Berita Kesehatan
Anda Konsumen Shisha dan Rokok Listrik? Waspada Kanker Paru
Kamis, 20 Des 2018 16:28:52
Perokok aktifdan pasif masih menjadi faktor risiko terbesarkanker paru-paru. Tingkat keganasan kanker paru masih jadi yang tertinggi di Indonesia, karena umumnya ditemukan dalam stadium lanjut.

"Risiko serupa sebetulnya juga ditanggung mereka yang memilih vape ataurokok elektrik. Bukan nikotin yang meningkatkan adiksi, tapi senyawa lain yang memicu pertumbuhan sel kanker," kata dokter spesialis paru dari Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Persahabatan dr. Agus Dwi Susanto SpP (K) pada detikHealth, Senin (17/12/2018).

Menurut dr Agus,shishayang berbahan utama tembakau mengandung senyawa yang tidak jauh beda dengan rokok konvensional. Proses pembakaran dan asapnya melepaskan senyawa benzena dan asetaldehida yang memicu kanker.

Sedangkan rokok elektrik mengandung gliserol dan formaldehida yang bersifat karsionegenik. Risiko kanker paru juga ditanggung mereka yang berada di sekitar konsumen shisha dan rokok elektrik.

dr Agus kembali mengingatkan untuk berhenti merokok sebagai solusi pencegahan utama kanker paru. Berhenti merokok tidak hanya diterapkan pada produk konvensional tapi juga yang shisha dan eletrik. Berhenti merokok menyelamatkan diri sendiri dan orang-orang di lingkungan sekitar.