Layanan THT
Implan Koklea

Apa itu Implan Koklea?

Implan koklea adalah perangkat kecil yang ditempatkan di telinga bagian dalam untuk memfasilitasi transmisi suara. Sehingga, pendengaran yang menggunakan implant koklea meningkat secara signifikan.


Implan, yang terdiri dari bagian-bagian yang berbeda dan dapat ditemukan di telinga bagian luar atau dalam. Cara kerjanya, mikrofon mengambil suara dari lingkungan sekitar, lalu mengirimkannya ke prosesor. Kemudian, diubah menjadi kode listrik. Setelah itu, kode melewati kumparan dan menjadi stimulator, yang mengubahnya menjadi impuls listrik dan dikumpulkan oleh elektroda yang merangsang saraf pendengaran dari koklea. Terakhir, dari koklea, implus dikirimkan ke otak untuk diinterpretasi.


Karena bekerja langsung dengan saraf pendengaran, implan koklea bekerja dengan cara berbeda dengan alat bantu dengan lain yang memperbesar kenyaringan suara yang ditangkap. Sementara implan, dapat menghasilkan impuls listrik tanpa melewati bagian telinga yang rusak.


Siapa yang Perlu Memiliki Implan Koklea dan Hasil yang Diharapkan

Alat bantu dengar implan direkomendasikan untuk:

1. Pasien mengalami cacat pendengaran berat, sehingga tidak bisa diatasi dengan alat bantu dengar biasa

2. Mereka yang pendengarannya normal pada satu telinga saja


Implan koklea oleh individu dari segala usia, meskipun Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Seringkat menetapkan bahwa anak harus berusia minimal 12 bulan untuk mendapatkan implan koklea.

Implan koklea hanya dapat membantu meningkatkan kemampuan mendengar. Namun, kualitasnya berbeda dengan pendengaran normal. Akan tetapi, mereka yang melakukan implan koklea kemungkinan besar kualitas hidunya akan meningkat. Karena implan memungkinkannya untuk berkomunikasi lebih jelas dan menjadi lebih efisien dalam menanggapi sinyal peringatan atau suara. Selain itu, anak-anak dengan cacat pendengaran yang mengenakan implan dari awal dapat belajar berbicara normal.

Pengguna implan perlu waktu untuk membiasakan diri. Misalnya, pada pasien anak harus menjalani lebih dari satu tahun terapi untuk menggunakan perangkat secara efisien.


Cara Kerja Implan Koklea


Sebelum implantasi koklea, pasien perlu menjalani evaluasi menyeluruh untuk menilai telinga dan kemampuan pendengarannya.

Pasien dengan masalah pendengaran biasanya ditangani oleh dokter spesialis telinga hidung, dan tenggorokan (THT). Ia adalah tenaga medis profesional yang dapat mendiagnosis masalah pendengaran termasuk kondisi yang mendasarinya mungkin seperti otitis media. Jika pasien didiagnosis dengan gangguan pendengaran tingkat tertentu, ia akan dirujuk ke audiolog yang akan melakukan berbagai tes untuk menilai sejauh mana masalah yang dialami. Jika pasien merupakan kandidat tepat untuk implantasi, ia mungkin perlu menjalani tes pencitraan untuk membantu dokter merencanakan prosedur implan.


Implantasi perangkat koklea dilakukan di rumah sakit dengan bius total. Dokter bedah mencukur rambut di dekat telinga agar tidak menganggu saat pembedahan. Kemudian, ia akan membuat sayatan di belakang telinga, dan dengan menggunakan alat-alat bedah, tulang akan diangkat untuk menjangkau bagian dalam telinga. Lalu, perangkat implan koklea internal dipasangkan dan dokter akan memastikan bahwa gendang telinga dan saluran telinga aman. Sebelum melanjutkan, pemasangan elektroda.


Dokter bedah akan mencari koklea, membuat sayatan, dan menempatkan elektroda di dalamnya. Otot-otot dan kulit dikembalikan ke posisi semula, dan sayatan akan dijahit dan ditutup dengan perban.


Prosedur biasanya memakan waktu minimal 2 jam dan pasien perlu tinggal di rumah sakit semalam. Keesokan harinya, perban sudah bisa dilepas.


Pasien perlu menunggu sekitar 2 sampai 3 minggu sebelum prosesor dapat dipasangkan, agar luka sayatan sembuh sepenuhnya. Jika prosesor dan stimulator belum terpasang, pasien tidak dapat mendengar. Saat konsultasi lanjutan, audiolog menempelkan perangkat eksternal dari implant koklea untuk disesuaikan dengan profil pasien.


Kemungkinan Komplikasi dan Resiko Implan Koklea

Pasien mungkin merasakan sakit dan ketidaknyamanan pada lokasi sayatan. Mungkin juga ada pembengkakan atau pendarahan. Dalam kasus tertentu, sayatan dapat terinfeksi, namun bisa diobati dengan antibiotik.

Rujukan: * Brown KD, Balkany TJ. Benefits of bilateral cochlear implantation: a review. Curr Opin Otolaryngol Head Neck Surg. 2007;15:315-18. PMID: 17823546 www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/17823546.

1. Limb CJ, Francis HW, Niparko JK. Cochlear implantation. In: Flint PW, Haughey BH, Lund LJ, et al, eds. Cummings Otolaryngology: Head & Neck Surgery. 6th ed. Philadelphia, PA: Elsevier Mosby; 2015:chap 160.

2. Sparreboom M, van Schoonhoven J, van Zanten BG, et al. The effectiveness of bilateral cochlear implants for severe-to-profound deafness in children: a systematic review. Otol Neurotol. 2010 Sep;31(7):1062-71. PMID: 20601922. www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/20601922.