Berita Kesehatan
Lima Gejala Kanker Paru-paru!
Sabtu, 14 Sep 2019 09:29:20

Kanker paru? menurut WHO (World Health Organization) adalah kanker penyebab kematian tertinggi di seluruh dunia dengan jumlah korban menjadi 2,09 juta orang pada 2018 dan mayoritas ialah laki-laki.

Rokok masih menjadi pemicu utama penyakit kanker paru-paru

Menurut dokter umum RS Lasinrang Pinrang, dr. H. Alif Zulfikar Supardi, ada beberapa hal yang bisa menyebabkan sel kanker tumbuh dalam paru-paru yakni terpapar asap rokok (entah pasif hingga aktif), ada keluarga yang memiliki riwayat kanker paru, acapkali terpapar radiasi serta berdiam atau bekerja di sekitar lingkungan yang tercemar bahan karsinogenik atau zat kimia berbahaya.

Data dari Kementerian Kesehatan RI sendiri menyebut bahwa rokok adalah penyebab kanker paru-paru tertinggi yakni mencapai 14%. Sebanyak 14 zat kimia yang mengendap dalam tubuh hanya dalam satu hembusan bisa memicu pertumbuhan sel kanker. Tak ada tanda ketika masih berukuran hitungan milimeter, namun efeknya baru terasa ketika mulai tumbuh dan menjalar ke sejumlah bagian paru-paru.

Penyakit mematikan baru benar-benar terasa saat sudah masuk stadium lanjut. Nah, apa saja gejalanya? Berikut ini lima yang paling mencolok serta acapkali disalah artikan.

1. Batuk

Batuk memang sering berasal dari kondisi ringan, seperti flu atau iritasi saluran pernapasan. Akan tetapi jika masih tak berhenti dalam jangka waktu dua pekan, bisa jadi ini tanda penyakit serius seperti kanker paru. dr Zulfikar menyebut jika sudah dalam tahap kronis, batuk biasanya disertai darah meski ada sebagian kasus yang hanya mengeluarkan dahak. Untuk memastikan kanker tumbuh atau tidak, perlu pemeriksaan lebih lanjut.

2. Sesak napas

Merasa terengah-engah saat melakukan aktivitas sederhana, seperti berjalan kaki atau membersihkan rumah? Boleh jadi itu tanda kanker paru-paru stadium awal. Sesak napas terjadi lantaran sel kanker tumbuh hingga menghimpit saluran pernapasan, atau menumpuknya cairan hingga paru-paru terekan. Namun, sesak napas juga bisa menjadi gejala penyakit gagal jantung.

3. Nyeri dada

Kanker paru bisa menimbulkan rasa nyeri di bagian dada, bahu, atau punggung. Nyerinya bersifat tajam, tumpul, muncul secara konstan, atau hanya kadang-kadang terasa. Bisa menyerupai tanda awal penyakit jantung, tetapi nyeri dada akibat kanker paru akan semakin terasa berat ketika si pednderita menarik napas dalam-dalam, batuk, atau tertawa.

4. Nyeri kepala

Ini termasuk berbahaya lantaran menjadi pertanda bahwa kanker yang berasal dari paru telah berefek ke otak. Pada sejumlah kasus, kanker paru berujung pada sakit kepala lantaran tumor menekan sistem saraf yang melalui bagian dada. Tekanan ini dapat mengakibatkan sakit kepala. Jika sakit kepala Anda tak kunjung hilang, segeralah temui dokter.

5. Berat badan menurun dalam waktu singkat

Berkurangnya berat badan secara tiba-tiba adalah tanda buruk, dan acapkali dialami orang dengan kanker paru. Ini disebabkan sel kanker menyerap semua energi dan nutrisi dari makanan yang telah dikonsumsi. Apabila ini terjadi meski pola makan atau gaya hidup kamu sama sekali tak berubah, bisa jadi termasuk pertanda berubahnya kesehatan.

6. Gaya hidup sehat ampuh mencegah kanker paru-paru

Diakui oleh dr. Zulfikar bahwa lima gejala di atas cenderung ringan padahal menyimpan potensi gawat. "Kadang ada beberapa penderita yang awalnya tidak menyadari gejala-gejala kanker paru, karena gejalanya memang biasa-biasa saja," ujarnya pada IDN Times. Alhasil saat kanker paru sudah masuk stadium lanjut dan gejalanya kian parah, penanganannya pun menjadi sulit.

Nah, dr. Zul sendiri menyarankan beberapa hal untuk mencegah kanker paru. Seperti berhenti merokok atau menghindari paparan asap rokok, memulai pola hidup sehat seperti olahraga dan konsumsi makanan bergizi seperti sayuran dan buah, serta menghindari pajanan/eksposur zat kimia berbahaya atau karsinogen --pemecah atau pengganda sel-sel lebih cepat daripada keadaan normal--.

Menurut IARC (International Agency for Research on Cancer, Badan Internasional untuk Penelitian Kanker) zat karsinogenik terkandung dalam rokok, sinar ultraviolet (UVA, UVB, dan UVC), formaldehida, etanol dalam minuman beralkohol, asbes, dan masih banyak lagi.