Berita Kesehatan
6 Tanda-Tanda Gigi Geraham Bungsu Tumbuh yang Perlu Diketahui
Rabu, 10 Jan 2018 17:00:03

Gigi memiliki peran yang penting bagi manusia. Salah satu fungsinya adalah untuk mengunyah agar makanan menjadi lebih mudah dicerna. Macam macam gigi berdasarkan fungsinya dibagi ke dalam beberapa kelompok. Diantaranya adalah gigi seri, gigi taring dan gigi geraham atau gigi bungsu. Berbeda dengan gigi seri dan taring yang dapat tumbuh pada usia balita, gigi geraham baru tumbuh saat usia 17 hingga 21 tahun.

Pertumbuhan gigi geraham biasanya dapat menimbulkan masalah misalnya. Tumbuhnya gigi geraham bungsu pun tidak selalu mulus. Gigi bungsu tumbuh miring ke arah atas pipi juga dapat terjadi. Hal ini tentunya akan menimbulkan masalah-masalah gigi. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui Tanda-Tanda Gigi Geraham Bungsu Tumbuh agar penanganan lebih lanjut dapat dilakukan. Berikut adalah Tanda-Tanda Gigi Geraham Bungsu Tumbuh.


1. Pembengkakkan


Jika Anda mengalami pembengkakkan gusi bagian belakang pada kedua sisinya, disertai dengan rasa tidak nyaman, maka kemungkinan gigi geraham bungsu Anda sedang tumbuh. Jika rasa sakit yang ditimbulkan akibat bengkak ini semakin parah, alangkah lebih baik jika Anda memeriksakan diri ke dokter gigi. Karena kemungkinan akan terjadi impaksi.


2. Impaksi


Impaksi sebenarnya tidak hanya terjadi pada gigi geraham bungsu, tapi juga gigi-gigi lainnya. Namun karena gigi geraham merupakan gigi yang terakhir tumbuh, maka kasus impaksi lebih sering terjadi pada gigi geraham. Impaksi terjadi ketika gigi tidak tumbuh dengan sempurna, karena ada penghalang dari gigi lainnya. Impaksi juga bisa terjadi karena ketidakcocokkan antara ukuran rahang dan gigi.

Impaksi pada gigi geraham dapat membuat gusi menjadi bengkak. Hal ini karena gigi yang mengalami impaksi dapat mempermudah kuman untuk masuk sehingga terjadilah infeksi. Impaksi bisa ditangani dengan antibiotik atau dengan operasi gusi.


3. Sakit Kepala


Terkadang, tanda-tanda yang ditunjukkan saat gigi geraham bungsu tumbuh bisa tidak terasa. Seperti ketika sakit kepala. Terperangkapnya gigi geraham bungsu di dalam gusi dalam posisi yang salah membuat mulut penuh sesak. Hal ini bisa membuat rahang tertekan hingga memicu sakit kepala. Jika Anda mengalami sakit kepala yang tidak hilang-hilang Anda patut curiga.

4. Infeksi


Ketika gigi geraham bungsu mencuat sebagian pada permukaan gusi, bagian permukaan tersebut dapat menjadi tempat bagi bakteri untuk tumbuh dan berkembang biak. Hal ini dikarenakan, posisi gigi geraham bungsu yang tidak beraturan dapat membuat makanan terperangkap di dalamnya. Jika dibiarkan akan memicu pertumbuhan bakteri.


5. Nyeri Pada Bagian Belakang Mulut


Rasa nyeri pada bagian belakang mulut akan dirasakan seiring dengan pertumbuhan gigi geraham bungsu. Rasa nyeri akan semakin parah jika gigi geraham bungsu tumbuh semakin miring, menekan saraf dan tulang serta mengacaukan susunan gigi di sekitarnya.


6. Kista (Cyst)


Kista terjadi ketika kantung yang berada di sekitar gigi geraham bungsu dipenuhi oleh cairan. Keadaan ini dapat merusak struktur di sekitarnya seperti tulang, akar gigi dan lainnya. Pada kasus-kasus tertentu, kista yang tidak ditangani dapat menyebabkan timbulnya tumor yang harus segera dioperasi dengan prosedur medis.

Sebenarnya gigi geraham bungsu memiliki manfaat bagi manusia, yaitu untuk mengunyah makanan-makanan yang mentah. Namun seiring perkembangan zaman, makanan manusia menjadi lebih halus. Sehingga manusia tidak membutuhkan gigi geraham bungsu lagi. Sebaliknya, pertumbuhan gigi geraham bungsu sekarang ini sering dianggap masalah. Karena dapat menimbulkan rasa nyeri, infeksi, impaksi, pembengkakkan dan akibat lainnya yang merugikan manusia.


Baca juga : Membersihkan Gigi Dengan Waterpik dan Flossing: Mana yang Lebih Bagus?