasi dan Resiko Embolektomi Pulmonal

Embolektomi pulmonal adalah prosedur beresiko tinggi yang terkait dengan beberapa potensi komplikasi. Embolektomi balon yang minimal invasif pun, masih nempatkan pasien dalam resiko:

a. Lesi intima, yang dapat membentuk trombolus lain

b. Pembuluh darah pecah

c. Emboli kolesterol

d. Tamponade perikardial

e. Perdarahan paru

f. Kehilangan darah dalam jumlah besar

g. Aritmia

h. Hemoptisis

i. Reaksi anafilaktik

j. Hemolisis

Kematian saat dan setelah embolektomi biasanya dikaitkan dengan terlambatnya diagnosis dan intervensi medis. Meskipun dianggap sebagai prosedur beresiko tinggi, hasilnya meningkat secara signifikan dalam 20 tahun belakangan. Tingkat kematiannya secara keseluruhan menurun dari 30% ke 19%.



Rujukan

1. Sabri SS, Saad W, Turba A, Park A, Angle J, Matsumoto A. “Percutaneous pulmonary embolectomy: Indications, techniques, and outcomes.” Vascular Disease Management. 2010; 7:E223-E229. http://www.vasculardiseasemanagement.com/content/percutaneous-pulmonary-embolectomy-indications-techniques-and-outcomes

2. Aymard T, Kadner A, Widmer A, Basciani R, Tevaearai H, Weber A, Schmidli J, Carrel T. “Massive pulmonary embolism: surgical embolectomy versus thrombolytic therapy – should surgical indications be revisited?” European Journal of Cardio-Thoracic Surgery.” http://ejcts.oxfordjournals.org/content/early/2012/03/29/ejcts.ezs123.full