Berita Kesehatan
Komplikasi yang Muncul Jika Radang Tenggorok Tak Ditangani dengan Tepat
Selasa, 26 Sep 2017 16:10:19

Radang tenggorok atau sakit tenggorok memang bukan penyakit berbahaya yang mengancam nyawa. Dengan pengobatan yang tepat dan benar, radang tenggorok bisa sembuh dalam waktu 5-7 hari.

Meski begitu, dr Syahrial M Hutauruk, SpTHT-KL, Ketua Divisi Laring Faring, Departemen Telinga, Hidung dan Tenggorok, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia - RS Cipto Mangunkusumo, mengatakan penanganan radang tenggorok akut yang tidak tepat dapat membuat penyakit menjadi kronis, dan menimbulkan risiko komplikasi.

"Pengobatan tak tepat itu misalnya beli antibiotik sendiri ke apotek tanpa resep dokter, atau berobat ke dokter tapi antibiotiknya tidak habis karena merasa gejala sudah reda, ini bisa meningkatkan risiko radang tenggorok mengalami komplikasi ke bagian sekitar kepala dan leher lainnya," tutur dr Syahrial, beberapa waktu lalu.

Ia menyebut komplikasi radang tenggorok bisa menyerang hidung, telinga, hingga leher. Lalu, komplikasi apa saja yang bisa muncul? Berikut 4 di antaranya:

1. Sinusitis

dr Syahrial mengatakan sinusitis merupakan komplikasi paling umum dari radang tenggorok yang terjadi karena infeksi, baik itu infeksi virus, bakteri ataupun jamur. Kuman-kuman tersebut menjalar ke rongga dinding sinus yang terletak di belakang tulang pipi dan dahi.

Komplikasi sinusitis dapat menyebabkan pasien radang tenggorok mengalami gejala mirip flu seperti hidung tersumbat, keluar ingus, serta demam tinggi dengan suhu di atas 38 derajat Celcius.

"Bisa juga membuat seseorang napasnya berbau tidak enak, pusing atau kehilangan kemampuan penciuman untuk sementara," ungkap dr Syahrial.

2. Hipertropi adenoid

Adenoid merupakan sekumpulan jaringan yang terletak di atas tonsil (amandel) dan berdekatan dengan kelenjar getah bening serta rongga tenggorok. Infeksi radang tenggorok bisa menyebar ke daerah ini dan menyebabkan adenoid mengalami pembesaran (hipertropi).

Kondisi ini menyebabkan pasien biasanya mengalami gangguan pernapasan, hidung tersumbat hingga susah menelan. Meski begitu, hipertrofi akan membaik seiring membaiknya pula kondisi radang tenggorok.

3. Otitis media

Otitis media atau radang telinga tengah merupakan komplikasi yang menyerang telinga akibat kuman radang tenggorok masuk ke bagian telinga dalam. Radang telinga tengah mempunyai gejala yang mirip dengan infeksi virus influenza. Gejala awalnya adalah batuk, pilek, dan terjadi perubahan warna pada gendang telinga.

Dalam struktur telinga, terdapat saluran kecil yang bernama tuba eustachius. Tuba ini menghubungkan bagian telinga tengah dengan nasofaring yang terletak di tenggorok bagian belakang dan hidung.

Karena menghubungkan bagian tenggorok, hidung dan telinga, otomatis virus yang sedang menyerang tenggorok bisa masuk ke telinga. Demikian juga sebaliknya, virus yang sedang menyerang telinga bisa masuk ke tenggorok dan hidung lewat saluran tuba ini.

4. Abses tenggorok dan leher

Abses tenggorok dan leher merupakan salah satu komplikasi serius akibat radang tenggorok kronis. Radang tenggorok kronis menyebabkan rongga di bagian tenggorok melebar.

Akibatnya, sisa makanan yang tidak dibersihkan dengan baik bisa menempel di rongga-rongga tersebut dan menjadi sarang kuman dan bakteri. Hal ini bisa dilihat dengan adanya bercak-bercak putih dan lendir (detritus) di bagian dalam tenggorok.

"Kalau radang tenggorok dan napasnya bau, ada lendir putih mirip nanah, itu tandanya sudah komplikasi serius, namanya abses tenggorok atau abses leher dalam. Biasanya juga disertai dengan pembengkakan di leher," tuturnya.

Penyakit ini membutuhkan pengobatan antibiotik dan rawat inap. Antibiotik bisa diberikan dengan infus dan benjolan (pulpa) yang berisi nanah akan dipecahkan dengan jarum.