Berita Kesehatan
Rokok Elektrik Ternyata Bisa Timbulkan Komplikasi
Rabu, 29 Mei 2019 12:59:23

Rokok elektrik atau yang akrab disebut dengan vape, kini digadang-gadang sebagai alternatif dari rokok konvensional. Sayangnya, klaim bahwa rokok elektrik aman justru ditepis oleh sejumlah dokter spesialis dalam konferensi pers bersama Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI).

"Pada kesempatan ini, para dokter dari ahli kesehatan serta lembaga masyarakat mencegah eksploitasi industri rokok dalam produk yang berbeda dengan isi yang sama. Menjadi alternatif, rokok elektronik justru menimbulkan penyakit komplikasi," kata Ketua Umum PB IDI, Dr. Daeng M Faqih, SH MH di Kantor PB IDI, Jakarta, Selasa (14/5).

Adapun, rokok elektronik justru dapat menimbulkan beberapa komplikasi seperti penyakit kardiovaskular, paru-paru, tuberkulosis, kanker, dan lainnya.

"Kita perlu hati-hati dalam mengambil sikap terkait rokok elektronik. Di samping itu, belum adanya cukup bukti ilmiah bahwa rokok elektronik itu aman sebagai alat untuk berhenti merokok," sebut dr. Widyastuti Soerojo selaku perwakilan dari Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat (IAKMI).

Hal senada juga diungkapkan oleh perwakilan Perkumpulan Pemberantasan Tuberkulosis Indonesia (PPTI), Dr. dr. Erlina Burhan, msc, SpP(K). Rokok elektronik dinilai dapat menimbulkan penyakit tuberkulosis karena tetap ada zat nikotinnya.

"Terdapat 7x1011 zat radikal per-hirup rokok elektronik yang akan meningkatkan stres oksidatif dan memiliki efek pengubah status imun yang mirip dengan rokok reguler. Kandungan zat berbahaya dalam rokok elektronik adalah nikotin dan ICAM-4 yang dapat meningkatkan penempelan bakteri tuberkulosis," imbuhnya.