Berita Kesehatan
Bagaimana Cara Minuman Energi Bisa Merusak Gigi?
Rabu, 02 Okt 2019 11:26:55

Mungkin, anda sudah banyak mendengar jika minuman yang terlalu manis bisa menyebabkan kerusakan gigi. Namun, bagaimana dengan minuman yang sangat asam dan minuman energi?. Apakah benar jika minuman energi bisa merusak gigi?, berikut penjelasannya untuk anda.

Baru baru ini sebuah masalah terungkap sesudah seorang pria berkebangsaan Inggris yang memposting foto giginya yang membusuk akibat kecanduan minuman berenergi dan juga penyebab gigi busuk pada anak. Kisahnya sendiri memang belum diverifikasi, namun postingan tersebut sudah menjadi peringatan bagi para ahli gigi. Sebab faktanya, para ahli gigi juga sudah selama bertahun tahun mengatakan jika minuman berenergi dan olahraga mungkin tidak sesehat seperti yang anda pikirkan.

Hasil Penelitian

7 tahun lalu, peneliti utama dalam sebuah tim di Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Illinois Selatan melakukan studi untuk membandingkan dampak minuman energi dan minuman olahraga pada gigi yang diterbitkan dalam edisi Mei / Juni 2012 General Dentistry.

Para peneliti mempelajari 22 minuman yang populer di kalangan orang dewasa muda. Mereka melihat apa saja efek dari 13 minuman olahraga dan 9 minuman energi terhadap enamel gigi. Mereka kemudian menemukan jika keasaman dua kali lebih tinggi dalam minuman energi dibandingkan dengan minuman olahraga.

Semakin rendah pH, maka semakin besar potensi kehilangan enamel gigi seseorang. Enamel sendiri merupakan zat terkuat dalam tubuh manusia bahkan juga jauh lebih kuat dibandingkan tulang. Meski begitu, zat terkuat ini juga bisa larut dengan minuman yang sangat asam.

Cara Minuman Energi Merusak Gigi

Minuman energi bisa merusak gigi dengan beberapa cara. Pertama, air liur manusia memiliki pH sekitar 6.8 atay 7 yang masih dianggap netral. Para peneliti menemukan bahkan sejumlah kecil minuman yang sangat asam bisa membuat pH saliva atau air ludah menurun dengan drastis.

Ketika anda minum satu teguk minuman tersebut, maka pH air liur berpotensi turun ke angka 2. Sesudah itu, tubuh butuh sekitar 30 menit untuk mengembalikan kadar pH saliva ke batas normal. Selama 30 menit tersebut, maka pada dasarnya macam macam gigi akan berada pada lingkungan asam yang tidak terlindungi.

Hal ini akan semakin buruk sebab seseorang yang mengkonsumsi minuman energi biasanya tidak hanya minum satu teguk melainkan satu botol atau satu gelas.

American Beverage Association mengatakan jika kerusakan gigi dan masalah gigi lainnya lebih kompleks seperti infeksi gigi dibandingkan hanya minuman kaleng atau botol. Tidak ada satu makanan atau minuman pun yang menjadi faktor kehilangan enamel dan kerusakan gigi. Sedangkan kerentanan seseorang terhadap gigi berlubang dan erosi gigi bervariasi tergantung dari kebersihan gigi, gaya hidup, pola makan total dan perubahan genetik.

Pandangan Dokter Gigi Melihat Kerusakan

Hal ini berbeda dengan pendapat dokter gigi. Mereka mengatakan jika mereka melihat efek minuman tersebut secara langsung pada anatomi gigi manusia. Selama bertahun tahun dalam kedokteran gigi, mereka menemukan penyebab utama kerusakan gigi pada anak anak adalah jus, sedangkan untuk orang dewasa adalah minuman berenergi.

Minuman energi memiliki pH sekitar 3.2 yang bahkan hampir sama dengan asam baterai dengan pH 1. Mereka mengatakan jika asam bisa menyebabkan bakteri tumbuh dan semakin tinggi konsentrasi bakteri, maka akan semakin besar kemungkinan terkena penyakit gigi dan gusi.

Selain itu, hal ini semakin buruk karena orang orang yang sangat sibuk sesudah minum minuman berenergi juga sering menggeretakkan gigi dan hal tersebut terkadang menyebabkan kerusakan gigi dan kehilangan gigi atau gigi tanggal di usia muda.

Mereka menambahkan jika minuman energi juga bisa memacu lebih banyak rongga atau lubang pada gigi. Para ahli gigi mengatakan jika mengkonsumsi minuman energi secara teratur bisa menyebabkan kerusakan serius pada gigi. Ini disebabkan karena minuman energi pada dasarnya bisa mengikis enamel pada gigi karena cairan yang sangat asam. Energi hiperaktif yang dihasilkan dari minuman juga bisa menyebabkan orang menggemeretakkan gigi atau bruxism yang kemudian menyebabkan kerusakan dan kehilangan gigi.