Berita Kesehatan
Tenggorok Kering Tapi Tidak Flu, Wajar atau Bahaya?
Jumat, 15 Des 2017 17:55:18
Salah satu gejala flu yang paling umum adalah tenggorok yang kering dan meradang. Biasanya kalau tenggorok terasa tidak nyaman, Anda bisa menebak bahwa Anda akan terserang flu. Namun, bagaimana jika tenggorok Anda terasa kering terus tapi Anda bebas dari flu atau pilek? tenggorok kering adalah kondisi yang cukup umum. Penyebabnya bisa bermacam-macam, misalnya udara yang kering dan kebiasaan merokok. Jika tenggorok kering disertai dengan rasa nyeri di badan, batuk, mual, diare, atau keluhan lainnya, Anda perlu waspada karena bisa jadi tenggorok kering Anda menandakan masalah yang cukup serius.

Berbagai penyebab tenggorok kering

tenggorok kering yang disebabkan oleh cuaca, minuman berkafein, atau aktivitas fisik seperti olahraga biasanya akan segera mereda setelah Anda meningkatkan asupan cairan. Namun, pada beberapa kasus, tenggorok tetap terasa kering meskipun Anda sudah minum air sebanyak-banyaknya. Jangan menyepelekan kondisi ini, terutama jika sudah berlangsung selama beberapa hari dan diikuti keluhan kesehatan lain. Untuk mencari tahu penyebabnya, simak berbagai kemungkinan penyakit yang ditandai dengan tenggorok kering berikut ini.

1. Penyakit amandel

Amandel yang terletak di bagian belakang tenggorok bertugas untuk membantu sistem daya tahan tubuh dengan cara menghalangi berbagai kuman memasuki saluran pernapasan. Jika amandel mengalami pembengkakan, ludah akan terhambat untuk masuk ke tenggorok sehingga tenggorok Anda akan terasa kering. Umumnya keluhan lain yang muncul adalah sakit ketika menelan, suara serak, napas beraroma tak sedap, dan demam.

2. Alergi

Beberapa jenis alergen seperti serbuk bunga, asap rokok, dan hewan peliharaan bisa menyebabkan reaksi alergi berupa tenggorok kering. Jika tenggorok kering Anda tak kunjung mereda setelah berhari-hari dan disertai batuk, tenggorok gatal, dan hidung berair, maka besar kemungkinannya Anda mengidap alergi tertentu.

3. Dehidrasi

Salah satu gejala kekurangan cairan adalah tenggorok kering. Tanda-tanda lainnya yang harus Anda perhatikan adalah mulut kering, lidah membengkak, pusing, dan jantung berdebar. Anda juga bisa melihat warna urin untuk memastikan bahwa Anda tidak kekurangan cairan. Jika disepelekan, dehidrasi bisa berakibat fatal. Siapa pun bisa terserang dehidrasi, terlebih jika Anda banyak berkeringat, kurang minum air, atau sedang menderita diare. Berada di ruangan tertutup dengan pendingin ruangan juga bisa membuat Anda lupa minum, padahal tubuh tetap mengeluarkan cairan lewat pernapasan dan penguapan pada kulit. Akibatnya, tubuh jadi dehidrasi dan tenggorok pun terasa kering.

4. Sindrom Sjorgen

Sindrom Sjorgen adalah penyakit autoimun yang menyerang selaput lendir dan kelenjar yang menjaga kelembapan. Biasanya mata, mulut, dan tenggorok adalah bagian tubuh yang akan terasa kering. Penyakit ini bisa menyerang pada usia berapapun, tapi paling banyak ditemui pada wanita di atas 40 tahun. Sindrom Sjorgen juga ditandai dengan nyeri sendi, ruam pada kulit, batuk tidak berdahak, dan pada beberapa kasus disertai dengan serangan penyakit lupus atau rematik.

5. Kanker kelenjar ludah

Kelenjar ludah terletak pada tenggorok, leher, dan mulut. Fungsinya adalah memproduksi cairan untuk menjaga jaringan tetap lembap. Kanker kelenjar ludah biasanya ditunjukkan lewat gejala tenggorok dan mulut kering, pembengkakan leher, dan pada tahap akhir muncul benjolan yang menyebabkan sulit menelan. Kanker ini jarang terjadi dan penyebabnya bermacam-macam, mulai dari pola makan yang tinggi lemak, kebiasaan merokok, hingga keturunan.

6. Sleep apnea

Hati-hati jika Anda sering bangun tidur dengan tenggorok yang terasa kering dan perih. Bisa jadi Anda mengidap sleep apnea. Sleep apnea adalah gangguan tidur yang menyebabkan seseorang kesulitan bernapas. Biasanya penyakit ini juga ditandai dengan rasa lelah atau mengantuk padahal sudah tidur cukup, sakit kepala di pagi hari, dan bangun tiba-tiba karena sesak napas, tersedak, atau terengah-engah. Jika tidak segera ditangani, sleep apnea bisa mengancam nyawa.

7. Laringitis

Penyakit ini terjadi ketika pita suara Anda mengalami peradangan atau iritasi. Biasanya penyakit laringitis disebabkan oleh bakteri atau infeksi virus. Gejala yang ditimbulkan antara lain tenggorok kering, suara serak, demam, dan batuk tak berdahak. Laringitis seharusnya akan mereda setelah kira-kira dua minggu. Namun, jika penyakit ini tak kunjung hilang setelah berminggu-minggu, ada kemungkinan Anda mengidap penyakit laringitis kronis yang membutuhkan waktu lebih lama untuk pulih.

Cara meredakan tenggorok kering

tenggorok yang kering tentu membuat Anda tidak nyaman dan sulit melakukan aktivitas sehari-hari seperti makan atau berbicara. Selain minum banyak air untuk meredakan tenggorok kering, silakan coba berbagai cara berikut ini.

Kumur air garam

Larutkan garam dalam air hangat dan berkumurlah selama 30 sampai 60 detik. Garam mampu mengurangi pembengkakan dan iritasi sekaligus membersihkan virus-virus yang bersarang di mulut dan tenggorok.

Permen pelega tenggorok

Permen pelega tenggorok bisa melembapkan jaringan-jaringan pada mulut dan tenggorok. Selain itu, permen ini juga akan merangsang produksi ludah yang akan membantu membasahi tenggorok. Hindari permen pelega tenggorok yang mengandung gula atau perasa tambahan supaya tenggorok tidak terasa gatal.

Madu

Madu memiliki efek melegakan tenggorok dan berfungsi sebagai antiseptik dan antibakteri alami. Selain itu, tekstur madu yang kental akan membantu menjaga kelembapan di tenggorok lebih lama. Anda bisa mencampurkan madu dengan air hangat atau teh, tapi bisa juga Anda konsumsi langsung.