Berita Kesehatan
3 Jenis Infeksi Telinga Tengah
Selasa, 16 Jan 2018 15:35:08

Infeksi telinga atau Otitis Media (OM) merupakan suatu infeksi pada telinga bagian tengah yang disebabkan oleh serangan bakteri atau virus. Pada kasus ini, bagian ruangan di belakang gendang telinga tempat ketiga   tulang pendengaran kerap kali menjadi sasaran utama infeksi ini.

 Infeksi telinga, tentu saja sangat menyebalkan dan sangat menyakitkan bila Anda atau anak Anda mengalaminya, hal ini dikarenakan penderita mengalami peradangan dan penumpukan cairan pada telinga bagian tengahnya.

Kasus infeksi telinga, memang sangat sering ditemui pada anak-anak usia enam bulan hingga dua tahun, karena ukuran dan bentuk telinga mereka masih belum berkembang dengan sempurna. Tapi tak hanya anak-anak saja yang dapat terserang infeksi ini orang dewasa pun dapat mengidap infeksi yang disebabkan oleh bakteri atau virus tersebut. Dari banyaknya kasus infeksi telinga salah satu infeksi yang sering ditemukan adalah swimmer’s ears atau infeksi telinga bagian luar karena masuknya air kedalam telinga.

Selain swimmer’s ears masih banyak lagi ragam infeksi telinga yang patut Anda ketahui, seperti:

Otitis media akut atau Acute Otitis Media (AOM)


AOM merupakan suatu infeksi telinga yang memicu terjadinya peradangan dan penumpukan cairan pada telinga tengah sehingga menimbulkan rasa nyeri pada telinga penderitanya, selain itu penderita AOM juga dapat mengalami demam.
Apalagi jenis infeksi telinga?

Otitis media dengan efusi atau Otitis Media with Effusion (OME)


Meski Anda telah melakukan program pengobatan, tapi cairan tersebut masih berada di belakang gendang telinga. Pada kasus OME, munkin Anda sulit untuk mengetahui gejalanya, segeralah konsultasikan kepada dokter spesialis THT agar Anda dapat mengetahui apakah Anda atau keluarga Anda terserang infeksi ini atau tidak. Biasanya dokter akan mengambil tindakan pengeluaran cairan dari telinga tengah dan prosedur ini disebut dengan myringotomy.

Otitis media kronis dengan efusi atau Chronic Otitis Media with Effusion (COME)


COME dapat terjadi ketika cairan tetap di telinga tengah untuk waktu yang lama atau kembali lagi dan lagi, meskipun tidak ada infeksi. Infeksi ini akan sangat mempengaruhi dan menggangu pendengaran penderitanya. Pada kasus infeksi telinga ini, dapa dikatakan agak sulit untuk ditangani. Pemberian antibiotik tetes dapat dilakukan untuk membantu penyembuhan. Penderita yang mengalami infeksi telinga jenis ini harus selalu dimonitor dan selalu melakukan pemeriksaan rutin, terutama anak-anak.
Sakit tenggorokan, pilek, atau infeksi pernapasan atas juga dipercaya sebagai pemicu terjadinya infeksi pada telinga. Gejala infeksi telinga pada anak-anak dan orang dewasa biasanya berbeda. Berikut ini beberapa gejala-gejala yang umumnya terjadi pada penderita infeksi telinga.

Baca juga : Ini Faktor yang Pengaruhi Banyak Tidaknya Jumlah Kotoran pada Telinga


Bagaimana mengenali gejala infeksi telinga pada anak?


Gejala infeksi telinga pada anak-anak, meliputi:
- Anak Anda terlihat sering menarik-narik atau menggaruk-garuk telinganya dan mengeluhkan telinganya terasa nyeri, terutama ketika anak Anda sedang berbaring.
- Anak Anda menjadi lebih rewel dan sering menangis.
- Mengalami sulit tidur.
- Demam hingga atau lebih dari 38°C.
- Dari telinga anak Anda mengeluarkan cairan.
- Kejanggalan atau masalah dengan keseimbangan.
- Kesulitan untuk mendengar atau kesulitan dalam menanggapi suara.
- Hilangnya nafsu makan.
- Sakit kepala, muntah, dan diare.

Sedangkan, gejala yang umumnya timbul pada orang dewasa, mencakup:
- Telinga akan terasa sangat nyeri.
- Keluarnya cairan dari telinga.
- Kualitas pendengaran menurun drastis.
- Terjadinya radang tenggorokan.

Cara jitu mengatasi infeksi telinga


Infeksi telinga biasanya akan sembuh dengan sendirinya dan tak memerlukan banyak perawatan. Kompreslah telinga untuk meredakan rasa nyeri, gunakan obat pereda nyeri (acetaminophen atau ibuprofen), dan obat tetes telinga. Pemberian Antibiotik juga diperlukan untuk meredakan infeksi dan mencegah infeksi berulang. Akan tetapi ada baiknya Anda konsultasikan kedokter dan mintalah pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan bahwa infeksi yang terjadi tidak memiliki risiko tinggi.