Berita Kesehatan
Hidung Meler Saat Makan Pedas, Apakah Ini Alergi?
Senin, 21 Des 2020 16:53:34
Terkadang, hidung meler bisa terjadi mendadak tanpa pemicu alergi seperti dalam kondisi rhinitis vasomotor. Namun, yang lebih umum terjadi adalah rhinitis sebagai reaksi alergi. Umumnya, gejala lain yang muncul adalah bersin, dada sesak, hidung gatal dan berair, serta ada lendir di tenggorokan. Rhinitis adalah istilah medis saat hidung tersumbat atau berair. Apabila pemicunya adalah jenis makanan tertentu, artinya yang terjadi adalah gustatory rhinitis. Makanan pedas kerap kali menjadi pemicu utama.

Penyebab terjadinya rhinitis

Ada banyak hal yang bisa menjadi penyebab hidung meler atau rhinitis. Mengenali apa yang menjadi pemicu akan membantu mencegah terjadinya reaksi alergi dengan lebih mudah.Berikut ini beberapa jenis rhinitis bergantung pada penyebabnya:

1. Rhinitis alergi

Ini merupakan jenis yang paling umum terjadi. Pemicunya biasanya karena debu, jamur, dan benang sari. Ciri khas dari rhinitis ini adalah terjadi musiman, artinya bisa datang dan pergi. Namun, kondisinya bisa jadi lebih buruk pada waktu-waktu tertentu sepanjang tahun.Selain itu, kondisi ini juga bisa terjadi akibat alergi terhadap hewan seperti kucing dan anjing. Alergi terhadap makanan seperti kacang-kacangan, hewan air bercangkang, laktosa, gluten, dan telur adalah kasus yang cukup sering terjadi.Saat respons alergi muncul, sistem imun tubuh akan bereaksi dengan mengeluarkan zat histamin. Akibatnya, orang yang mengalaminya akan mengalami hidung meler hingga dada sesak.Beberapa gejala lain yang juga menyertai di antaranya:
  • Muncul ruam di kulit
  • Napas pendek-pendek
  • Kesulitan menelan
  • Bunyi napas dengan frekuensi tinggi
  • Muntah
  • Lidah membengkak
  • Sakit kepala

2. Rhinitis non-alergi

Dokter juga bisa mendiagnosis seseorang mengalami rhinitis non-alergi apabila setelah rangkaian tes tidak ditemukan apa pemicunya. Pada kasus ini, sistem kekebalan tubuh tidak ikut terlibat. Artinya, hidung berair terjadi karena ada pemicu tertentu.Memahami kondisi rhinitis non-alergi tak semudah rhinitis alergi. Itulah mengapa kerap terjadi kesalahan diagnosis untuk kondisi ini.Lebih jauh lagi, beberapa pemicu rhinitis non-alergi yang umum terjadi adalah:
  • Aroma menyengat yang mengganggu
  • Makanan tertentu
  • Perubahan cuaca
  • Asap rokok

3. Gustatory rhinitis

Ini adalah jenis rhinitis non-alergi yang berhubungan dengan waktu makan. Ciri utamanya adalah hidung meler atau menghasilkan lendir lebih banyak setelah mengonsumsi makanan tertentu. Pemicu utamanya adalah makanan pedas.Dalam studi pada tahun 1989, ditemukan hubungan antara makanan pedas dan produksi lendir pada orang yang memiliki gustatory rhinitis. Orang yang berusia lanjut lebih umum menderita rhinitis jenis ini.Beberapa jenis makanan yang kerap menyebabkan reaksi hidung berair pada orang dengan gustatory rhinitis adalah:
  • Lada
  • Bawang putih
  • Kuah kari
  • Salsa
  • Sambal
  • Bubuk cabai
  • Jahe
  • Bumbu rempah alami

4. Rhinitis vasomotor

Istilah vasomotor dalam rhinitis jenis ini berarti aktivitas yang berhubungan dengan pelebaran pembuluh darah. Ciri-cirinya adalah hidung tersumbat atau justru berair. Selain itu, bisa muncul gejala lain seperti batuk, wajah terasa tertekan, dan keinginan terus menerus berdeham.Faktor risiko yang juga berkaitan dengan kondisi ini adalah cedera pada area hidung dan GERD. Munculnya gejala ini bisa terus menerus atau sesekali. Umumnya, pemicu terjadinya rhinitis vasomotor adalah:
  • Aroma parfum atau aroma menyengat lainnya
  • Udara dingin
  • Bau cat
  • Perubahan tekanan udara
  • Alkohol
  • Perubahan hormon saat haid
  • Cahaya yang terlalu menyilaukan
  • Stres emosional

5. Rhinitis gabungan

Disebut juga mixed rhinitis, kondisi ini terjadi saat seseorang memiliki rhinitis alergi dan non-alergi sekaligus. Artinya, sangat mungkin mengalami hidung meler sepanjang tahun. Bahkan, gejalanya akan memburuk pada musim-musim tertentu.Selain gejala lain seperti gangguan pernapasan, ada pula sensasi gatal pada mata yang cenderung berair. Ini bisa terjadi kapan saja seperti saat sedang berada di dekat kucing.

Cara menangani hidung meler akibat rhinitis

Sebagian besar orang tak menganggap serius hidung berair. Namun, jangan sepelekan apabila kondisinya menjadi kian parah bahkan mengganggu aktivitas. Ada baiknya mendiskusikan apa pemicu pastinya dengan dokter, sehingga dapat diupayakan langkah pencegahan.Lebih jauh lagi, dokter akan melakukan patch test untuk tahu jenis alergen yang memicu reaksi alergi. Prosedur lain seperti anterior rhinoscopy dan nasal endoscopy juga bisa dilakukan untuk memeriksa adakah infeksi atau kerusakan organ.Untuk menangani hidung meler akibat rhinitis, tentu harus melihat apa pemicunya. Sebagian besar gejala bisa mereda dengan mengonsumsi obat antihistamin maupun antihistamin alami, madu, dan probiotik.Apabila yang dialami adalah alergi terhadap makanan tertentu, sebaiknya upayakan untuk menghindarinya. Ini cukup menantang karena gejala yang semula cukup ringan bisa jadi kian parah di kemudian hari.