Berita Kesehatan
Ini yang Terjadi Jika Terlalu Sering Menghirup Udara Kotor
Sabtu, 09 Feb 2019 09:03:21

Polusi udara bukan hanya permasalahan di kota-kota besar, pembakaran hutan secara ilegal, kebiasaan membakar sampah yang masih sering dilakukan masyarakat desa juga merupakan sumber polusi udara yang berbahaya bagi paru-paru.

Sebuah pengkajian pada 2013 yang dilakukan oleh Badan Internasional WHO untuk Penelitian Kanker (IARC) menyimpulkan polusi udara luar ruangan merupakan penyebab penyakit paru-paru seperti kanker. Polusi udara luar ruangan di kota dan di pedesaan diperkirakan menyebabkan kematian dini di seluruh dunia pada tahun 2012.

Seorang dokter ahli paru dan Ketua Perhimpunan Dokter Paru Indonesia, Agus Dwi Susanto menjelaskan polusi udara yang terus dihirup menyebabkan kerusakan pada fungsi organ. Polusi udara baik di dalam ruangan atau luar ruangan langsung berhubungan dengan sel paru saat menarik napas. Dari sel paru, partikel polusi itu bisa menyerang organ lainnya dalam tubuh melalui peredaran darah.

Pada tahap awal, polusi udara ini menyebabkan perubahan subklinis atau kerusakan tanpa timbulnya gejala dan tidak memerlukan obat. Perubahan subklinis ini mengakibatkan berkurangnya respon paru dan terjadi kerusakan pada sel. Kondisi ini sering tidak disadari, tapi sebenarnya polusi udara pasti sudah merusak tubuh banyak manusia. Dampaknya tentu tidak sekarang, tapi bisa dirasakan pada sepuluh hingga dua puluh tahun mendatang.

Berikut ini dampak polusi udara pada kesehatan tubuh khususnya paru-paru berdasarkan polutannya:

  • Karbon monoksida (CO)

Gas ini seringkali dihasilkan oleh asap kendaraan bermotor. Faktanya, gas ini mampu mencegah penyerapan oksigen oleh darah. Paparan karbon monoksida yang berlebihan berbahaya karena menyebabkan penurunan pasokan oksigen ke jantung secara signifikan, terutama pada orang yang mengidap penyakit jantung. Akibatnya perlahan-lahan membuat kesehatan kita semakin menurun.

  • Partikulat (PM)

Komponen utama dari PM adalah sulfat, nitrat, amonia, natrium klorida, karbon hitam, mineral debu, dan air. Polutan ini terdiri dari campuran kompleks partikel padat dan cair dari bahan organik dan anorganik yang melayang di udara. Partikel ini berbahaya karena mampu menembus dan hinggap jauh di dalam paru-paru. Jika polutan ini terus menerus masuk, maka risiko penyakit paru-paru yang menyebabkan kematian meningkat.  Partikel polusi kecil memiliki dampak kesehatan, bahkan pada konsentrasi yang sangat rendah.

Jenis polutan ini sering ditemukan di negara berkembang seperti polutan dari pembakaran rumah tangga berbahan bakar padat, seperti kompor tradisional. Asap dari kompor tradisional ini mampu meningkatkan risiko infeksi saluran pernapasan akut dan kematian pada anak-anak muda. Polusi udara di dalam ruangan akibat penggunaan bahan bakar padat merupakan faktor risiko utama untuk penyakit jantung, penyakit paru obstruktif kronik, dan kanker paru-paru pada orang dewasa.

  • Nitrogen dioksida (NO2)

NO2 adalah sumber utama dari aerosol nitrat yang membentuk pecahan kecil dari partikulat. Sumber utama emisi antropogenik NO2 adalah proses pembakaran seperti pemanas, pembangkit listrik, mesin kendaraan, dan kapal. Pada konsentrasi jangka pendek yang melebihi 200 mikrogram per meter kubik, nitrogen dioksida dianggap sebagai gas beracun yang menyebabkan peradangan yang signifikan pada saluran pernapasan. Polutan ini menyebabkan gejala bronkitis pada anak yang memiliki asma. Penyakit paru-paru akibat penurunan fungsi paru-paru pun juga dapat terjadi.

  • Sulfur dioksida (SO2)

Polutan satu ini dihasilkan dari pembakaran minyak dan batu bara atau peleburan bijih mineral yang mengandung sulfur seperti dari pembangkit listrik dan kendaraan bermotor. Sulfur dioksida adalah gas tidak berwarna dengan bau yang cukup tajam dan mempengaruhi sistem pernapasan dan fungsi paru-paru, bahkan menyebabkan iritasi mata. Penyakit paru-paru yang dapat muncul adalah radang saluran pernapasan penyebab batuk, sekresi lendir, asma, bronkitis kronis, dan membuat orang rentan terhadap infeksi pada saluran pernapasan.