Berita Kesehatan
Punya Masalah Gigi Sensitif, Bolehkah Memutihkan Gigi?
Senin, 01 Jul 2019 14:15:05

Penampilan gigi yang putih dan bersih dapat menunjang rasa percaya diri. Tak heran, banyak orang yang berlomba-lomba untuk memilikinya, termasuk mereka yang memiliki gigi sensitif. Salah satu cara yang mungkin dilakukan untuk itu adalah memutihkan gigi dengan menggunakan bahan pemutih gigi yang dijual bebas di pasaran. Selain murah, hasilnya juga cepat.

Sayang, medis tidak setuju dengan tindakan memutihkan gigi secara mandiri menggunakan bahan-bahan yang dijual bebas di pasaran. Ini karena tindakan tersebut berisiko tinggi menyebabkan efek merugikan, salah satunya gigi sensitif.

Saat terjadi, gigi sensitif menyebabkan keluhan gigi ngilu khususnya saat terpapar minuman atau makanan panas maupun dingin. Kondisi ini bisa sangat mengganggu aktivitas, bahkan menurunkan kualitas hidup orang yang mengalaminya.

Lantas, bagaimana jika seseorang yang sebelumnya sudah mengalami gigi sensitif namun ingin memutihkan gigi? Apakah tindakan ini mungkin untuk dilakukan?

Memutihkan gigi pada pasien gigi sensitif

Sebelumnya, Anda perlu tahu bahwa tindakan memutihkan gigi hanya dianjurkan untuk dilakukan di bawah pengawasan dokter gigi. Ini karena tindakan tersebut memiliki risiko, sehingga perlu banyak persiapan sebelum benar-benar diterapkan.

Pada tahap awal persiapan, orang yang hendak memutihkan gigi perlu melewati wawancara medis terkait kondisi rongga mulutnya. Hal ini dilakukan untuk memastikan apakah orang tersebut mengalami gigi sensitif, punya tambalan gigi atau karang gigi, menderita gangguan sendi rahang, sariawan, tanda-tanda infeksi gigi atau alergi tertentu.

Setelah itu, dokter gigi mungkin akan mendiskusikan mengenai gaya hidup pasien, pola makan dan kondisi finansial. Ini karena semuanya diperlukan untuk menentukan jenis tindakan mana yang paling efektif dan efisien untuk pasien tersebut.

Bagaimana jika saat wawancara dokter menemukan pasien yang mengalami gigi sensitif atau masalah terkait rongga mulut lainnya? Apakah pasien tersebut tetap diperbolehkan untuk melakukan prosedur memutihkan gigi? Tentu saja. Namun sebelum prosedur dilakukan, pasien perlu melewati serangkaian perawatan untuk mengatasi masalah rongga mulutnya.

Dalam hal gigi sensitif, pasien perlu mengatasi rasa ngilu yang kerap muncul. Dokter biasanya akan menyarankan pasien untuk menggunakan pasta gigi khusus gigi sensitif dan pemberian fluoride selama 2–3 minggu sebelum tindakan memutihkan gigi. Atau, tindakan tersebut bisa dilakukan secara paralel saat prosedur memutihkan gigi berjalan.

Tak berhenti di situ, orang tersebut juga mungkin akan disarankan untuk menggunakan bleaching tray yang diisi dengan gel yang mengandung sodium fluoride atau potassium nitrate 10–30 menit sebelum dan sesudah tindakan memutihkan gigi diterapkan. Dokter gigi juga mungkin akan menyarankan pasien untuk mengonsumsi obat antiradang (NSAIDs) untuk meredakan rasa ngilu.

Menurut European Journal of Dentistry, pemberian vitamin gigi yang mengandung CPP-ACP sebelum dan sesudah tindakan memutihkan gigi juga perlu diterapkan. Ini dilakukan untuk mencegah agar gigi tidak mengalami kerusakan lebih lanjut, sehingga tidak menyebabkan rasa ngilu setelah tindakan memutihkan gigi.

Nah, jadi, penderita gigi sensitif boleh saja memutihkan gigi. Selama dilakukan di bawah pengawasan dokter gigi yang ahli dan tersertifikasi, Anda tidak perlu khawatir akan segala efek samping yang mungkin terjadi. Hal penting yang perlu selalu diingat, baik penderita gigi sensitif maupun masyarakat pada umumnya, jangan sekali-kali melakukan prosedur memutihkan gigi secara mandiri. Selain berisiko tinggi, tindakan tersebut juga belum tentu memberikan hasil yang efektif mengingat bahan-bahan yang digunakan tidak pasti terjamin kualitasnya.