Berita Kesehatan
Memutihkan Gigi dengan Charcoal, Efektifkah?
Kamis, 11 Jul 2019 14:11:25
Salah satu metode untuk memutihkan gigi adalah menyikat gigi dengan charcoal. Namun, benarkah cara ini efektif?

Berbagai cara dilakukan demi mendapatkan gigi yang putih untuk menunjang penampilan. Nah, salah satu metode instan memutihkan gigi yang sedang tren saat ini adalah dengan menyikat gigi dengan charcoal. Akan tetapi, apakah charcoal atau arang aktif ini benar-benar efektif dapat memutihkan gigi?

Pemanfaatan charcoal

Charcoal pada awalnya dimanfaatkan oleh orang-orang di Benua Afrika untuk membersihkan gigi karena belum tersedianya pasta gigi di sana. Charcoal, terutama jenis activated charcoal, dikenal memiliki daya serap tinggi.

Bahkan, pada tahun 1990-an, WHO menyatakan bahwa activated charcoal dapat digunakan sebagai terapi untuk keracunan dan atau overdosis. Selain itu, activated charcoal juga dapat digunakan untuk detoks tubuh, penurunan berat badan, meredakan kembung, dan menurunkan kadar kolesterol dalam darah.

Karena manfaat-manfaat itulah, saat ini banyak pasta gigi yang mengandung charcoal. Pasta gigi dengan charcoal diklaim dapat membantu membersihkan permukaan dari noda gigi, bahkan dapat memutihkan gigi. Benarkah demikian?

Charcoal untuk putihkan gigi?

Menggosok gigi dengan pasta gigi yang mengandung activated charcoal memang mampu mengikat noda dan kotoran yang menempel. Akan tetapi, jika Anda tidak menggunakannya dengan hati-hati justru akan membuat gigi menjadi kuning.

Dikutip dari jurnal Pharmaceutical, sampai saat ini, belum ada penelitian ilmiah yang membuktikan keefektifan pasta gigi arang dalam pemutihan gigi, kebersihan mulut, dan mengatasi bau mulut. Jurnal American Dental Association juga menyatakan bahwa penggunaan charcoal untuk pasta gigi tidak terbukti efektif sebagai antibakteri, antivirus, antijamur, dan detoks rongga mulut.

Selain itu, pasta gigi charcoal biasanya berwarna hitam. Otomatis, saat menyikat gigi, Anda akan berusaha untuk menghilangkan warna hitam tersebut. Anda pun cenderung menyikat gigi lebih lama dan keras dari biasanya. Padahal, menyikat gigi dengan kekuatan yang terlalu keras dapat menyebabkan gigi menjadi abrasi.

Pengikisan karena charcoal tersebut dapat meningkatkan dan membuat permukaan enamel gigi menjadi lebih kasar. Hal ini bertentangan dengan prinsip sebagai pasta gigi yang ideal, yaitu mampu untuk membersihkan gigi secara maksimal dengan tingkat pengikisan yang seminimal mungkin.

Sebuah tulisan di Journal of Physics Conference Serie membenarkan hal tersebut. Menurut tulisan tersebut, setelah pemakaian pasta gigi mengandung charcoal selama satu bulan, permukaan enamel gigi menjadi lebih kasar.

Partikel di dalam pasta gigi charcoal juga dapat tertinggal di bagian leher gigi dan bagian gigi lainnya, seperti gigi yang memiliki garis retak, celah antara tambalan dan permukaan gigi. Akibatnya, dapat muncul garis abu-abu atau hitam di sepanjang garis tambalan gigi tersebut.

Tidak disarankan dipakai setiap hari

Pasta gigi charcoal juga tidak disarankan untuk digunakan setiap hari karena pada pasta gigi tersebut sudah ditambahkan activated charcoal. Cara kerja dari pasta gigi charcoaladalah kombinasi antara pengikisan permukaan enamel gigi agar menjadi lebih putih dan memperkecil penyerapan dari stain yang disebabkan dari luar gigi.

Di dalam kandungan bahan charcoal tersebut biasanya produsen pasta gigi sudah menambahkan bahan lain untuk memutihkan gigi. Namun sayang, bahan lain seperti fluoride yang dapat membantu mencegah karies gigi malah dihilangkan. Ini dilakukan karena charcoal akan menyerap fluoride sehingga efek memutihkan giginya akan berkurang.

Pasta gigi charcoal ternyata paling efektif digunakan jika Anda ingin menunda sedikit jadwal kontrol ke dokter gigi, misalnya untuk pembersihan karang gigi. Jadi baik digunakan dalam keadaan gigi yang sudah bersih.

Jika ingin menggunakan pasta gigi charcoal untuk memutihkan gigi, Anda harus memperhatikan kandungan bahan di dalamnya. Jangan sampai pasta gigi tersebut justru membuang kandungan fluoride sehingga mengurangi perlindungan terhadap gigi berlubang. Selain itu, hindari menggosok gigi terlalu keras karena akan merusak lapisan terluar gigi Anda.