Berita Kesehatan
Cari Tahu Jenis Obat Tetes Telinga Beserta Cara Pakainya Agar Tak Salah
Rabu, 21 Ags 2019 10:06:03

Ada berbagai macam obat tetes telinga yang bisa digunakan untuk menghilangkan masalah di indra pendengaran Anda. Sakit telinga bisa menyerang siapa saja, baik dewasa maupun anak-anak, itu sebabnya mengetahui berbagai jenis obat ini penting pula agar tak salah langkah.

Bicara soal obat sakit telinga, selain ada banyak jenisnya, cara memakai obatnya pun ternyata harus Anda perhatikan dengan benar, lho! Untuk itu, yuk simak berbagai informasi di bawah ini khususnya mengenai obat tetes telinga dari mulai penyebab penyakitnya bahkan sampai kisaran harga obatnya.

Penyebab telinga sakit

Ada banyak hal yang menyebabkan seseorang bisa mengalami sakit telinga. Yang jelas, infeksi telinga adalah penyebab paling umum dari rasa sakit yang menganggu ini.

Ketika telinga infeksi, peradangan dan penumpukan tekanan di dalam telinga terjadi. Inilah yang menimbulkan rasa sakit, bukan hanya sebentar, bahkan bisa terus-menerus.

Infeksi telinga yang paling umum yakni infeksi telinga bagian luar. Infeksi ini disebabkan oleh keberadaan bakteri dan jamur di dalam telinga. Selain itu, infeksi telinga bagian tengah atau biasa disebut otitis media juga bisa terjadi. Pada penyakit ini, infeksi yang terjadi berada di bagian telinga yang lebih dalam.

Meski begitu, bukan berarti setiap rasa sakit di telinga menandakan bahwa Anda terkena infeksi telinga. Kondisi ini hanya dapat didiagnosis oleh dokter.

Anda tidak boleh langsung minum antibiotik atau obat tetes telinga tanpa resep untuk menghilangkan rasa sakit yang dirasakan. Bisa saja sakit telinga yang Anda rasakan muncul karena penyebab lainnya, seperti:

  • Terjadinya infeksi di tempat lain dalam tubuh, misalnya sakit gigi dan infeksi gusi yang rasa sakitnya menjalar hingga ke telinga
  • Kondisi disfungsi sendi temporomandibular
  • Infeksi kulit yang terjadi di dalam atau sekitar telinga juga bisa membuat Anda merasa sakit
  • Reaksi alergi yang mungkin timbul karena berbagai hal, misalnya penggunaan sampo, anting, dan produk lain
  • Masuknya sebuah benda ke dalam telinga
  • Infeksi sinus (sinusitis)
  • Mastoiditis, yakni infeksi yang terjadi di tulang mastoid telinga. Infeksi ini menutup saluran eustachius yang menghubungkan telinga dengan tenggorokan
  • Barotrauma telinga
  • Pecahnya atau robeknya gendang telinga
  • Tonsilitis (lebih sering terjadi pada anak-anak)

Tanda dan gejala masalah pada telinga

Saat telinga terasa sakit, penyebabnya pasti berbeda-beda. Namun, Anda perlu mengenali beberapa gejala yang biasanya menandai masalah pada telinga, yaitu:

  • Telinga terasa sakit apalagi saat tiduran
  • Sakit kepala
  • Kesulitan tidur
  • Kesulitan mendengar dari biasanya
  • Demam hingga 38 derajat celcius
  • Keseimbangan menurun
  • Selera makan menurun khususnya pada anak
  • Adanya cairan yang keluar dari telinga
  • Saluran telinga memerah
  • Ada sensasi panas dalam telinga
  • Terasa gatal
  • Ada rasa tidak nyaman dalam telinga
  • Pembengkakan di sekitar telinga
  • Mual dan muntah

Obat tetes untuk sakit telinga

Untuk mengobati sakit telinga, dokter mungkin akan meresepkan obat sakit telinga dalam bentuk tetes. Ya, obat tetes telinga adalah jenis obat yang paling umum untuk penyakit yang satu ini.

Berdasarkan jenisnya, ada beberapa obat tetes telinga bisa Anda temui, yaitu:

  • Obat tetes dengan kandungan antibiotik untuk menangani infeksi akibat bakteri
  • Obat tetes dengan kandungan steroid untuk meredakan pembengkakan dan rasa nyeri
  • Obat tetes dengan kandungan antijamur untuk menangani infeksi jamur dalam telinga

Beberapa obat sakit telinga memang mengandung satu kandungan utama untuk membasmi bakteri, akan tetapi tidak semua obat seperti itu.

