Berita Kesehatan
Kegunaan Operasi Gigi Bungsu Atau Odontektomi
Selasa, 08 Okt 2019 11:10:04

Ketika masuk usia remaja menuju dewasa sekitar 17 hingga 25 tahun, maka ada masanya rasa menyakitkan pada gigi geraham belakang terjadi bahkan disertai dengan demam. Kondisi tersebut umumnya terjadi karea gigi geraham bungsu atau gigi molar ketiga sedang tumbuh. Ini sebetulnya merupakan hal yang normal, akan tetapi jika kelainan pertumbuhan gigi bungsu terjadi, maka akan ada prosedur yang harus dilakukan seperti salah satunya adalah operasi gigi bungsu atau odontektomi.

Apakah Operasi Gigi Bungsu

Gigi bungsu yang sedang tumbuh bisa menimbulkan masalah jika terhalang sehingga tetap berada di dalam gusi atau tumbuh miring sehingga berbahaya untuk tulang rahang atau gigi sebelahnya.

Terkadang, gigi bungsu juga mengalami infeksi gigi yang parah sehingga sangat menyakitkan dan mengganggu proses mengunyah. Dalam kondisi tersebut, maka dokter biasanya akan menyarankan pencabutan dalam pembedahan gigi yang dinamakan operasi gigi bungsu atau odontektomi.



Prosedur Operasi Gigi Bungsu

Prosedur operasi gigi bungsu adalah operasi yang berisiko sehingga prosedur harus dilakukan oleh ahli bedah mulut profesional. Jika dokter merekomendasikan operasi gigi bungsu, maka manfaat penting rontgen gigi akan dilakukan untuk mengetahui letak dan kondisi gigi secara jelas dan langsung. Operasi ini biasanya butuh waktu 45 menit namun tergantung juga dari keparahan kondisinya.

Beberapa tahapan berikut adalah prosedur yang harus dilewati dalam operasi gigi bungsu.



1. Anestesi

Sebelum cabut gigi dilakukan, maka suntikan anestesi lokal di akar gigi dan area sekitarnya akan dilakukan. Jika pasien takut khususnya anak anak, maka dokter bisa memberikan anestesi tambahan berupa sedatif yang bisa membantu pasien lebih rileks bahkan tertidur selama operasi dilakukan.

2. Operasi Pencabutan Gigi Bungsu

Jika gigi bungsu belum mengalami erupsi atau keluar dari gusi, maka akan dibuat sayatan kecil supaya bisa mengakses gigi lebih mudah. Sebagian tulang rahang yang ada di sekitar gigi juga akan disingkirkan dengan bor agar cabut gigi lebih mudah dilakukan.

Masalah gigi yang membuat gigi bungsu harus dicabut ini seharusnya tidak terasa menyakitkan karena sudah diberikan anestesi di awal yang akan membuat gusi dan area sekitarnya mati rasa. Namun, jika rasa sakit terjadi selama proses, maka bisa disampaikan pada dokter gigi supaya penambahan dosis anestesi bisa dilakukan.

3. Pemulihan Pasca Operasi

Sesudah operasi cabut gigi bungsu selesai, maka sayatan akan dijahit kembali. Umumnya akan butuh 7 hingga 10 hari hingga benang jahitan bisa larut dan luka mulai sembuh. Dokter gigi umumnya juga akan memberikan kasa yang diletakkan pada gigi yang dicabut dan harus digigit sekitar 1 jam.

Ini harus dilakukan supaya bekuan darah di lokasi cabut gigi di rongga gigi bekas dicabut bisa terjadi. Bekuan darah ini adalah proses penting dari penyembuhan sehingga jangan sampai rusak atau terlepas dari rongga gigi.

Biasanya, ini menjadi penyebab gusi bengkak dan rasa tidak nyaman bertahan sekitar 3 hari atau lebih. Pastikan untuka mengikuti anjuran dokter supaya proses penyembuhan bisa lebih cepat.

Berikut adalah beberapa tips yang bisa diterapkan sesudah operasi gigi bungsu yang bisa anda lakukan:

  • Pakai ice pack atau kompres es pada wajah untuk mengatasi pembengkakan dan perubahan warna di kulit pipi yang juga menjadi obat alami radang gusi bengkak.
  • Buka dan tutup mulut dengan perlahan untuk melatih rahang.
  • Konsumsi makanan lembut seperti pasta,sup atau bubur.
  • Banyak minum air putih.
  • Konsumsi obat yang diresepkan dokter untuk mengurangi rasa sakit dan pembengkakan.
  • Segera hubungi dokter jika terjadi demam atau nyeri dan pembengkakan yang tidak kunjung membaik.


Komplikasi Gigi Bungsu

Seperti jenis operasi lain, operasi gigi bungsu juga bisa menimbulkan efek samping seperti:

  • Dry socket yakni bekuan darah gagal terbentuk di soket gigi.
  • Cedera saraf: Bisa sementara atau permanen dengan gejala rasa sakit atau mati rasa.
  • Infeksi: Dengan gejala seperti demam, sakit kepala sesudah cabut gigi, keluar cairan kuning atau putih pada gigi dan terasa sakit yang disertai juga dengan pembengkakan.