Berita Kesehatan
Ini 5 Tanda Kamu Harus Mulai Mengkhawatirkan Sakit Tenggorokanmu
Senin, 20 Mei 2019 09:01:21

Sakit tenggorokan mungkin umum terjadi di sekitarmu, terlebih jika memasuki pergantian musim. Meski begitu, mungkin sering kamu mengabaikan sakit tenggorokanmu dan membiarkannya sembuh dengan sendirinya.

Sebenarnya, kapan sih kamu harus khawatir dengan sakitmu dan perlu berobat ke dokter? Berikut tanda - tandanya :


1. Sakit tenggorokan karena virus


Saat pergantian musim, sakit tenggorokan biasanya sering terjadi karena virus. Meski seringkali terjangkit tiba-tiba, nyatanya sembuhnya cepat juga. Virus seperti flu biasanya dimulai dari sakit tenggorokan. Beberapa merasa biasa saja, namun sebagian yang lain bisa jadi sangat menyakitkan. Sakit tenggorokan karena virus biasanya berlangsung beberapa hari, kemudian menghilang begitu saja. Biasanya diikuti dengan gejala hidung berair, tersumbat, hingga kotor.


Hari-hari awal akan terasa buruk kemudian memuncak di hari ketiga hingga kelima. Lalu, secara bertahap akan meningkat di hari-hari berikutnya. Kebanyakan, orang akan merasa jauh lebih baik memasuki hari ketujuh dan kesepuluh. Gak ada yang bilang kalau virus gak jahat. Meski begitu, mereka lebih mengganggu daripada bakteri. Sayangnya, virus gak punya obat seperti bakteri. Semoga saja nantinya bakal ada yang mengembangkan obat untuk virus.


2. Bisa juga disebabkan oleh bakteri radang tenggorokan


Sakit tenggorokan bisa juga disebabkan oleh bakteri Streptococcus pyogenes yang biasa menyebabkan radang tenggorokan. Radang tenggorokan tidak sesering virus dalam menginfeksi tenggorokan. Biasanya pun lebih sering menjangkit anak-anak dan remaja ketimbang orang dewasa. Adapun, gejalanya, antara lain demam, pembesaran kelenjar getah bening di sekitar leher dan tenggorokan, dan pustula (benjolan) pada amandel di belakang tenggorokan. Biasanya gejalanya gak disertai dengan hidung berair dan batuk. Rasanya hanya sakit tenggorokan disertai demam.


Untuk mengurangi radang, kamu bisa mengonsumsi penicillin atau amoxicillin. Meski begitu, kadang radang tenggorokan juga bisa hilang dengan sendirinya dalam dua hingga lima hari, bahkan tanpa pengobatan. Itu karena sistem kekebalan tubuh yang baik yang mampu memerangi infeksi. Namun, sebaiknya kamu mengonsumsi antibiotik jika mengalami radang.


3. Akibat alergi, seperti serbuk sari dan debu


Salah satu penyebab sakit tenggorokan yang lebih kronis adalah alergi. Adapun rangsangan alergi di udara, seperti serbuk sari atau debu memicu sistem kekebalan tubuh untuk melawan saat terhirup. Sebagai respons peradangan, saluran hidung akan menghasilkan cairan. Cairan itu kemudian akan keluar dari lubang hidung, wajah, atau belakang tenggorokan atau postnasal drip. Fenomena tersebut pun terjadi saat mengalami flu biasa.


Postnasal drip bisa mengiritasi bagian belakang tenggorokan sehingga terasa sakit. Sakit tenggorokan pun bisa datang dan pergi tergantung dengan alergi. Biasanya lebih ringan daripada virus dan radang, namun bisa berlangsung lama. Ini bisa juga menyebabkanmu batuk terus-menerus.


4. Disebabkan oleh acid reflux


Acid reflux adalah penyebab lain dari sakit tenggorokan kronis. Acid reflux dapat mengikis dan mengiritasi tenggorokan. Rasanya sakit dan gak nyaman. Bisa menyebabkan batuk yang kronis dan menjengkelkan.


Biasanya disebabkan oleh makanan tertentu, seperti jeruk, kafein, makanan pedas, mint, blueberry, tomat, soda, dan makanan berminyak. Bisa juga disebabkan oleh asap rokok. Akibatnya, isi makanan bisa dengan mudah keluar dari perut ke atas.


5. Kapan sebaiknya kamu khawatir dan berobat?


Meski tampak sepele, kamu perlu waspada jika kamu mengalami demam lebih dari tujuh hari, sulit bernapas, berliur, sulit bicara, sulit membuka mulut, leher kaku, ruam, sakit tenggorokan kronis datang dan pergi, serta terasa sakit yang gak tertahankan.