Berita Kesehatan
Kanker Paru Lebih Banyak Menyerang Pria di Indonesia!
Jumat, 28 Des 2018 08:51:05

Paru-paru merupakan organ utama dalam sistem pernapasan pada manusia. Namun, bagaimana jadinya jika organ yang berperan penting ini justru mengalami masalah, seperti kanker paru-paru? Tentu mengerikan bukan jika membayangkannya? Nah, supaya kita semua dapat mencegah terkena masalah kesehatan ini, yuk cari tahu lebih dalam lagi mengenai kanker paru-paru!

Kanker�paru-paru merupakan suatu kondisi sel-sel tumbuh secara tidak terkendali di dalam paru-paru, baik pada salah satu maupun kedua bagian organ paru-paru. Saat ini, kanker paru-paru termasuk ke dalam 5 jenis kanker yang cukup mematikan. Bahkan menurut WHO, kanker paru-paru merupakan salah satu jenis kanker yang paling banyak menyerang pria Indonesia. Berdasarkan data dari Globocan atau�International Agency for Research on Cancer�(IARC) pada tahun 2012, di Indonesia terdapat sekitar 25.322 kasus kanker paru-paru yang menimpa pria dan 9.374 kasus yang menimpa wanita.

Jenis Kanker Paru-Paru

Kanker paru-paru sendiri sebenarnya dibagi menjadi 2 jenis berdasarkan jenis selnya, yaitu kanker paru-paru sel kecil�(small-cell lung cancer /�SCLC) dan kanker paru-paru non-sel kecil�(non-small-cell lung cancer�/ NSCLC). Umumnya, kanker paru-paru non-sel kecil berpeluang 4 kali lebih banyak terjadi dibandingkan dengan kanker paru-paru sel kecil. Kanker paru-paru sel kecil sendiri (SCLC) biasanya hanya menimpa para perokok berat. Penyebarannya juga jauh lebih cepat jika dibandingkan dengan kanker paru-paru non-sel kecil (NSCLC).

Penyebab Kanker Paru-Paru

Memang salah satu satu penyebab utama dari kanker paru-paru adalah rokok, baik bagi perokok aktif maupun perokok pasif. Namun, sebenarnya ada faktor-faktor penyebab lain yang bisa memicu terjadinya kanker paru-paru. Berikut beberapa faktor penyebab terjadinya kanker paru-paru:

  1. Perokok aktif dan perokok pasif

    Pada kasus ini, perokok aktif menjadi kelompok yang paling berisiko terkena kanker paru-paru. Penyebabnya tentu karena asap rokok yang diisap mengandung lebih dari 60 zat-zat beracun yang dapat memicu perkembangan sel kanker. Zat-zat beracun inilah yang sering disebut dengan zat karsinogenik. Salah satu zat karsinogenik yang terdapat dalam rokok adalah nikotin, yang biasanya dipakai dalam insektisida (bahan kimia untuk membunuh serangga), serta tar yang digunakan dalam pembuatan aspal jalanan.

    Pada awalnya, kerusakan yang ditimbulkan zat karsinogenik dapat diperbaiki oleh tubuh. Namun jika rokok diisap terus-menerus, akhirnya kerusakan pada jaringan paru-paru terus bertambah. Kerusakan ini kemudian mengakibatkan sel-sel bereaksi secara tidak normal, hingga akhirnya muncul sel kanker.

    Selain perokok aktif,�perokok pasif�atau orang-orang yang terkena paparan asap rokok juga berisiko mengalami kanker paru-paru 20 persen lebih tinggi dibandingkan dengan orang yang tidak terkena paparan asap rokok.

  2. Polusi udara

    Berdasarkan data dari WHO, Asia Tenggara berada pada posisi ke-2 sebagai wilayah penyumbang polusi udara di dunia,�contohnya dari asap kendaraan atau asap pabrik. Karena hal inilah, risiko terkena kanker paru-paru pun menjadi meningkat. Perlu diketahui, menghirup asap pembuangan dari kendaraan maupun limbah pabrik memiliki dampak yang sama dengan mengisap asap rokok.

  3. Paparan bahan kimia di tempat�kerja

    Beberapa orang dengan pekerjaan yang mengalami kontak langsung dengan senyawa-senyawa kimia bersifat karsinogenik, seperti asbes, nikel, batubara, dan arsenik, memiliki risiko lebih tinggi untuk menderita kanker paru-paru.

  4. Paparan�radiasi

    Radon merupakan gas radioaktif yang muncul secara alami. Gas ini berasal dari batuan dan tanah dalam jumlah yang sangat kecil. Radon bisa berpindah tempat dan masuk melalui celah-celah pondasi, pipa, saluran air, atau lubang terbuka lainnya. Apabila gas ini terhirup dalam jumlah yang banyak, maka dapat merusak paru-paru, terutama bagi seorang perokok.

Gejala Kanker Paru-paru

Karena kanker paru-paru merupakan salah satu jenis kanker yang cukup mematikan, maka penting bagi Kamu untuk mengetahui gejala-gejalanya, agar segera mendapatkan penanganan jika mengalaminya. Nah, berikut beberapa gejala utama yang dialami penderita kanker paru-paru:

  • Batuk yang berlangsung lama dan semakin parah, hingga akhirnya mengalami batuk darah.

  • Sesak napas dan nyeri pada dada.

  • Sering kelelahan tanpa alasan yang jelas.

  • Terjadi pembengkakan pada bagian muka atau leher.

  • Sakit pada�tulang, bisa pada bagian bahu, lengan, atau tangan.

  • Menurunnya berat badan.

  • Kehilangan selera makan.

  • Suara menjadi serak.

  • Kesulitan saat menelan atau sakit saat menelan sesuatu.

  • Perubahan pada bentuk jari, yakni ujung jari menjadi lebih cembung.

Penanganan Kanker Paru-Paru

Apabila terdapat gejala-gejala seperti yang telah disebutkan di atas, maka segeralah berkonsultasi kepada dokter. Biasanya, dokter akan melakukan beberapa tes untuk memastikan diagnosis stadium kanker, seperti pemeriksaan dahak, tes pencitraan menggunakan�X-ray,�CT Scan, Pet-CT Scan, dan biopsi atau pengambilan sampel jaringan paru-paru.

Jika setelah dilakukan pemeriksaan dan hasil tes menyatakan Kamu positif menderita kanker paru-paru, maka dokter akan menyarankan untuk melakukan beberapa langkah pengobatan sesuai dengan kondisi kanker yang diderita. Beberapa jenis pengobatan yang dapat dilakukan untuk mengatasi kanker paru-paru antara lain operasi pengangkatan kanker paru-paru, radioterapi, kemoterapi, terapi fotodinamik, terapi biologis, kryoterapi, dan ablasi radiofrekuensi.

Salah satu kebutuhan makhluk hidup adalah bernapas. Dan, paru-paru adalah organ vital dalam proses pernapasan. Jadi, yuk di Hari Kanker Paru-paru Sedunia ini kita lebih perhatian�terhadap diri sendiri. Mulailah untuk menghindari hal-hal yang menjadi penyebab kanker paru-paru, seperti tidak merokok dan menggunakan masker ketika berada di luar rumah yang rawan polusi ya!