Berita Kesehatan
Bahaya yang Terjadi Bila Gigi Dibiarkan Ompong
Kamis, 03 Jan 2019 08:41:53

Tanggalnya gigi yang berdampak pada keompongan memang akan sangat mengganggu aktivitas yang melibatkan mulut. Hal ini umumnya disebabkan oleh faktor usia. Namun, faktor lain juga dapat menyebabkan tanggalnya gigi, seperti kecelakaan yang menyebabkan benturan keras pada gigi.

Apapun penyebabnya, keompongan sangatlah mengganggu. Drg. Susi R. Puspitadewi Sp.Prost. mengatakan, keompongan akan mengganggu dua fungsi gigi, yaitu fungsi mengunyah dan estetika.

Fungsi mengunyah adalah kegunaan gigi untuk menghancurkan dan melumat makanan yang masuk dalam gigi sebelum ditelan dan diproses lebih lanjut dalam perut.

“Kalau gigi hilang di satu sisi, (orang) otomatis akan mengunyah dengan sisi lainnya. Itu bisa ganggu kerja dari sendi. Kerja otot di satu sisi jadi terlalu berat dan bisa menyebabkan pegal-pegal. Mengunyah jadi kurang nyaman,” kata Susi saat ditemui di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Selain fungsi pengunyahan, fungsi estetika dari gigi juga akan terganggu. Fungsi ini adalah kegunaan gigi membentuk rongga mulut.

Jika ada gigi yang hilang, susunan dan bentuk mulut akan berubah. Pengucapan juga akan terganggu, terutama jika melibatkan huruf berdesis, seperti “F”, “S”, dan “V”. Bau mulut juga akan timbul jika keompongan terjadi.

Susi mengatakan, pemasangan gigi tiruan atau gigi palsu bisa jadi solusi mengatasi keompongan tersebut.
“Idealnya struktur rongga mulut, kalau ada yang berkurang, harus ada yang menggantikan,” kata Susi menerangkan.

Saat ini, menurut Susi, ada dua cara menggunakan gigi tiruan. Pertama, ada penggunaan dengan cara cekat atau permanen.

Cara ini digunakan untuk mengatasi keompongan yang terjadi pada sebagian gigi. Proses pemasangan dan pelepasannya pun tak bisa sembarangan, harus melalui dokter gigi. Pada cara ini, gigi tiruan akan ditanam (implan) pada gusi atau dikaitkan dengan gigi lain di dekatnya.

Cara kedua adalah dengan penggunaan gigi tiruan lepas. Berbeda dengan cekat, cara ini bisa digunakan dalam kasus keompongan di banyak gigi. Gigi tiruan jenis ini dapat dilepas-pasang oleh penggunanya karena tak dipasang secara permanen.

Susi mengakui dengan memasang gigi tiruan, memang tak akan bisa mengembalikan fungsi gigi seperti sedia kala. Namun cara ini bisa membantu memulihkan fungsi yang seharusnya ada pada gigi.

“Memang (gigi tiruan) tak sama, tapi bisa menyerupai (gigi asli), bisa membantu,” ujarnya.