Berita Kesehatan
Ini Cara Efektif Jaga Kesehatan Mulut dan Tenggorokan Selama Puasa
Senin, 13 Mei 2019 11:18:18

Saat puasa, tubuh mendapat berbagai keuntungan seperti kesempatan berisitirahat bagi alat pencernaan dan perbaikan proses regenerasi saluran cerna. Namun, puasa juga memberikan risiko dehidrasi yang menyebabkan kering dan turunnya daya tahan tubuh hingga lebih berisiko terkena infeksi kuman pada rongga mulut.


Kesehatan tenggorokan ketika berpuasa perlu dijaga agar ibadah puasa bisa berjalan dengan maksimal. Untuk mencegah infeksi tenggorokan saat puasa, penting untuk memperhatikan pilihan makanan dan minuman yang dikonsumsi ketika sahur dan berbuka. Selain itu, sebaiknya rutin melakukan berkumur saat sahur dan sebelum tidur.


“Saat berpuasa, tubuh kita tidak diisi dengan nutrisi selama hampir 14 jam. Ketika berbuka atau sahur, tubuh membutuhkan penyesuaian kembali dengan apa yang masuk ke dalam tubuh, begitu juga dengan tenggorokan. Untuk mencegah infeksi pada tenggorokan, pilihlah makanan dan minuman yang sesuai dengan suhu tubuh normal manusia yaitu 37 derajat Celcius. Makanan dan minuman yang terlalu panas atau dingin bisa memicu reaksi stres pada mukosa tenggorokan sehingga kuman lebih mudah masuk. Hindari juga makanan berminyak seperti gorengan karena itu dapat menyebabkan iritasi di tenggorokan,” jelas Ketua Departemen Ilmu Gizi RSCM Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) dr. Fiastuti Witjaksono dalam keterangan resmi yang diterima Bisnis, Selasa (22/5/2018).


Selain menghindari makanan dan minuman pemicu radang, dia menekankan pentingnya mengonsumsi makanan yang sehat dan seimbang untuk menjaga daya tahan tubuh ketika puasa. Ketika puasa, waktu makan terbagi menjadi tiga, yaitu ketika sahur, berbuka, dan setelah tarawih.


Ketika sahur, utamakan mengonsumsi makanan lengkap yang mengandung karbohidrat, protein, sayur, buah, serta air putih 2-3 gelas.


“Hindari minuman yang manis karena dapat mempercepat rasa lapar muncul. Saat berbuka, barulah awali dengan makanan atau minuman yang manis untuk mengganti kadar glukosa darah yang sudah turun selama berpuasa seperti teh manis, kurma, dan kolak. Lanjutkan dengan makan lengkap yang mengandung karbohidrat, protein, lemak, sayur, buah, serta minum 3-4 gelas air putih. Setelah tarawih bisa diisi kembali dengan makanan kecil serta air putih 1-2 gelas,” tambah Fiastuti.


Untuk menghindari risiko infeksi tenggorokan, masyarakat dianjurkan untuk menjaga kesehatan tenggorokan dengan berkumur menggunakan cairan kumur antiseptik dengan teknik gargle. Teknik ini adalah cara berkumur yang benar, yakni dari rongga mulut hingga pangkal tenggorokan,


Pastikan pula cairan kumur antiseptik Anda mengandung Povidone-Iodine. Kandungan Povidone-Iodine terbukti dapat mengurangi jumlah bakteri dan virus pada rongga mulut sebanyak 99,9% dengan efektivitas tinggi dan waktu singkat.


Berkumur dengan cairan penyegar mulut yang tidak tepat justru akan membuat rongga mulut kita terasa kering. Kondisi ini malah memudahkan bakteri berkembang.


“Povidone-Iodine 1% merupakan zat antimikroba yang memiliki manfaat untuk menjaga kebersihan daerah mulut dan tidak menimbulkan resistensi dan sudah terbukti secara klinis dapat membunuh kuman seperti bakteri, jamur ataupun virus di area mulut dan tenggorok secara efektif. Povidone–Iodine 1% juga aman digunakan pada rongga mulut dan juga daerah tenggorok karena memiliki spectrum yang luas, dapat membantu mempercepat penyembuhan luka infeksi di rongga mulut, dan membantu menghentikan pendarahan," ungkap Educator & Trainer Mundipharma Indonesia dr. Mery Sulastri.


Dia menganjurkan untuk melakukan gargle selama 30 detik menggunakan cairan kumur antiseptik yang mengandung Povidone-Iodine. Selama puasa, gargledirekomendasikan dilakukan dua kali sehari, yaitu saat sahur setelah selesai makan dan sebelum tidur.