Berita Kesehatan
Hati-hati, Earphone & Speaker Ganggu Pendengaran
Kamis, 28 Mar 2019 12:02:42

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan (Kemkes),Cut Putri Arianie mengatakan, gangguan pendengaran adalah masalah yang serius, namun belum menjadi perhatian masyarakat. Penyebab gangguan telinga itu banyak, mulai dari penggunaan alat bising seperti earphone, speaker, bahkan dari penggunaan mesin di sekolah-sekolah seperti Sekolah Teknik Mesin (STM).


Menurut Cut, gangguan telinga dapat dicegah sedini mungkin. Lakukan cek pendengaran secara dini dan rutin di fasilitas kesehatan. Bagi peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) yang kepesertaannya masih aktif, layanan pemeriksaan THT dijamin oleh BPJS Kesehatan.


“Kalau cuma tes apakah telinga bisa dengar atau tidak, cukup ke puskesmas. Kalau telinga sudah ada penyakitnya dan butuh pengobatan lebih lanjut, akan dirujuk ke rumah sakit yang ada dokter spesialis THT. Umumnya di rumah sakit tingkat kabupaten sudah ada spesialis THT-nya,” kata Cut kepada Beritasatu di Jakarta, Sabtu (23/3/2019) pagi.


Namun, menurut Cut, karena kurangnya sosialisasi, masih banyak orang mengabaikan gangguan pendengaran. Karena diabaikan selama bertahun-tahun, sebagian kasus gangguan pendengaran ini ketika ditemukan sudah dalam kondisi parah. Salah satu yang paling sering adalah presbikusis, yaitu tuli syaraf yang umumnya menimpa usia di atas 60 tahun. Presbikusis terjadi karena hilangnya pendengaran yang terjadi perlahan-lahan seiring bertambahnya usia. Padahal sebenarnya gangguan ini tidak terjadi jika merawat telinga dengan baik.


Hari Pendengaran Sedunia tahun ini mengusung tema "Check Your Hearing” atau “Ayo Cek Pendengaranmu”. Tema ini sengaja diangkat untuk mengingatkan masyarakat dunia agar cerdas dalam membersihkan telinga. Sebab, masih ada masyarakat yang membersihkan telinga dengan cara tidak aman, seperti menggunakan lidi, korek api, kuku, dan lain-lain. Perilaku ini seringkali merusak gendang telinga dan menimbulkan kerusakan pendengaran.


“Nah, di momentum Hari Pendengaran Sedunia ini kami ingin mendorong agar masyarakat lebih peduli terhadap telinga,” kata Cut.


Hari Pendengaran Sedunia adalah sebuah gerakkan yang bertujuan untuk meningkatkan kepedulian masyarakat dunia khususnya para orang tua agar bisa lebih cepat mendeteksi gangguan pendengaran pada anak-anak, sehingga mencegah ketulian permanen.