Sekarang ini, banyak obat sakit telinga yang kandungan obat di dalamnya merupakan kombinasi antara pereda nyeri dan penghilang bakteri atau jamur.  Dengan begitu obat-obatan tersebut bisa digunakan lebih praktis. Meskipun begitu, semua penggunaan jenis obat ini harus dipantau oleh dokter THT Anda.

Efek samping obat tetes telinga

Apa pun obat tetes telinga yang Anda beli dan berapa pun harganya, jika digunakan tidak sesuai dengan anjurannya bisa jadi menimbulkan masalah baru.

Obat tetes telinga termasuk jenis obat topikal, yakni digunakan khusus di satu tempat  yang memang memerlukan obat, dalam kasus ini di liang telinga.

Obat seperti ini biasanya hanya dipakai dalam beberapa minggu. Contohnya, neomycin hanya bisa dipakai berturut-turut dalam waktu seminggu. Lebih dari itu, obat tetes justru akan memicu pertumbuhan jamur dan menyebabkan infeksi jamur baru. Kondisi ini akan jadi lebih sulit diobati dan memerlukan pengobatan lebih lanjut lagi.

Selain itu, dosis yang terlalu besar dan jangka waktu yang digunakan terlalu lama bisa juga menimbulkan peradangan dan eksim di liang telinga.

Penggunaan obat tetes telinga juga dapat meningkatkan risiko tuli akibat obat, khususnya pada orang yang mengalami telah mengalami perforasi (pecahnya) gendang akibat infeksi. Jika kondisi gendang telinga sudah terbuka, maka harus hati-hati dalam pemberian obat tetes ini.

Oleh karena berbagai macam efek samping inilah tetap diperlukan konsultasi dengan dokter sebelum menggunakan salah satunya. Dengan berkonsultasi, efek samping obat yang Anda gunakan bisa diminimalisir.

Tidak semua tetes telinga adalah obat untuk infeksi

Meski kebanyakan obat infeksi indra pendengaran Anda tersedia dalam bentuk tetes, bukan berarti semua obat tetes ini berfungsi untuk menyebuhkan infeksi. Tak hanya untuk membasmi bakteri, kuman, dan menghilangkan rasa nyeri, obat ini juga jadi pembersih telinga Anda.

Terdapat beberapa kandungan dalam obat pembersih telinga untuk menjaga kebersihan indra pendengaran Anda. Beberapa bahan di antaranya, yaitu alkohol, gentian violet, m-cresyl asetat, thimerosal, dan thymol. Kandungan-kandungan ini efektif membersihkan kotoran di telinga.

Tak hanya menjaga kebersihan telinga dengan membersihkan bakteri, pembersih telinga tetes juga dapat membersihkan earwax atau kotoran telinga.

Beberapa jenis obat pembersih telinga sebagaimana dilansir dalam laman BPOM RI, antara lain:

Natrium dokusat

Natrium dokusat ditemukan dalam berbagai obat pembersih telinga seperti forumen. Natrium dokusat merupakan salah satu bahan yang digunakan untuk melunakan kotoran telinga. Semakin lunak kotoran telinga, semakin mudah pula kotoran itu keluar. Dengan begitu, telinga Anda terhindar dari pertumbuhan bakteri dan jamur.

Anda bisa mendapatkan obat tetes pembersih telinga ini berkisar Rp30.000-40.0000  bergantung merek yang Anda beli.

Fenol gliserin

Mirip seperti natrium dokusat, fenol gliserin juga digunakan sebagai obat tetes pembersih telinga. Fenol gliserin berperan sebagai pelembap dan zat yang melunakan.

Bahan ini aman dan tidak menimbulkan iritasi ketika digunakan pada kulit liang telinga yang sedang terkelupas atau sedang mengalami luka. Obat pembersih telinga fenol gliserin dibanderol dengan harga yang cukup murah untuk setiap botolnya, sekitar Rp10.000 untuk yang berukuran 5 ml di pasaran.

Hidrogen peroksida 3%

Bahan ini juga digunakan sebagai obat tetes pembersih telinga yang ampuh. Hidrogen peroksida atau perhidrol sifatnya mirip dengan natrium dokusat, akan tetapi penggunaan bahan ini biasanya dicampur dengan air hangat, dengan perbandingan 1:1.

