Berita Kesehatan
Ketahui Berbagai Penyakit yang Menyerang Paru Paru
Selasa, 12 Feb 2019 09:47:53

Penyakit paru-paru merupakan kondisi kesehatan yang banyak terjadi di seluruh dunia. Infeksi, rokok, dan genetik merupakan faktor-faktor yang bertanggungjawab atas penyakti paru. Paru-paru adalah bagian yang kompleks, melakukan ekpansi dan relaksasi ribuan kali setiap hari untuk membawa oksigen dan mengeluarkan karbon dioksida.

Penyakit paru-paru dapat diakibatkan dari masalah di bagian manapun yang membangun paru-paru: dari saluran napas, dari kantong udara (alveoli), dari jaringan interstitial, dari pembuluh darah, dari lapisan pelindung paru (pleura), dan dari dinding dada.

Penyakit Paru-Paru yang Memengaruhi Saluran Napas

Trakea mencabangkan diri menjadi bronkus, yang bercabang menjadi tabung semakin kecil seluruh paru-paru. Penyakit yang mempengaruhi saluran udara meliputi:

  • Asma:ásaluran udara secara persisten meradang, dan kadang-kadang mengalami spasme/penyempitan, dan menyebabkan suara napas terdengar mengi/wheezing dan napas menjadi dangkal. Alergi, infeksi, polusi, dapat memicu gejala asma.
  • Penyakit paru obstruktif kronik (PPOK):ákondisi paru yang didiefinisikan sebagai ketidakmampuan membuang napas secara normal, yang menyebabkan kesulitan bernapas.
  • Bronkitis kronik: bentuk PPOK yang ditandai dengan batuk kronik (batuk lama) dan produktif (berdahak)
  • Emfisema:áKerusakan paru yang membuat udara terperangkap di paru. Penyakit ini terjadi sebagai bentuk dari PPOK. Kesulitan membuang napas merupakan tandanya.
  • Bronkitis akut: infeksi mendadak yang terjadi di saluran napas, biasanya diakibatkan virus.
  • Fibrosis kistik:ákondisi genetik yang menyebabkan pembersihan mukosa bronkus dari dahak-dahak terjadi dengan buruk. Akumulasi mukus/dahak ini menyebabkan infeksi paru berulang.

Penyakit Paru yang Memengaruhi Kantong Udara (Alveoli)

Saluran napas bronkus akan mencabangkan diri menjadi saluran kecil-kecil yang disebut bronkiolus, yang akhirnya berakhir pada kantong-kantong udara yang disebut alveoli. Kantong udara ini merupakan bagian yang sebagian besar membangun jaringan paru. Penyakit paru yang menyerang alveoli meliputi:

  • Pneumonia: infeksi yang terjadi di alveoli, biasanya disebabkan oleh bakteri
  • Tuberkulosis (TBC): pneumonia yang berjalan lambat namun progresif, yang disebabkan bakteriáMycobacterium tuberculosis
  • Emfisemaáyang terjadi akibat kerusakan dari dinding penghubung antar alveoli. Biasanya merokok adalah penyebabnya (emfisema akan membatasi aliran udara, dan mempengaruhi saluran napas juga)
  • Edema paru: cairan bocor melalui pembuluh darah kecil di paru ke dalam kantong udara dan menggenangi area di sekitarnya. Edema paru dapat merupakan akibat dari gagal jantung sehingga terjadi tekanan balik ke paru melalui pembuluh darah paru yang berasal dari jantung. Edema paru juga dapat diakibatkan dari cedera pada paru yang menyebabkan cairan bocor.
  • Kanker paruámemiliki banyak bentuk, dan dapat berkembang pada banyak bagian di paru. Seringkali kanker paru berkembang di bagian utama paru, atau di dekat kantong udara. Jenis kanker, loksai, dan penyebaran kanker paru menentukan pilihan pengobatan.
  • Sindrom gagal napasáakut (Acute Respiratory Distress Syndrome/ARDS): cedera berat dan tiba-tiba pada paru yang menyebabkan kondisi sakit yang berat. Bantuan hidup dengan ventilasi mekanik seringkali dibutuhkan agar penderita dapat bertahan sampai paru pulih.
  • Pnemukoniosis:ákondisi ini disebabkan karena menghirup substansi yang melukai paru. Contohnya meliputi penyakit paru hitam (black lung disease) karena menghirup debu batu bara dan asbestosis karena menghirup serpihan asbes.

