Berita Kesehatan
8 Gejala Sinusitis Akut dan Kronis
Senin, 22 Jan 2018 18:09:16

Setelah itu biasanya disertai dengan beberapa reaksi alergi terhadap debu, cuaca dingin dan kondisi lingkungan yang tidak baik.

Selama beberapa hari maka penderita akan merasa demam, badan yang lemah dan nafsu makan yang terus menurun. Beberapa gejala ringan ini harus diatasi sebelum menjadi sinusitis pada tahap yang lebih akut. Jarak sinusitis akut menjadi sinusitis tahap kronis membutuhkan waktu sekitar tiga bulan atau lebih, jadi gejala sinusitis harus mendapatkan perawatan yang cepat.

Apa itu Rongga Sinus?

Sebelum kita mengenal sinusitis, maka penyakit yang menyerang pada rongga sinus ini harus dikenal secara detail. Sinusitis adalah penyakit yang menyerang pada rongga sinus. Sinus adalah sebuah rongga atau ruangan yang terletak pada bagian belakang tulang wajah di bagian atas sekitar dahi, rongga antara bagian mata dan di bagian belakang dahi, dan rongga pada bagian pipi dan hidung. Rongga sinus berisi lendir dan rambut tipis yang berfungsi untuk menyaring bakteri dan udara yang masuk dari saluran pernafasan.

Rongga sinus yang sehat ditandai dengan kondisi yang bersih, sementara sinusitis akan menyebabkan hambatan saluran lendir sehingga banyak penumpukan lendir pada daerah sinus. Penyakit sinusitis lebih banyak menyerang wanita daripada pria, namun data ini hanya berdasarkan gambaran survei.

Penyebab Sinusitis

Penyakit sinusitis memang pada awalnya terlihat seperti gejala influenza. Banyak penderita yang tidak menyadari bahwa sebenarnya terkena sinusitis. Gejala yang lebih parah biasanya akan terjadi setelah 3 atau 4 minggu dari kondisi influenza yang tidak mengalami perubahan, meskipun sudah diobati. Berikut ini beberapa gejala sinusitis.

1. Sakit Secara Terus Menerus pada Area Sinus

Rasa sakit yang disebabkan karena infeksi sinusitis memang sangat komplek. Rasa sakit bisa terjadi pada bagian dahi, sekitar mata, hidung, pipi, gigi dan rahang pada bagian atas. Kondisi rasa sakit ini bisa muncul dalam waktu yang lama dan biasanya hanya akan berkurang sedikit setelah dilakukan pengobatan dengan obat anti inflamasi.

Bila terjadi peradangan maka rasa sakit akan bertambah lebih parah dan sulit untuk diatasi. Untuk mengurangi rasa sakit maka bisa melakukan kompres dengan air hangat yang ditempelkan pada area sekitar dahi, tulang hidung dan pipi.

2. Keluar Cairan Kuning Kehijauan dan Kental

Infeksi dari bakteri atau virus yang menyebabkan sinusitis, juga bisa membuat perubahan warna cairan atau lendir yang keluar dari hidung. Banyaknya cairan yang keluar dari hidung akan mengalami perubahan warna dari mulai cairan putih bening pada tahap awal dan akan berubah menjadi cairan kental kuning kehijauan pada tahap akhir. Kondisi ini akan menyebabkan cairan keluar dari hidung dan tenggorokan.

Terkadang beberapa penderita merasa nyeri dan gatal pada bagian tenggorokan belakang hingga telinga. Cara untuk mengatasi gejala ini bisa dibantu dengan minum air hangat untuk mencegah penyumbatan cairan pada rongga sinus. Air putih dan teh hangat bisa membuat kondisi lebih baik.

3. Hidung Tersumbat

Hidung tersumbat juga bisa menjadi gejala awal dan tahap lanjut untuk sinusitis. Hal ini terjadi setelah infeksi virus dan bakteri yang terjadi pada rongga sinus menyebabkan peradangan dan pembengkakan pada rongga hidung. Kondisi ini akan bertambah parah jika terapi atau proses perawatan tidak dilakukan dengan cepat.

Beberapa penderita juga bisa mengalami masalah dengan kemampuan hidung dalam membau aroma atau rasa. Cara untuk mengatasi hidung tersumbat adalah dengan tidur dengan posisi bantal yang lebih tinggi.

Cara ini juga bisa menurunkan resiko peradangan yang lebih lanjut.