Berita Kesehatan
Selasa, 18 Jun 2019 13:39:54

 Menurut WHO, setiap detik setidaknya ada satu orang yang terinfeksi tuberkulosis (TBC) atau Tubercle bacillus (TB) di dunia. Indonesia sendiri menempati peringkat kedua sebagai negara dengan kasus penyakit TBC terbanyak di dunia setelah India. TBC bahkan menjadi infeksi penyebab kematian nomor satu di Indonesia. Sayangnya, masih banyak yang tidak menyadari atau bahkan tidak tahu tentang penyakit ini, termasuk gejalanya.

Jika kamu sering batuk tapi tak kunjung sembuh, kamu perlu waspada. Mungkin saja itu adalah salah satu gejala penyakit TBC. Penyakit menular ini merupakan infeksi serius yang menyerang paru-paru seseorang. Bakteri yang menyebabkan TB bisa menyebar dari satu orang ke orang lain melalui tetesan kecil yang dilepaskan ke udara melalui batuk dan bersin. Jika TB tak diobati hingga tuntas bisa berakibat fatal.

TB disebabkan bakteri Mycobacterium tuberculosis, kuman yang ditularkan melalui udara dan dari satu orang ke orang lain. Kadang-kadang, bakteri menyebar ke organ lain dan bisa menyebabkan meningitis. Sebagian muncul karena HIV, virus yang menyebabkan AIDS. HIV melemahkan sistem kekebalan tubuh sehingga sistem kekebalan tubuh seseorang tak bisa melawan kuman TB. Seseorang yang menderita TBC biasanya memiliki gejala batuk dan bersin. Oleh karena itu penyakit ini mampu menular melalui butiran ludah yang menyembur ke udara. Berikut gejala penyakit TBC :

Macam-macam TBC dan Pengobatannya

Berikut macam-macam TBC antara lain:

1. TB Laten

Pada kondisi ini, kamu memiliki infeksi TB, tapi bakteri dalam tubuh dalam keadaan tidak aktif serta tak menimbulkan gejala. TB laten juga disebut TB tidak aktif atau TB infeksi yang tak menular. Namun, bisa berubah menjadi aktif sehingga pengobatan penting bagi TB laten untuk membantu mengendalikan penyebaran.

2. TB aktif

Kondisi membuat kamu sakit dan bisa menularkan ke orang lain. Ini bisa terjadi beberapa minggu pertama setelah terinfeksi bakteri TB atau beberapa tahun kemudian.

Pengobatan Penyakit TBC

Obat-obatan merupakan dasar pengobatan tuberkulosis. Tapi mengobati TB memakan waktu lebih lama dibanding mengobati infeksi bakteri jenis lain. Kamu harus minum antibiotik setidaknya selama enam sampai sembilan bulan. Jika kamu mengalami TB laten, kamu mungkin perlu minum satu jenis obat TB. Untuk TB aktif, terutama jika itu adalah virus yang tahan obat, memerlukan beberapa obat sekaligus. Obat-obatan yang paling umum digunakan untuk mengobati tuberkulosis meliputi:

• Isoniazid

• Rifampisin (Rifadin, Rimactane)

• Etambutol (Myambutol)

• Pirazinamid

Menyelesaikan proses pengobatan sangat penting. Kamu mungkin tergoda untuk berhenti minum obat TBC. Tetapi sangat penting jika kamu menyelesaikan terapi obat dan minum obat persis seperti yang ditentukan oleh dokter. Menghentikan pengobatan terlalu cepat atau melewatkan dosis bisa memungkinkan bakteri yang masih hidup menjadi resisten terhadap obat-obatan, yang mengarah ke TB yang jauh lebih berbahaya dan sulit untuk mengobati.