Efek samping obat pembersih telinga

Obat tetes pembersih telinga juga memiliki efek samping jika larutan tersebut digunakan secara berlebihan. Jika terlalu banyak dan terlalu sering, obat pembersih telinga justru akan menimbulkan infeksi telinga.

Infeksi ini disebabkan karena kemungkinan ada cairan obat tetes pembersih telinga yang tertinggal dalam saluran telinga. Cairan obat tetes pembersih telinga yang tertinggal ini bisa menjadi tempat pertumbuhan bakteri yang selanjutnya membuat telinga Anda meradang.

Cara memakai obat tetes telinga yang benar

Cara menggunakan obat tetes telinga untuk dewasa

Dilansir dalam laman University of Maryland Medical Center, begini cara menggunakan obat tetes telinga yang benar untuk orang dewasa:

  1. Cuci tangan hingga bersih menggunakan sabun terlebih dahulu
  2. Kocok botol obat, baik yang obat tetes untuk sakit telinga maupun obat pembersih telinga.
  3. Jika botolnya menggunakan pipet terpisah, angkat pipet dari botolnya dengan hati-hati. Letakan botol di atas alas yang kokoh
  4. Miringkan kepala Anda ke sisi kiri atau kanan sesuai telinga yang sakit
  5. Masukan beberapa tetes sesuai petunjuk dokter
  6. Bersihkan tetesan obat yang tumpah ke sekitar telinga Anda
  7. Tetap miringkan kepala Anda yang sedang ditetesi selama 5 menit
  8. Segera letakkan pipet dalam botol dan tutup dengan rapat
  9. Perhatikan apakah setelah menggunakan obat tetes telinga daun telinga Anda jadi merah, bengkak, atau gatal. Jika ya, Anda harus memberitahukannya pada dokter THT Anda.

Cara menggunakan obat tetes telinga anak

Memberikan obat tetes telinga anak akan lebih menantang daripada memberikannya pada orang dewasa. Anak lebih banyak bergerak dan mudah merasa tidak nyaman. Kalau sudah begini yang ada anak malah meronta-ronta.

Obat yang harusnya masuk bisa jadi dikeluarkan lagi atau tumpah ke luar telinga.

Berikut adalah beberapa hal yang harus Anda perhatikan saat menggunakan obat tetes telinga anak:

  • Yakinkan anak Anda terlebih dahulu bahwa pemberian obat ini akan tidak nyaman. Namun, tetap yakinkan dia bahwa ini bukanlah proses yang menyakitkan. Jadi, anak Anda lebih tenang dan tidak banyak bergerak.
  • Cuci tangan Anda dengan sabun sebelum menuangkan obat tetes telinga anak
  • Untuk bayi atau anak yang masih di bawah 2 tahun Anda bisa membungkusnya (membedong) dengan selimut untuk menyesuaikan posisinya.
  • Minta anak tiduran di atas kasur dan memiringkan tubuh serta kepalanya. Alasi kepala anak di atas bantal tipis.
  • Letakan ujung pipet atau botol di atas lubang telinga, lalu pencet botol atau pipet obat tetes telinga anak Anda sesuai dosis yang dianjurkan.
  • Jangan sampai ujung pipet obat ini menyentuh telinga anak sebab dapat menyebabkan ujung pipet menjadi tidak steril. Terlebih, hal itu juga bisa mengagetkan anak.
  • Minta anak untuk tetap diam setidaknya selama 1 menit setelah obat diteteskan.
  • Jika obat tetes diperlukan di kedua sisi telinga anak, ulangi langkah-langkah di atas setelah menunggu setidaknya 1 menit untuk telinga sebelumnya.
  • Cuci tangan Anda kembali setelah selesai meneteskannya.

Kisaran harga obat tetes telinga di pasaran

Terdapat beberapa obat sakit telinga yang umum ditemukan di Indonesia. Harganya tentu akan bervariasi bergantung merek yang Anda pilih. Beberapa di antaranya:

Polymyxin kombinasi (Otopain)

Otopain adalah obat tetes yang digunakan untuk mengatasi radang pada telinga akibat bakteri. Otopain mengandung bahan lidocaine yang berfungsi untuk mengatasi rasa sakit pada telinga.