Penyakit Paru yang Mengenai Jaringan Interstitial

Jaringan interstitial secara mikroskopis merupakan dinding tipis antara kantong paru. Pembuluh darah kecil ada di interstitial dan merupakan tempat pertukaran gas antara alveoli dan darah. Berbagai penyakit paru yang mengenai jaringan interstitial:

  • Penyakit paru interstitial (Interstitial lung disease):áMerupakan kondisi paru yang mempengaruhi paru, meliputi Sarkoidosis, fibrosis paru idiopatik, dan penyakit autoimun.
  • Pneumonia dan edema pulmoájuga dapat mengenai jaringan interstitial.

Penyakti Paru yang Mempengaruhi Pembuluh Darah

Sisi kanan jantung menerima darah yang mengandung rendah oksigen dari vena. Darah yang rendah oksigen ini dikirim oleh jantung ke paru melalui arteri pulmonaris. Arteri pulmonari ini dapat terkena penyakti seperti:

Emboli paru:áBekuan darah (biasanya dari vena dalam tungkai kaku, trombosis vena dalam) pecah, mengikuti aliran darah ke jantung, dan kemudian dipompa menuju paru. Bekuan ini menempel di arteri pulmonaris, menyebabkan napas yang dangkal dan kadar oksigen yang rendah di tubuh.

Hipertensi pulmoner:áKondisi yang bervariasi dapat menyebabkan tekanan darah yang tinggi pada arteri pulmoner. Hal ini dapat menyebabkan nyeri dada dan napas yang dangkal dan tersengal-sengal. Ketika tidak ada penyebab yang diketahui, kondisi ini disebut denganáhipertensi arteri pulmoner idiopatik.

Penyakit Paru yang Mengenai Pleura

Pleura merupakan dinding tipis pembungkus paru dan bagian dalam dinding dada. Lapisan tipis membentuk suatu rongga yang disebut spasium pleura, yang berisi sedikit carian di sepanjang permukaan paru membuat paru dapat mengembang dan mengempis selama bernapas. Penyakit paru pada pleura meliputi:

  • Efusi pleura: cairan terkumpul terlalu banyak di kantong pleura. Pneumonia atau gagal jantung dapat menjadi penyebabnya. Jika efusi pleura meluas, maka akan mempengaruhi pernapasan dan harus dialirkan keluar dengan cara disedot (pungsi pleura)
  • Pneumotoraks: Udara masuk ke spasium pleura, menyebabkan paru terhimpit dan kolaps. Untuk menghilangkan udara di spasium pleura, suatu tabung perlu dimasukkan ke dinding dada.
  • Mesothelioma:ákanker yang jarang terjadi yang terjadi di pleura. Mesothelioma cenderung memburuk setelah beberapa puluh tahun setelah pajanan asbes.

Penyakit Paru yang Mengenai Dinding Dada

Dinding dada selalu memainkan peran penting dalam bernapas. Otot menghubungkan antar rusuk satu sama lain, membantu dada untuk ekspansi ketika menarik napas. Diafragma turun ketika menarik napas, yang menyebabkan ekspansi dinding dada.

  • Sindrom obesitas hipoventilasi: beban yang sangat berlebih di dada dan perut membuat dada sulit berkekspansi sehingga menyebabkan kesulitan bernapas.
  • Gangguan neuromuskuler: fungsi saraf yang buruk dalam mengontrol otot pernapasan dapat menyebabkan sulit bernapas. Sklerosis amiotrofi lateral dan myastenisa gravis merupakan contoh penyakit paru neuromuskuler.