Berita Kesehatan
Mengatasi Rasa Lelah Akibat Kanker Paru
Jumat, 25 Okt 2019 09:53:52

Menjalani hidup dengan kanker paru tidaklah mudah. Penderita kanker paru kerap merasa lemah dan lelah. Sensasi lelah yang dialami pasien merupakan salah satu efek samping yang paling umum dari kanker paru sekaligus pengobatan kanker itu sendiri. Berikut adalah beberapa tips melawan rasa lelah akibat mengidap kanker paru:

Mengobati rasa lelah dengan cara menghemat energi

Rasa lelah ditandai oleh kurangnya energi. Solusi yang paling jitu adalah dengan cara menghemat energi. Gunakan energi Anda secara efektif dan efisien. Untuk memudahkan, tuliskan poin-poin rencana kegiatan yang akan Anda lakukan seharian, misalnya membersihkan rumah, berbelanja bahan makanan, atau bahkan menghadiri kelas seni. Pastikan Anda mengurutkan kegiatan-kegiatan tersebut berdasarkan prioritas. Mintalah juga dukungan dan bantuan dari kerabat dan keluarga selama beraktivitas. Simpan energi Anda untuk melakukan hal-hal yang penting menurut Anda.

Mungkin ada kalanya Anda merasa lebih lelah daripada hari sebelumnya. Jika hal ini terjadi, Anda dapat mencoba untuk berisitirahat sekitar 15-20 menit dengan tidur siang. Cara ini terbukti efektif dalam mengembalikan energi. Anda juga disarankan untuk membuat catatan yang berisi semua kegiatan yang Anda lakukan seharian. Catat pula waktu munculnya rasa lelah yang Anda rasakan. Buku catatan Anda dapat menampilkan pola rasa lelah yang muncul, sehingga Anda dapat memperkirakan kapan tubuh memerlukan pemulihan energi melalui tidur siang.

Walaupun harus menghemat energi, bukan berarti penderita kanker tidak diizinkan untuk berjalan-jalan dan bersenang-senang. Namun, tetap ingat batasan diri sendiri. Pilihlah kegiatan sederhana seperti duduk di samping danau, berkebun, atau piknik di taman daripada melakukan kegiatan ekstrim seperti terjun payung.

Mengobati rasa lelah dengan mencukupi asupan nutrisi

Pada beberapa kasus, pasien yang menjalani pengobatan kanker kehilangan nafsu makan sehingga rentan mengalami penurunan berat badan. Padahal, tubuh memerlukan nutrisi penting dari buah-buahan, sayuran dan protein dari asupan makanan harian untuk memberikan dorongan energi yang Anda butuhkan. Konsultasikan dengan dokter atau ahli gizi mengenai jumlah kalori ideal yang dibutuhkan untuk menambah berat badan atau mempertahankan berat badan Anda. Nutrisi yang baik dapat melawan rasa lelah sekaligus membuat Anda merasa baik.

Mengobati rasa lelah dengan berolahraga secara teratur

Olahraga terbukti dapat memberikan energi tambahan bagi tubuh. Olahraga yang dipilih tidak perlu mahal. Cobalah kegiatan seperti berenang, berjalan di sekitar rumah, atau melakukan yoga. Namun, pastikan Anda berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk olahraga. Olahraga yang dilakukan dengan tepat dan tidak berlebihan tidak akan membuat tubuh Anda terasa sakit, kaku atau bahkan lebih lelah dari sebelumnya.

Mengobati rasa lelah dengan meningkatkan kesehatan mental

Penderita kanker paru cenderung mengalami stres, cemas dan depresi yang berujung pada rasa lelah yang bertambah buruk. Stres dan rasa cemas dapat muncul ketika Anda tertutup mengenai perasaan Anda sendiri. Padahal, kesehatan mental berhubungan langsung dengan tingkat energi Anda. Cobalah untuk mengelola emosi Anda dengan konseling, bergabung dengan kelompok pendukung, atau bahkan berbagi perasaan dengan keluarga dan kerabat. Dengan mengelola stres, Anda dapat meningkatkan energi Anda.

Banyak pasien yang meremehkan rasa lelah sehingga memutuskan untuk tidak memberitahukan dokter. Jika Anda termasuk salah satunya, cobalah untuk berpikir ulang. Rasa lelah merupakan efek samping yang umum dari kanker paru. Dokter memerlukan informasi yang tepat untuk memahami kondisi Anda sebelum membantu memulihkan kesehatan Anda.