Berita Kesehatan
Abu Vulkanik Bromo Ancam Kesehatan Paru-paru, Begini Cegah Dampaknya
Kamis, 13 Jun 2019 13:43:17

Gunung Bromo di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, mengalami letusan sebanyak 28 kali pada Selasa, 19 Maret 2019 sehingga muncul hujan abu vulkanik. Status Gunung Bromo pun masih tetap waspada. Namun masyarakat disarankan untuk menggunakan masker dan kacamata karena abu vulaknik sangat pekat dan bisa mengancam kesehatan paru-paru.

Berdasarkan catatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur, abu vulkanik menyembur ke 9 desa di 3 kecamatan sekitar kawasan Gunung Bromo. Sembilan desa itu adalah Desa Ledokombo dan Desa Wonokerso di Kecamatan Sumber. Kecamatan Sukapura adalah kecamatan yang desanya paling banyak terkena hujan abu vulkanik, yakni Desa Ngadisari, Ngadirejo, Wonokerto, Ngadas, Wonotoro, dan Desa Jetak. 

Bahkan abu vulkanik sudah sampai dan mulai dirasakan masyarakat Desa Argosari Kecamatan Senduro Kabupaten Lumajang, terutama di kawasan yang dikenal di Puncak Argosari B-29. "Masyarakat Argosari B-29 mulai merasakan dampak erupsi abu vulkanik Gunung Bromo, karena arah angin mengarah ke selatan, tepat ke Argosari B-29," kata Kepala Bidang Kesiapsiagaan, Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang, Wawan Hadi melalui siaran persnya, Rabu, 20 Maret 2019. 

Abu vulkanik dirasakan dalam intensitas tipis oleh warga Argosari. Abu vulkanik juga terlihat menempel di tumbuhan dan bangunan. "Khusus wilayah puncak wisata B-29, hujan abu vulkanik dirasakan cukup deras sehingga dihimbau untuk para wisatawan untuk tidak berkunjung ke kawasan wisata Puncak B-29 selama erupsi Gunung Bromo terjadi," ujar Wawan.

Wawan mengakui hujan abu vulkanik itu cukup mengganggu aktivitas warga setempat. BPBD Lumajang, lanjut Wawan, juga membagikan masker kepada warga Desa Argosari. Setidaknya ada 10 kotak masker yang diserahkan kepada warga melalui kepala desa setempat.

Masyarakat Dihimbau Pakai Masker

Lantaran berbahaya, BPBD Lumajang pun menyarankan supaya masyarakat memakai penutup muka saat beraktivitas di luar rumah. Para wisatawan juga untuk sementara dihimbau tidak berwisata ke Puncak B-29, sebuah bukit berketinggian 2.900 Mdpl dengan pemandangan lautan pasir Gunung Bromo, bukit Teletubbies, juga puncak Mahameru Gunung Semeru. Kawasan itu juga disebut negeri di atas awan.

Selain itu, abu vulkanik yang tersebar di udara usai erupsi gunung juga menyimpan kandungan berbahaya bagi kesehatan manusia, salah satunya menyebabkan penyakit paru yang fatal. Gas yang dikeluarkan saat erupsi gunung berapi antara lain karbonmonoksida (CO), karbondioksida (CO2), hidrogen sulfide (H2S), sulfurdioksida (S02), dan nitrogen (NO2). 

Perlu diketahui, semua zat tersebut berbahaya bagi manusia. Sementara itu, abu vulkanik mengandung mineral kuarsa, krsitobalit atau tridimit. Zat ini adalah kristal silika bebas atau silikon dioksida (SiO2) yang bisa menyebabkan silikosis atau penyakit paru yang fatal.

Sederet Hal yang Bisa Dilakukan untuk Mencegah Dampak Bahaya Abu

Untuk pencegahannya, masyarakat yang terdampak abu vulkanik bisa menutup jendela rumah, pintu dan meminimalkan penggunaan pemanas atau pendingin udara. Hal itu bertujuan untuk mengurangi abu masuk ke dalam rumah. Lalu, masyarakat diimbau untuk menggunakan masker tipe N-95 dan kacamata ketika di luar ruangan atau saat membersihkan abu. 

Meski begitu, apabila tidak ada masker jenis N-95, masker tipe biasa tetap diperbolehkan untuk dipakai. Hal lainnya adalah percikan air sebelum membersihkan abu yang sangat penting agar abu tidak menyebar saat ke udara saat dibersihkan. Selain itu, gunakanlah pelindung tubuh agar abu tidak menempel langsung di kulit. 

Masyarakat juga diimbau untuk menghindari dulu mengemudi kendaraan. Yang perlu diperhatikan lagi adalah hindari minum air yang sudah terkontaminasi dengan abu vulkanik. Masyarakat juga harus memperhatikan betul setiap peringatan dan patuhi instruksi dari pihak terkait. Misalnya saja dari dinas kesehatan setempat, di mana mereka biasanya akan menyampaikan informasi penting kepada masyarakat kapan waktu yang aman dan tepat untuk pergi keluar, mengemudi, dan menggunakan air untuk diminum.

Lalu, bagi masyarakat yang sudah mengidap penyakit asma atau bronkhitis, dan penyakit paru obsturik kronik, diharapkan untuk berhati-hati karena kondisi udara pasca erupsi biasaya menyebabkan kesulitan untuk bernapas.