Selain itu, obat ini juga mengandung antibiotik, yakni polymyxin B sulfat dan neomycin yang bisa membunuh bakteri penyebab peradangan. Harga obat tetes telinga ini berkisar dari Rp70.000-80.000.

Chloramphenicol kombinasi  (Otolin, Colme)

Otolin dan Colme merupakan obat sakit telinga yang umum. Harga obat tetes ini berkisar Rp35.000-45.000, sedangkan harga Colme berkisar Rp40.000-50.000.

Otolin dan Colme sama-sama mengandung chloramphenicol yang berfungsi mengobati infeksi akibat bakteri di telinga bagian luar.

Bedanya, selain mengandung chloramphenicol, Otolin juga mengandung obat antibakteri lainnya, seperti polymyxin. Kedua kandungan obat ini tidak cocok untuk mengobati infeksi telinga akibat virus.

Selain antibakteri, kedua obat ini juga mengandung pereda nyeri. Obat sakit telinga Otolin mengandung pereda nyeri bahan benzocaine, sedangkan Colme mengandung pereda nyeri dengan bahan lidocaine.

Neomycin sulfat kombinasi (Otopraf, Otozambon)

Otopraf dan Otozambon adalah obat sakit telinga yang mengandung neomycin sulfat dengan kombinasinya. Neomycin sulfat bekerja dengan menghambat pertumbuhan bakteri dalam telinga.

Obat-obatan ini dikatakan kombinasi karena juga mengandung pereda nyeri dan pereda bengkak. Salah satu pereda nyeri yang terkandung dalam obat ini adalah lidocaine.

Lidocaine akan meredam rasa nyeri dalam liang telinga bagian luar. Harga obat tetes telinga Otopraf berkisar Rp40.000-50.000. Sedangkan harga obat tetes telinga Otozambon berkisar Rp50.000-60.000. Obat ini biasanya digunakan 3-4 kali dalam sehari atau sesuai anjuran dokter Anda.

Chloramphenicol (Erlamycetin, Reco, Ramicort)

Erlamycetin, Reco, dan Ramicolt adalah beberapa merek obat telinga khusus untuk mengatasi bakteri. Kandungan utama dalam obat sakit telinga ini adalah chloramphenicol, yang berfungsi melawan pertumbuhan bakteri.

Tidak seperti obat telinga lainnya, obat ini dikhususkan untuk melawan pertumbuhan bakteri. Harganya berkisar Rp10.000-20.000 per botolnya sebanyak 10 ml untuk Erlamycetin.  Untuk Ramicolt berkisar Rp70.000-80.000.

Kandungan chloramphenicol juga sering digunakan sebagai obat tetes telinga anak. Tentunya dokter memiliki anjuran yang berbeda mengenai dosis untuk anak dan orang dewasa. Tingkat keparahan penyakit juga menentukan dosis yang akan diberikan.

Clotrimazole (Canesten)

Untuk mengatasi infeksi di telinga akibat adanya pertumbuhan jamur, clotrimazole adalah salah satu obat sakit telinga yang digunakan. Clotrimazole bekerja melawan pertumbuhan jamur kulit atau jamur di kulit liang telinga. Clotrimazole ditemukan dalam beberapa bentuk dari salep hingga cairan. Untuk mengobati jamur dalam telinga, clotrimazole yang digunakan berbentuk obat tetes.

Pilihan obat sakit telinga alami

Selain obat tetes telinga dari dokter atau apotek, Anda juga bisa mencoba menyembuhkan sakit telinga dengan obat alami. Akan tetapi, obat alternatif ini memang tidak bisa menyembuhkan seperti obat yang dibeli apotek atau diresepkan dokter.

Obat alami ini bisa dijadikan alternatif untuk membantu meredakan nyeri yang Anda rasakan. Ini dia alternatif pengobatan sakit telinga yang bisa Anda lakukan:

  • Kompres panas atau dingin di sekitar telinga Anda dengan handuk basah. Anda juga bisa menggunakan es batu yang dibungkus handuk.
  • Pemijatan dari belakang telinga hingga bawah leher dengan gerakan dari atas ke bawah untuk mengalirkan cairan berlebih di telinga akibat infeksi.
  • Meregangkan leher dengan gerakan memiringkan kepala ke kanan dan kiri. Selain itu, angkat bahu setinggi-tingginya secara bersamaan setiap bangun tidur.