Berita Kesehatan
4 Kondisi Menyebabkan Anak Mimisan Disertai Sakit Kepala
Senin, 03 Des 2018 13:47:01

Mimisan sangat umum terjadi pada anak-anak. Mimisan biasanya terjadi saat anak kelelahan atau mengupil terlalu dalam. Meski begitu, Anda tidak boleh menyepelekan kondisi ini begitu saja. Apalagi jika mimisan disertai sakit kepala. Kira-kira apa saja penyebab mimisan disertai sakit kepala pada anak?

Penyebab mimisan disertai sakit kepala pada anak

Penyebab mimisan disertai sakit kepala pada anak bisa menjadi gejala dari suatu penyakit. Perhatikan apa saja gejala dan riwayat kesehatan anak untuk mempertimbangkan perawatan dokter lebih lanjut. Beberapa kondisi yang menyebabkan anak mengalami mimisan dan sakit kepala, antara lain:

1. Alergi rhinitis

Alergi rhinitis (hay fever) menyerang saluran pernapasan anak, terutama bagian hidung. Alergi ini menandakan bahwa anak sangat sensitif dengan bulu binatang peliharaan, debu, tungau, jamur, dan serbuk sari. Saat terpapar alergen (pemicu alergi), ia akan merasakan gejala hidung gatal dan berair, demam, migrain, dan mata berair.

Semua gejala yang terjadi pada hidung tersebut bisa meningkatkan risiko mimisan. Hidung gatal dan berair, membuat anak berkali-kali mengusap hidungnya. Hidung yang memiliki banyak pembuluh darah kecil (arteriol) terus-menerus mendapat tekanan sehingga bisa pecah sewaktu-waktu. Biasanya kondisi ini terjadi pada anak yang memilik reaksi alergi parah.

2. Sinusitis

Selain alergi, sinusitis juga menyerang saluran pernapasan. Sinusitis adalah peradangan rongga hidung akibat adanya bakteri, virus, atau jamur. Kondisi ini sangat mudah berkembang ketika Anda pilek atau flu.

Sama seperti alergi, sinusitis membuat hidung terasa gatal, berair, atau tersumbat. Hanya saja sinusitis menimbulkan gejala khas, yaitu rasa sakit di area hidung, mata, dan kepala bagian depan. Rasa tidak nyaman pada hidung ini bisa membuat anak terus menyeka hidung. Akibatnya, pembuluh darah di sekitar hidung bisa pecah dan menyebabkan mimisan.

3. Anemia

Salah satu jenis anemia, yaitu anemia aplastik  atau anemia hipoplastik bisa jadi penyebab mimisan disertai sakit kepala pada anak. Kondisi ini menandakan bahwa tubuh anak tidak dapat memproduksi sel darah merah dengan baik. Penyebabnya adalah rusaknya sel punca pada sumsum tulang belakang yang menghasilkan sel darah merah, darah putih, atau trombosit.

Kondisi ini langka dan bisa berakibat fatal. Oleh karena itu, Anda harus memerhatikan gejalanya seperti tubuh mudah lelah, kulit pucat, gusi berdarah, mudah infeksi dan darah sulit berhenti, memar pada tubuh, sesak napas, dan ruam pada kulit.

4. Tekanan darah tinggi

Tekanan darah tinggi (hipertensi) memang tidak umum terjadi pada anak-anak. Namun, jika anak tidak aktif, memiliki pola makan yang buruk, obesitas, atau memiliki riwayat penyakit lain, hipertensi bisa terjadi.

Pada umumnya hipertensi pada anak tidak menimbulkan gejala. Namun dalam kasus berat, kondisi ini dapat menyebabkan anak mengalami sakit kepala, mimisan, mual, pandangan kabur, dan palpitasi jantung (detak janung yang tidak normal).

Apa yang harus dilakukan orangtua?

Mimisan dan sakit kepala akibat sinusitis dan alergi dapat di atasi di rumah. Kemudian, gejala penyakit lainnya dapat diringankan dengan obat-obatan sesuai resep dokter. Menjaga kebersihan diri, seperti rajin cuci tangan dan menghindari alergen bisa mencegah sinus atau alergi kambuh.

Sementara, mimisan dan sakit kepala akibat hipertensi dan anemia. Perawatan segera dari dokter sangat dibutuhkan. Anak mungkin harus mendapatkan rawat inap yang dilanjutkan dengan rawat jalan untuk memantau kondisi tubuh.

Jika si kecil mengalami mimisan tanpa penyebab yang jelas dan terjadi lebih dari 10 menit. Segera bawa anak ke dokter untuk mendapatkan diagnosis penyakit sekaligus perawatan yang tepat.