Berita Kesehatan
Ketahui Cara Menangani Gigi Patah
Selasa, 06 Ags 2019 09:48:01

Banyak hal yang bisa menyebabkan gigi patah, misalnya terjatuh, berkelahi, kecelakaan, terbentur benda keras, atau menggigit es batu. Untungnya, gigi patah terkadang bisa ditempel kembali sehingga tampak seperti sedia kala.

Saat mengalami gigi patah, jangan langsung membuang patahannya. Simpan bagian yang patah tersebut dan bawa ke dokter gigi terdekat secepat mungkin. Jika memungkinkan, dokter akan menyambung kembali patahan tersebut ke gigi. Semakin lama didiamkan, semakin sulit bagi dokter gigi untuk memperbaiki gigi patah tersebut.

Pertolongan Pertama Gigi Patah

Sebelum ke dokter gigi, disarankan untuk melakukan beberapa tips di bawah ini sebagai pertolongan awal untuk gigi patah:

  • Cobalah untuk menempelkan patahan gigi ke gigi asalnya. Kemudian gigit kain kasa atau kantong teh basah pelan-pelan agar gigi tidak banyak bergerak. Hati-hati, jangan sampai patahan gigi tersebut tertelan.
  • Kalau merasa kesulitan melakukan cara di atas, taruh gigi yang patah di dalam wadah berisi sedikit susu sapi atau air liur, lalu bawa ke dokter gigi.
  • Jika gigi terasa sakit, minum obat pereda nyeri, seperti paracetamol atau obat antinyeri lain yang dijual bebas. Minyak cengkeh juga dapat membantu mengurangi nyeri.
  • Jika gigi patah menyebabkan ujung gigi menjadi tajam, tambal dengan sedikit lilin parafin atau permen karet tanpa gula. Hal ini dimaksudkan agar gigi tidak melukai lidah, bibir, atau pipi bagian dalam.
  • Jika lapar, konsumsilah makanan lunak dan jangan mengigit makanan menggunakan gigi yang patah.

Penanganan Gigi Patah oleh Dokter

Penanganan gigi patah tergantung pada seberapa parah kerusakannya. Jika ringan, perbaikan biasanya dapat dilakukan hanya dalam satu kali kunjungan dokter. Jika parah, diperlukan prosedur yang lebih panjang dan mahal.

Berikut beberapa cara memperbaiki gigi rusak yang dapat dilakukan oleh dokter gigi

1. Menempel patahan gigi (gluing)

Dengan menggunakan lem khusus, dokter gigi dapat menempelkan kembali potongan gigi yang patah ke gigi asalnya.

2. Bonding

Dokter gigi juga bisa menggunakan resin atau bahan khusus untuk memperbaiki gigi patah. Pertama-tama, permukaan gigi digosok dengan cairan atau gel. Selanjutnya, potongan gigi ditempel menggunakan bahan perekat khusus gigi dan resin yang sewarna dengan gigi. Setelah terlihat seperti gigi alami, bahan tersebut akan dikeraskan dengan sinar ultraviolet.

3. Filling

Jika yang patah hanya sepotong kecil lapisan pelindung (enamel) gigi, dokter dapat memperbaiki kerusakan dengan menambal gigi.

4. Crown gigi

Jika gigi yang patah berukuran besar atau rusak parah, dokter dapat menutup gigi yang masih menempel di gusi dengan crown gigi.

5. Veneer gigi

Dokter gigi juga bisa memperbaiki gigi patah dengan veneer, sehingga gigi tampak utuh kembali. Lapisan yang menutupi seluruh gigi ini dapat terbuat dari porselen yang sewarna dengan gigi atau bahan resin komposit.

6. Perawatan saluran akar gigi

Jika gigi yang patah cukup besar dan membuat pulpa (bagian gigi yang berisi saraf dan pembuluh darah) terlihat, dokter akan menyarankan prosedur perawatan saluran akar gigi. Ini dilakukan agar bakteri dari mulut tidak dapat masuk dan menginfeksi pulpa.

Segera pergi ke dokter gigi atau instalasi gawat darurat (IGD) di rumah sakit terdekat jika mengalami gigi patah. Bila cepat ditangani, kerusakan gigi permanen dan risiko komplikasi, seperti sakit gigi atau infeksi, dapat dicegah. Setelah itu, jangan lupa untuk rutin melakukan pemeriksaan gigi sesuai anjuran dokter gigi.