Berita Kesehatan
Penyebab Telinga Berdenging Mendadak di Ruangan Sunyi
Sabtu, 09 Feb 2019 17:50:34

Dalam beberapa catatan medis tertua sepanjang sejarah, orang-orang telah mengeluhkan tentang dengungan di dalam telinga mereka. Di masa lalu, orang-orang Asyur menuangkan ekstrak bunga mawar ke dalam telinga pasien melalui tabung perunggu. Orang-orang Romawi Kuno menyarankan untuk menuang air rebusan cacing tanah dan lemak angsa ke dalam telinga. Dokter Welsh abad pertengahan merekomendasikan pasien mereka untuk mengikat dua lapis roti panggang panas-panas di kedua telinga.

Dunia kedokteran modern menyebutnya sebagai tinnitus, dan tentunya perawatan telinga berdenging tak lagi melibatkan cacing tanah dan roti panggang.

Apa itu tinnitus?

Tinnitus, atau telinga berdenging, adalah sensasi mendengar deringan, dengung, desisan, kicauan, siulan, jeritan, atau suara khayalan lainnya. Suara mungkin terdengar di satu telinga atau keduanya, dari dalam kepala, atau dari kejauhan. Dengingan mungkin selalu hadir terdengar atau timbul tenggelam, stabil atau berdenyut. Suara juga dapat bervariasi dalam tingkat kenyaringan.

Telinga berdenging adalah kondisi normal dan jarang menjadi suatu gejala dari kondisi serius yang mendasarinya. Sekitar satu dari setiap tiga orang yang mengeluhkan telinga berdenging tidak memiliki masalah yang jelas dengan telinga atau pendengaran mereka. Hampir semua orang telah memiliki tinnitus untuk waktu yang singkat setelah terkena kebisingan sangat keras. Misalnya, menghadiri konser musik bisa memicu telinga berdenging sementara.

Dengingan dalam telinga seringnya akan memburuk ketika kebisingan di latar belakang sangat rendah, sehingga Anda mungkin paling menyadari suara bising dalam telinga saat sendirian di ruangan sunyi atau di malam hari ketika Anda akan tidur. Faktor muskuloskeletal — mengencangkan rahang, menggemetakkan gigi, atau ketegangan otot leher — kadang bisa membuat dengingan lebih terdengar jelas. Selain itu, tinnitus dapat memburuk pada beberapa orang jika mereka minum alkohol, merokok, minum minuman berkafein, atau makan makanan tertentu. Untuk alasan yang belum sepenuhnya jelas, stres dan kelelahan tampaknya juga memperburuk dengingan dalam telinga.

Namun, dalam kasus yang jarang terjadi (10% kasus), dengingan dapat sangat mewalahkan sehingga menyebabkan kesulitan tidur dan berkonsentrasi, bahkan depresi.

Mengapa telinga berdenging di tempat sunyi?

Sebelum kita dapat memahami bagaimana dan mengapa kita mengalami telinga berdenging, kita perlu tahu bagaimana kita bisa mendengar.

Gelombang suara berjalan melalui saluran telinga ke telinga bagian tengah dan dalam, di mana sel-sel rambut di koklea mendeteksi getaran dan mengubahnya menjadi sinyal listrik untuk dibawa oleh saraf pendengaran menuju otak. Tapi, proses ini bukannya tanpa kerja keras. Jika Anda pernah mencoba untuk berlari di kolam renang, Anda tahu itu jauh lebih sulit daripada berlari di daratan berkat gaya hambat alir dan gesek air. Prinsip yang sama juga terjadi dalam telinga Anda karena telinga dalam dipenuhi oleh cairan. Namun hambatan ini terbantu oleh peran rambut di luar koklea.

Layaknya sel rambut dalam, rambut luar juga mendeteksi gelombang suara namun alih-alih mengirim sekelompok sinyal ke otak, tugas mereka adalah untuk melonggar dan mengerut bersamaan dengan getaran yang mereka dapat. Alhasil, sel rambut luar mampu membatalkan gaya gesek dan justru memperkuat suara hingga kelipatan seratus hingga seribu. Berkat sel-sel rambut luar, sensitivitas pendengaran kita meningkat — khususnya dalam rentang frekuensi yang lebih tinggi.

Sel rambut luar bisa menghasilkan getaran sendiri. Saat sel-sel ini kembali menguatkan getarannya, proses ini dimaksudkan untuk memperkuat frekuensi suara yang lebih hening daripada yang keras. Kontrol umpan balik ini memungkinkan kita untuk menyaring suara yang masuk untuk mendapatkan informasi yang paling penting, sehingga kita tidak kewalahan oleh kebisingan tak berarti. Mekanisme ini biasanya bekerja dengan baik, tanpa Anda menyadari adanya perbedaan dalam pendengaran Anda.

