Berita Kesehatan
Ketahui Yuk! Apa Itu Lobektomi Paru
Sabtu, 22 Des 2018 09:37:31

Jika Anda punya penyakit kanker paru, Anda mungkin terpikir untuk segera melakukan radiasi atau kemoterapi untuk menghambat pertumbuhan sel kanker. Namun, bukan tidak mungkin bila dokter justru akan menyarankan jenis pengobatan kanker paru lainnya, yaitu lobektomi paru. Seperti apa, ya, prosedurnya? Yuk, cari tahu lebih lengkapnya dalam ulasan berikut ini.

Apa itu lobektomi paru?

Lobektomi adalah operasi pengangkatan hampir seluruh bagian lobus pada satu sisi paru-paru. Lobus itu sendiri adalah bagian dari paru yang memiliki batas jelas.

Paru-paru mempunyai jumlah lobus yang berbeda antara yang kiri dan kanan. Paru kanan terdiri dari 3 lobus, sedangkan paru kiri punya 2 lobus.

Tergantung pada letak dan ukuran kankernya, lobektomi paru dapat dilakukan pada paru kanan maupun paru kiri. Jika sel kanker tersebut tumbuh pada lobus bawah di paru kiri, maka bagian lobus itulah yang akan diangkat lewat operasi.

Ada dua jenis lobektomi paru yang mungkin akan dilakukan, yaitu lobektomi terbuka dan bedah torakoskopik (VATS). Supaya lebih jelas, mari kita bahas satu per satu.

1. Lobektomi terbuka (torakotomi)

Jika ukuran kanker paru cenderung kecil dan belum terlalu menyebar, dokter mungkin akan menyarankan Anda melakukan lobektomi terbuka.

Pada lobektomi terbuka, dokter akan membuat sayatan besar dan panjang di dada mengikuti lengkungan tulang iga. Setelah itu, tulang iga Anda akan dikeluarkan supaya dokter lebih mudah mengangkat lobus paru yang rusak.

2. Lobektomi VATS

Lobektomi VATS (video-assisted thoracoscopic surgery) biasanya dilakukan sebagai pengobatan kanker paru stadium 1. Operasi ini juga bisa dilakukan untuk mengangkat tumor paru yang ukurannya cukup kecil, yaitu sekitar 3-4 sentimeter (cm).

VATS atau bedah torakoskopik dilakukan dengan cara memberikan 2 atau 3 sayatan di bagian dada. Lewat salah satu sayatan, dokter bedah akan memasukkan kamera berukuran kecil untuk melihat bagian dalam dada. Sementara itu, sayatan lainnya digunakan untuk mengangkat tumor yang bersarang di paru-paru Anda.

Dibandingkan lobektomi terbuka, proses pemulihan VATS cenderung lebih cepat, sebab sayatan yang diberikan cukup kecil dan minim rasa sakit. Meski begitu, sekitar 50 persen pasien mengalami efek samping berupa nyeri dada setelah operasi.

Siapa saja yang membutuhkan lobektomi paru?

Lobektomi paru umumnya dilakukan sebagai pengobatan kanker paru yang paling akhir, ketika perawatan lainnya tidak berhasil membunuh sel-sel kanker.

Paru yang sudah rusak akibat kanker terkadang menyebabkan pasien mengalami batuk darah. Bila bagian paru tersebut tidak diangkat, dikhawatirkan pasien akan kekurangan darah karena terus terbuang melalui batuk.

Kalau sudah begitu, dokter biasanya akan memilih pengobatan kanker paru berupa lobektomi tadi. Selain mencegah penyebaran sel kanker, operasi tersebut juga berfungsi untuk menghentikan batuk darah pasien.

Selain kanker paru, ada beberapa kondisi lainnya yang menyebabkan lobus Anda harus segera diangkat lewat operasi. Di antaranya:

  • Tuberkulosis
  • PPOK berat
  • Trauma yang mengganggu pembuluh darah utama di dekat paru-paru

Seberapa ampuh pengobatan kanker paru ini?

Bila dibandingkan dengan pengobatan kanker paru lainnya, lobektomi paru dinilai cukup ampuh untuk menghentikan penyebaran sel kanker. Pasalnya, operasi ini akan mengangkat lobus paru yang sudah rusak, sehingga mencegah kemungkinan sel kankernya menyebar ke lobus paru lainnya.

Sebelum operasi dimulai, dokter akan memastikan dulu kondisi kesehatan Anda secara menyeluruh. Jika Anda sedang mengonsumsi obat-obatan tertentu, sebaiknya hentikan dulu untuk sementara waktu.

Beberapa obat dan suplemen dapat meningkatkan risiko perdarahan. Begitu juga bagi Anda yang terbiasa merokok, hentikan sesegera mungkin. Semakin cepat Anda berhenti merokok, risiko komplikasi setelah operasi pun bisa dicegah sedini mungkin.

Sama seperti jenis operasi lainnya, pengobatan kanker paru yang satu ini juga punya efek samping yang perlu Anda perhatikan. Efek samping tersebut berupa nyeri di bagian dada, masalah pernapasan, dan sulit berbicara.

Untuk mencegah hal-hal tersebut, Anda akan dimasukkan ke ruang ICU selama 1-2 hari sebelum dipindah ke ruang inap biasa. Terapis pernapasan akan membantu Anda melatih pernapasan dengan menghirup spirometer secara berkala.

Cara ini dapat membantu mengatasi masalah pernapasan yang umum terjadi pasca operasi. Setelah beberapa hari, sistem pernapasan akan kembali normal dan Anda bisa kembali beraktivitas seperti biasanya.