Berita Kesehatan
Kenali Kolesteatoma, Tumor Jinak di Telinga yang Bisa Sebabkan Ketulian
Sabtu, 31 Ags 2019 10:01:50

Telinga sangat penting untuk kehidupan manusia. Bukan hanya sebagai indra pendengar, telinga juga berperan dalam menjaga keseimbangan tubuh. Salah satu gangguan yang menyebabkan kemampuan telinga menurun, bahkan rusak permanen adalah kolesteatoma. Apa, sih, kolesteatoma itu? Yuk, cari tahu lebih dalam mengenai penyakit tersebut pada ulasan berikut.

Apa itu kolesteatoma?

Kolesteatoma adalah tumbuhnya tumor jinak di area telinga tengah atau di belakang gendang telinga. Kondisi ini mungkin terjadi akibat cacat lahir, tapi pada umumnya terjadi pada orang yang mengalami infeksi telinga tengah berulang.

Terbentuknya tumor jinak disebabkan oleh tumbuhnya kista disertai penumpukan sel-sel kulit mati, lendir, atau kotoran telinga. Penumpukan tersebut kemudian semakin membesar dan bisa menghancurkan struktur tulang di telinga tengah. Jika terjadi, penyakit ini dapat menganggu fungsi telinga, keseimbangan tubuh, dan juga otot sekitar di wajah.

Apa penyebab tumbuhnya tumor jinak di telinga tengah?

Selain infeksi telinga berulang, kolesteatoma juga bisa terjadi akibat terganggunya fungsi tabung eustachius. Tabung esutachius adalah saluran penghubung telinga tengah dengan saluran hidung.

Normalnya, tabung eusachius akan melakukan membuka dan metutup untuk menyamakan tekanan udara antara telinga bagian luar dan dalam. Namun, fungsinya bisa terganggu akibat infeksi. Beberapa kondisi yang menyebabkan tabung eustachius tidak dapat berfungsi dengan baik dan berisiko menyebabkan kolesteatoma adalah:

  • Flu atau pilek parah
  • Sinusitis
  • Infeksi telinga tengah (otitis media)
  • Alergi

Semua kondisi di atas dapat menyebabkan produksi lendir di saluran pernapasan jadi lebih banyak. Ekstra lendir bisa menyebar ke area saluran telinga tengah melewati ostia, menumpuk di tabung eustachius, menarik bakteri untuk berkembang biak dan menyebabkan infeksi.

Apa saja gejalanya jika kolesteatoma terjadi?

telinga terasa tersumbat

Gejala utama yang perlu Anda waspadai dari kolesteatoma adalah adanya lendir di dalam telinga. Ini menandakan bahwa tumor mulai membesar.

Bila tumor sudah menyerang telinga tengah, lendir yang bau akan mengalir keluar dari dalam telinga. Anda akan merasakan adanya tekanan di sekitar telinga dan sulit untuk mendengar dengan baik. Gejala lainnya adalah rasa gatal di area dalam telinga disertai kepala pusing dan nyeri di belakang telinga. Pada beberapa kasus, kondisi ini dapat menyebabkan kekakuan otot wajah.

Jika Anda merasakan gejala awal dan tidak tahu penyebabnya, segera periksa ke dokter. Jangan sepelekan gejala dan menunda pengobatan karena dapat memperburuk kondisi Anda.

Tak diobati, kolesteatoma dapat menyebabkan komplikasi

Dilansir dari laman Healthline, koleastoma yang tidak diobati akan terus membesar dan memperbanyak lendir di telinga. Lingkungan yang kotor tersebut menjadi tempat bakteri dan jamur berkembang biak dengan baik sehingga mudah menginfeksi telinga.

Peradangan yang berulang dapat menghancurkan struktur tulang pembentuk telinga tengah dan merusak gendang telinga. Kondisi ini membuat telinga dalam membengkak dan pada akhirnya akan menyebabkan tuli permanen. Bila dibiarkan, infeksi bisa menyebar merusak saraf di sekitar wajah. Bahkan, menyebar ke area otak menyebabkan meningitis atau terbentuknya benjolan berisi nanah di otak.

Bagaimana mengobati kolesteatoma?

penyebab infeksi luka operasi faktor risiko

Tidak ada tes kesehatan khusus yang pasti untuk mendiagnosis kolesteatoma. Jadi, pasien harus melakukan tes pencitraan dan pemeriksaan fisik. Jika pasien sudah didiagnosis, satu-satunya pengobatan yang harus dilakukan pasien kolesteatoma adalah operasi pengangkatan tumor.

Pasien akan diberikan obat antibiotik dan obat tetes telinga untuk membunuh kuman dan jamur untuk mencegah terjadinya infeksi berulang, menngurangi peradangan, serta menormalkan kembali cairan telinga. Setelah operasi, pasien harus memeriksakan kesehatan secara rutin untuk memastikan jika tumor tidak akan terbentuk lagi. Pasien juga akan mendapat bimbingan mengenai cara menjaga dan memelihara kesehatan telinga pascaoperasi.

Namun, operasi akan dilakukan kembali jika kolesteatoma sudah menyebabkan hancurnya tulang pembentuk telinga tengah. Operasi dilakukan untuk membentuk kembali tulang telinga ke bentuk semula. Setelah operasi pasien mungkin akan merasakan pusing atau keanehan indra pengecap selama beberapa hari akibat prosedur operasi.

Apakah kolesteatoma dapat dicegah?

Meski dampaknya menurunkan kualitas hidup, penyakit ini tidak dapat dicegah. Jadi, Anda harus benar-benar mewaspadai tanda dan gejalanya.

Lakukan pengobatan yang tepat dan sampai tuntas jika Anda pernah atau sering mengalami infeksi telinga. Kemudian, cegah infeksi telinga dan faktor risikonya seperti flu, pilek, sinusitis, atau alergi dengan menjaga kebersihan telinga, meningkatkan sistem kekebalan tubuh, dan menghindari pemicu alergi.

Penyakit-penyakit tersebut dapat dihindari penularannya dengan rutin cuci tangan dengan sabun, menjaga kebersihan rumah, serta makan makanan yang bernutrisi.