Akan tetapi, sistem biologis tubuh tak selalu sempurna. Hal sesederhana seperti mengalami suara baru bahkan dapat mengganggu kemulusan perjalanan suara dan memaksanya mengulangi pekerjaannya untuk menyesuaikan diri. Ketika hal ini terjadi, suara-suara ini menjadi jelas. Anda benar-benar dapat mendengarnya. Inilah yang kita anggap sebagai kondisi telinga berdenging, alias tinnitus. Kebisingan juga dapat terjadi ketika sel-sel rambut mengalami kerusakan — akibat cedera whiplash atau efek samping obat-obatan — sehingga sirkuit dalam otak tidak mampu menerima sinyal yang mereka harapkan. Sinyal suara akhirnya berputar-putar dalam telinga sehingga menghasilkan dengingan konstan. Itulah sebabnya keluhan telinga berdenging tidak hilang bahkan setelah saraf pendengaran seseorang diangkat. Tinnitus juga dapat terjadi pada orang-orang yang memiliki penyakit Ménière (penyebab hilangnya pendengaran dan pemicu vertigo) dan otosclerosis (pertumbuhan tulang abnormal di telinga tengah).

Dengingan dalam telinga tak selalu berasal dari telinga. Tubuh kita biasanya menghasilkan suara (disebut suara somatik) yang kita biasanya tidak perhatikan karena kita fokus mendengarkan suara dari luar. Apa pun yang menghalangi pendengaran normal dapat membawa suara somatik menjadi perhatian kita. Misalnya, Anda mungkin mengalami kebisingan dalam kepala ketika tumpukan kotoran telinga menghambat telinga luar.

Bagaimana cara menghilangkan dengingan mengganggu dalam telinga?

Dalam banyak kasus, dengingan dalam telinga akan membaik dengan sendirinya secara bertahap. Telinga memiliki mekanisme otomatis untuk memperbaiki masalah dan menyingkirkan dengingan tak menyenangkan ini. Ada sebuah saraf dalam telinga yang bertugas untuk memberitahu saraf pendengaran dan/atau sel rambut untuk menghentikan ulahnya. Dibutuhkan setidaknya 30 detik untuk mekanisme ini mulai melakukan perbaikan dan mengirim pesan yang diperlukan otak untuk menekan deringan. Setelah pesan saraf dikirim dan diterima, suara-suara fana akan memudar.

Anda dapat mengetahui bahwa reaksi ini telah terjadi karena sering disertai dengan sedikit penurunan kepekaan pendengaran (seperti suara latar belakang atau lingkungan sekitar kita dengar tiba-tiba jadi lebih tenang), diikuti oleh perasaan penuh di telinga. Biasanya diperlukan waktu sekitar satu menit untuk proses ini sampai sepenuhnya selesai.

Jika penyebab tinnitus Anda dapat ditemukan, pengobatan yang khusus ditargetkan untuk kondisi tersebut dapat membantu memulihkan tinnitus Anda — misalnya, mengangkat tumpukan kotoran telinga. Akan tetapi, seringnya tinnitus tetap berlanjut setelah kondisi yang mendasarinya telah diobati. Dalam kasus seperti ini, terapi lain — baik konvensional dan alternatif — seperti terapi suara, CBT, atau terapi pelatihan tinnitus (TRT) dapat memberikan solusi menenangkan baik dengan mengecilkan atau menutupi suara yang tidak diinginkan. Anda juga dapat menggunakan tips-tips mandiri, seperti teknik relaksasi atau tindakan tidur sehat, untuk membantu mengelola keluhan Anda.

Saat ini tidak ada satu pengobatan pasti untuk telinga berdenging yang bekerja efektif merata untuk semua orang. Namun, penelitian demi menemukan pengobatan yang efektif terus dilakukan.

Kapan harus pergi ke dokter soal keluhan telinga berdenging?

Anda harus mengunjungi dokter jika Anda terus-menerus atau sering mendengar suara seperti berdengung, berdering, atau bersenandung di telinga Anda. Dokter dapat memeriksa telinga Anda untuk melihat apakah masalah dengingan mungkin disebabkan oleh kondisi yang mudah diobati, seperti infeksi telinga atau penumpukan kotoran telinga. Dokter juga dapat melakukan beberapa pemeriksaan sederhana untuk melihat apakah Anda memiliki gangguan pendengaran.

Telinga berdenging yang terjadi terus-menerus, stabil, dan bernada tinggi umumnya menunjukkan masalah dalam sistem pendengaran dan membutuhkan tes pendengaran oleh seorang audiolog. Tinnitus berdenyut (deringan berjalan seirama dengan denyut jantung) membutuhkan evaluasi medis segerta, terutama jika kebisingan sering terjadi atau menetap. Scan MRI atau CT mungkin diperlukan untuk memeriksa kemungkinan adanya tumor atau kelainan pembuluh darah.

Jika Anda sering terpapar suara keras di tempat kerja atau di rumah, penting untuk mengurangi risiko gangguan pendengaran (atau gangguan pendengaran lebih lanjut) dengan menggunakan pelindung seperti penutup telinga atau semacamnya.