Berita Kesehatan
Catat! Kenali Gejala Hipertensi Paru Sebelum Terlambat
Rabu, 27 Mar 2019 10:03:15

Hipertensi paru atau hipertensi pulmonal saat ini sudah menjadi masalah kesehatan global yang cukup besar. Lebih dari 25 juta kasus hipertensi paru (HP), 50 persennya tidak menjalani pengobatan dan perawatan dengan serius. Sehingga pasien dengan hipertensi paru meninggal kurang dari dua tahun.

Hipertensi memang kerap dikaitkan dengan tingkat tekanan darah di pembuluh darah. Namun, penyakit hipertensi yang memiliki nama asing pulmonary hypertension ini terjadi di paru-paru.

Sehingga menyebabkan pengidapnya kerap merasakan sesak yang tidak diketahui dari mana sumber dan penyebabnya. Hal ini pula yang menyebabkan hipertensi paru juga disebut dengan The Invisible Illness, artinya penyakit yang tidak terdeteksi.

Dikatakan tidak terdeteksi karena sulit untuk mendiagnosa, keluhannya tidak khas karena mirip dengan keluhan penyakit paru atau jantung, dan alat untuk mendeteksinya pun terbilang mahal dan langka ditemukan di Indonesia. Namun, Prof. Bambang, pakar hipertensi paru dan konsultan spesialis jantung dan pembuluh darah mengatakan,

"Ketersediaan alat untuk mendeteksi yang minim membuat hp sulit terdeteksi, namun ada ultra sound alat yang dapat digunakan untuk memperkirakan tekanan paru-paru," ujarnya di Trittoria, The Foundry lot 8, Jakarta, Kamis 5 Mei 2017.

Biarpun begitu, masyarakat masih dapat mengenali dengan seksama gejala hipertensi paru. Hal ini penting, karena semakin cepat terdeteksi maka angka presentase untuk sembuh semakin besar.

Adapun gejala-gejala yang patut dicurigai sebagai bagian awal dari hipertensi paru adalah :

1. Sesak nafas terutama saat atau setelah beraktivitas

2. Mudah lelah dan lemas

3. Pusing hingga pingsan

4. Bengkak di kaki hingga perut atau liver (edema)

5. Jantung kanan bengkak (terlihat di rontgen)

6. Detak jantung tidak beraturan atau cepat

7. Bibir dan kuku biru karena efek dari oksigen rendah (cyanosis)

Apabila dari gejala-gejala tersebut sudah terlihat atau dirasakan, namun tidak cepat diberi tindakan serius, maka akan terjadi gagal jantung kanan dan bisa berakibat kematian.