Berita Kesehatan
PPOK, Penyebab Sesak Berkepanjangan!
Senin, 25 Nov 2019 08:53:07

Saat mengalami batuk berkepanjangan hingga berpengaruh pada sulitnya bernapas, hal tersebut merupakan gejala dari PPOK. Penyakit ini juga dipengaruhi oleh konsumsi rokok dalam jangka waktu lama dan jumlah yang banyak. Temukan informasi selengkapnya seputar PPOK dalam artikel berikut ini..

Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK) adalah peradangan paru yang berkembang dalam jangka waktu panjang. Paru mengalami pembengkakan, terisi lendir atau dahak sehingga menghalangi aliran udara yang berujung pada kesulitan bernapas yang dialami penderitanya.

Gejala yang muncul saat mengalami PPOK, yakni:

    • Batuk berdahak yang tidak kunjung sembuh dengan warna dahak agak kuning atau hijau.
    • Pernapasan tersengal-sengal, terlebih beraktivitas.
    • Mengi atau napas sesak dan berbunyi.
    • Lemas.
    • Penurunan berat badan.
    • Nyeri dada.
    • Kaki, pergelangan kaki, atau tungkai menjadi bengkak.
    • Bibir atau kuku jari berwarna biru.

PPOK tersebut dapat terjadi disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya:

    • Rokok. Diperkirakan, sekitar 20-30 persen perokok aktif menderita PPOK.
    • Pajanan polusi udara, misalnya asap kendaraan bermotor, debu, atau bahan kimia dapat menggangggu kerja paru-paru.
    • Usia. Umumnya gejala muncul di usia 40 tahunan.
    • Penderita penyakit asma yang juga perokok rentan mengalami PPOK.
    • Penurunan antitripsin alfa-1 yang merupakan zat pelindung paru. Salah satu penyebab menurunnya zat tersebut, yakni jika aktif merokok.

Terdapat beberapa cara yang dapat dilakukan oleh Sahabat Permata agar dapat menghindari PPOK, yaitu:

    • Berhenti merokok atau menghindari pajanan asap rokok.
    • Menghindari polusi udara dengan menggunakan masker.
    • Memasang alat pelembap udara ruangan (air humidifier).
    • Menjaga pola makan yang sehat.
    • Rutin berolahraga.
    • Memeriksakan diri secara berkala ke dokter agar kondisi kesehatan bisa tetap terpantau..