Berita Kesehatan
Pentingnya Scalling Karang Gigi Untuk Kesehatan Mulut
Rabu, 09 Okt 2019 11:39:16

Gigi yang sehat serta kuat tidak hanya bisa berpengaruh pada tubuh, namun juga bisa menunjang penampilan supaya terlihat menarik dan lebih percaya diri. Untuk itulah, banyak orang yang rela mengeluarkan uang cukup banyak hanya untuk memperbaiki kondisi gigi agar lebih berkilau, putih dan juga sehat bahkan sampai veneer gigi agar gigi bisa terlihat lebih sempurna.

Semakin bertambahnya usia, rajin menyikat gigi memakai cara menyikat gigi dengan benar tidak cukup untuk menjaga kesehatan gigi secara menyeluruh. Supaya gigi bisa terlihat selalu kuat dan tidak bermasalah, maka perawatan gigi sebanyak 6 bulan sekali sangat penting sekaligus juga melakukan scalling gigi 1 sampai 2 kali per tahun. Agar bisa lebih paham tentang pentingnya scalling gigi, silahkan simak ulasannya berikut ini.



1. Scalling Adalah Prosedur Membersihkan Karang Gigi

Pentingnya scalling karang gigi yang pertama tentunya untuk membersihkan karang gigi dengan memakai ultrasonic scaler untuk mengangkat karang gigi sampai tuntas dan menyeluruh agar gigi bisa tetap sehat.

Karang gigi merupakan tumpukan plak yang sudah mengeras dan menempel pada gigi penyebab tampilan gigi terlihat kusam dan tidak terawat sebab plak keras tersebut akan melapisi gigi dengan lapisan berwarna coklat, kuning sampai hitam.



2. Membersihkan Karang yang Keras

Jika anda berpikir sudah rajin menyikat gigi sehingga tidak butuh manfaat scalling gigi, maka ini adalah kesalahan besar. Plak memang bisa dibersihkan dengan menyikat gigi, akan tetapi untuk karang gigi tidak bisa dibersihkan dengan cara yang sama.

Prosedur scalling gigi bisa membersihkan karang yang sangat keras sebab alat khusus yang dipakai bisa membersihkan sela sela sampai bagian terdalam gigi dari tumpukan karang gigi dan juga bagian garis gusi yang biasanya akan susah dijangkau dengan sikat gigi.



3. Mencegah Berbagai Penyakit Berbahaya

Proses scalling gigi tidak hanya berguna untuk membersihkan gigi dari karang, namun juga bisa mencegah berbagai penyakit yang berbahaya, seperti:

  • Gingivitis
  • Gingivitis merupakan masalah pada gigi yang terjadi karena karang gigi yang disepelekan dan bisa mengiritasi serta menyebabkan peradangan gusi atau gingivitis. Penyakit ini bisa menyebabkan gusi menjadi merah, bengkak dan lebih mudah berdarah.

  • Periodontitis
  • Jika gingivitis tidak segera diatasi, maka bisa berkembang semakin parah yang disebut dengan periodontitis. Penyakit ini bisa menyebabkan jarak di antara gusi yang disebut dengan kantong.

    Jika kantong tersebut penuh dengan bakteri, maka sistem kekebalan tubuh akan melepaskan zat kimia untuk melawan bakteri tersebut. Reaksi zat kimia yang dilepaskan tubuh dan kemudian bakteri bisa merusak tulang gigi yang akhirnya membuat tulang, gusi dna jaringan penopang gigi menjadi hancur.

  • Penyakit Jantung
  • Bakteri yang menyebabkan penyakit gusi juga bisa meningkatkan risiko penyakit jantung. Bakteri yang terkandung di dalam karang gigi termasuk penyebab karang gigi pada anak tersebut bisa menginfeksi jaringan penyangga gigi dan juga akhirnya menyebar ke seluruh tubuh. Bahaya akan terjadi jika bakteri sudah masuk ke aliran darah dan akhirnya menyebar ke organ lain seperti jantung.


    4. Scalling Harus Dilakukan 6 Bulan Sekali

    Scalling gigi sebaiknya dilakukan sebanyak 6 bulan sekali. Akan tetapi dalam kasus yang berat, scalling gigi juga bisa dilakukan sampai 3 bulan sekali supaya masalah atau kerusakan gigi bisa dicegah.

    Ketika melakukan scalling gigi, maka mungkin anda akan mengalami pendarahan, gusi bengkak dan juga nyeri namun masih bisa ditolerir. Ini bisa terjadi sebab gigi dan gusi yang berkarang akan menyesuaikan dengan proses scalling yang sedang dilakukan. Namun anda tidak perlu khawatir sebab dokter sudah mengantisipasi beberapa hal tersebut.



    Demikian ulasan dari kami tentang scalling gigi yang tidak hanya bisa memperbaiki penampilan gigi yang bersih namun juga untuk mencegah berbagai masalah gigi dan bahkan untuk mencegah penyakit yang tidak berhubungan dengan gigi.