Berita Kesehatan
Waspada Maternal Pneumonia, Lebih dari Sekadar Batuk-Batuk Saat Hamil
Senin, 24 Jun 2019 13:33:53

Dari sekian banyak jenis infeksi yang rentan menyerang ibu hamil, ada satu yang perlu Anda lebih waspadai yaitu pneumonia. Pneumonia saat hamil dapat menimbulkan risiko komplikasi yang cukup tinggi dan bisa berdampak buruk bagi keselamatan janin. Terlebih, gejala maternal pneumonia bisa sangat mirip dengan gejala flu dan batuk biasa. Maka jika Anda belakangan batuk saat hamil, jangan langsung sepelekan. Sebaiknya konsultasikan lebih lanjut dengan dokter kandungan Anda.

Apa penyebab pneumonia saat hamil?

Pneumonia adalah infeksi (virus, bakteri, atau jamur) yang menyerang paru-paru, dan biasanya menjadi komplikasi dari flu parah. Ibu hamil rentan kena infeksi karena daya tahan tubuhnya cenderung melemah akibat perubahan hormon.

Selain itu, risiko pneumonia akan meningkat apabila selama hamil Anda juga:

  • Mengalami anemia.
  • Memiliki asma.
  • Aktif merokok saat hamil.
  • Rutin mengunjungi rumah sakit sehingga rentan tertular infeksi (infeksi nosokomial atau hospital acquired infection / HAI)
  • Mengidap penyakit kronis tertentu; misalnya HIV saat hamil dan memiliki CD4 rendah.

Selain batuk saat hamil, apa lagi gejala maternal pneumonia?

Gejala pneumonia bisa sangat mirip dengan batuk biasa. Namun apabila batuk saat hamil semakin memburuk dari hari ke hari dan disertai dengan sensasi sesak napas yang cukup parah, ini bisa jadi pertanda pneumonia. Apalagi jika sampai mengeluarkan dahak berwarna kuning, hijau, bahkan berdarah.

Selain itu, gejala pneumonia saat hamil bisa meliputi:

  • Badan terasa panas dingin (meriang)
  • Demam
  • Menggigil
  • Kelelahan yang berlebihan
  • Kehilangan selera makan
  • Napas cepat dan dangkal
  • Muntah
  • Nyeri tenggorokan
  • Sakit kepala
  • Sekujur badan terasa nyeri dan ngilu.

Beda dengan gejala batuk saat hamil biasa yang umumnya cepat mereda, gejala pneumonia akan terus-terusan muncul di sepanjang kehamilan dari trimester pertama hingga ketiga. Intensitas keparahannya juga terus meningkat, terlebih jika tidak mendapatkan pengobatan.

Bagaimana membedakan sesak napas biasa dengan yang akibat pneumonia?

Sesak napas adalah keluhan yang umum sepanjang masa kehamilan. Bahkan, beberapa wanita bisa langsung mengeluh sesak napas di trimester awal kehamilannya.

Ini karena selama kehamilan, Anda akan mengalami peningkatan hormon progesteron yang mempersempit kapasitas paru-paru untuk menyimpan dan mengeluarkan udara. Ditambah lagi, berat badan akan terus bertambah sepanjang kehamilan yang dapat menekan paru-paru ibu.

Akan tetapi, sesak napas besar kemungkinan lebih diakibatkan oleh pneumonia apabila Anda sampai tidak bisa menyelesaikan satu kalimat tanpa berhenti di tengah jalan untuk mengambil napas sesekali.

Gejala pneumonia juga menyebabkan dada terasa nyeri hebat saat batuk dan menarik napas dalam-dalam. Sesak napas biasa, termasuk saat hamil, biasanya tidak akan sampai membuat dada nyeri.

Apakah penanganan pneumonia saat hamil berbeda dari biasanya?

Penanganan pneumonia saat hamil tidak begitu jauh berbeda dengan pneumonia biasa. Namun yang perlu diperhatikan, daya tahan tubuh ibu hamil yang cenderung rendah dapat menyebabkan pneumonia muncul lebih parah daripada infeksi pada orang biasa.

Dalam kasus yang cukup parah, pneumonia pada ibu hamil dapat menyebabkan bayi lahir prematur atau dengan  (BBLR), bahkan keguguran. Itu kenapa harus ada penanganan medis yang cepat mumpuni agar tidak sampai menimbulkan risiko komplikasi membahayakan.

Dokter pertama-tama akan lebih dulu memeriksa riwayat kesehatan Anda sejak dari sebelum hamil, mendengarkan suara paru, mendapatkan foto rontgen paru (secara umum, rontgen paru aman untuk kehamilan), hingga analisis sputum (dahak).

Apabila disebabkan oleh infeksi bakteri, dokter akan memberikan obat antibiotik yang aman untuk kehamilan seperti cefalosporin ataupun makrolid. Apabila disebabkan oleh infeksi virus, maka obatnya adalah antiviral.

Selain kedua obat itu, Anda juga mungkin akan diberikan obat penurun panas yang aman bagi ibu hamil serta disarankan untuk istirahat dan mencukupi kebutuhan cairan tubuh agar tidak dehidrasi.

Jangan sembarangan mengonsumsi obat-obatan nonresep ataupun ramuan herbal apa pun tanpa konsultasi dahulu dengan dokter kandungan Anda.

Bisakah pneumonia saat hamil dicegah?

Untuk mencegah kejadian pneumonia, jagalah kebersihan pribadi agar terhindar dari potensi infeksi dan pertahankan kondisi tubuh agar selalu sehat sepanjang masa kehamilan.

Cuci tangan yang rutin dengan cara yang benar, istirahat yang cukup, konsumsi makan-makanan yang bergizi dan seimbang, olahraga teratur, dan sebisa mungkin hindari berada di dekat orang yang sedang sakit.