Berita Kesehatan
Dampak kesehatan yang timbul akibat gunung meletus
Senin, 26 Feb 2018 12:30:50

Bencana alam kembali mengguncang Indonesia. Gunung Sinabung yang terletak di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, dikabarkan meletus pada Selasa (20/2) pukul 09.00 WIB.

Kepala Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengabarkan bahwa Gunung Sinabung meletus dengan tinggi kolom abu mencapai kurang lebih 5.000 meter. Sutopo, melalui akun twitter pribadinya @Sutopo_PN, menyatakan bahwa suara gemuruh letusan Gunung Sinabung disertai dengan awan panas.

“Jangkauan ke arah timur laut sejauh 3.500 meter, dan ke arah selatan sejauh 4.900 meter. Tidak ada korban jiwa,” lanjutnya.

Sementara itu, Kepala Pos Pemantau Gunung Api Sinabung, Armen Putra mengatakan bahwa dalam waktu lebih kurang satu jam setengah, Sinabung menyemburkan abu vulkanik sebanyak enam kali. Semburan paling tinggi terjadi sejauh 3.000 meter atau 3 kilometer.

“Erupsi Gunung Sinabung terjadi sejak pukul 07.27 WIB hingga 08.41 WIB. Rentangnya sangat berdekatan,” ujar Armen.

Dampak kesehatan akibat letusan Gunung Sinabung

Tidak sekadar meninggalkan debu abu vulkanik dan awan tebal, letusan Gunung Sinabung juga berpotensi menyebabkan warga yang tinggal di sekitar lokasi kejadian terserang penyakit-penyakit berikut:


Baca juga : Waspada Penyakit Respiratori Pada Musim Hujan


Penyakit kulit

Meski jarang, abu vulkanik akibat letusan Gunung Sinabung juga dapat menyebabkan terjadinya penyakit kulit. Ini karena abu tersebut bersifat asam. Beberapa kondisi yang paling sering terjadi akibat paparan abu vulkanik pada kulit adalah iritasi dan ruam kemerahan.


Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA)
Hamparan debu yang terjadi akibat letusan Gunung Sinabung dapat terhirup oleh penduduk sekitar, baik secara sengaja maupun tidak disengaja. Hal ini bisa mencetuskan terjadinya Infeksi Saluran Pernapasan Akut atau ISPA.

Seseorang yang terkena ISPA akan mengalami keluhan batuk, iritasi hidung dan tenggorokan, bronkitis, sesak napas, hingga penyempitan jalan napas. Keadaan tersebut harus segera ditangani, karena dapat mengancam nyawa penderitanya.


Penyakit paru
Tidak hanya sekadar Infeksi Saluran Pernapasan Akut, partikel-partikel kecil yang ada pada abu vulkanik juga dapat mengancam kesehatan paru-paru. Komplikasi yang dapat timbul akibat keadaan tersebut adalah radang paru-paru hingga kematian.

Tidak hanya itu, penduduk yang tinggal di sekitar lokasi Gunung Sinabung juga berpotensi tinggi terkena asma, khususnya jika mereka terlalu sering melakukan aktivitas di luar ruangan tanpa menggunakan masker.


Iritasi mata
Butiran abu vulkanik yang beterbangan dapat mengenai mata, dan menyebabkan rusaknya korena mata. Beberapa keluhan yang bisa terjadi akibat kondisi ini adalah mata sakit, perih, gatal atau kemerahan; mata bengkak; mata terasa terbakar dan menjadi sensitif terhadap cahaya.

Selain penyakit di atas, data dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menyebutkan bahwa peristiwa gunung meletus juga dapat menyebabkan terjadinya penyakit observasi febris, dispepsia, hipertensi atau darah tinggi, gastroenteritis dan psikosomatis.

Mengetahui adanya ancaman penyakit, warga yang tinggal di sekitar lokasi letusan Gunung Sinabung diimbau untuk selalu menggunakan masker dan alat pelindung tubuh lainnya, menjaga kebersihan diri maupun lingkungan, serta memerhatikan kesehatan tubuh secara menyeluruh. Jika mengalami gejala-gejala yang merujuk pada penyakit di atas, jangan ragu untuk segera membawa diri ke dokter.