Berita Kesehatan
Tak Bisa Mencium Aroma, Bagaimana Solusinya?
Senin, 19 Mar 2018 12:14:43

Bayangkan, Anda tak bisa mencium aroma makanan atau wewangian yang menggoda. Tak bisa juga mencium aroma lain, misalnya aroma busuk saat seseorang dengan perut kembung buang angin. Ada plus minusnya.


Apakah ada orang yang tak bisa mencium aroma? Jawabnya ada, dan ini disebut anosmia. Kasus ini bisa sebagian atau tak bisa mencium aroma sepenuhnya, meskipun kasus anosmia total masuk dalam kategori langka. Kemampuan membaui aroma ini bisa bersifat sementara atau permanen, bergantung pada penyebabnya.


Anosmia bisa menyebabkan kita kehilangan minat dalam makan, yang mungkin bisa menyebabkan penurunan berat badan, malnutrisi atau bahkan depresi, demikian dilaporkan Webmd.com. Tidak bisa mencium aroma bukan hanya masalah gaya hidup, namun kondisi ini juga bisa mendorong pada kondisi yang berbahaya tanpa menyadarinya. Sebagai contoh, tanpa kemampuan untuk mendeteksi bau, kita tidak akan mencium bau kebocoran gas, asap dari kebakaran, atau susu atau makanan yang telah basi.


Gangguan membaui ini ternyata dialami ratusan ribu orang Amerika ke dokter setiap tahun. Untungnya, bagi kebanyakan orang, anosmia adalah gangguan sementara yang disebabkan oleh hidung tersumbat parah akibat flu. Setelah flu berlalu, kemampuan membaui aroma akan kembali dengan sendirinya. Tapi bagi sebagian orang, termasuk banyak orang tua, hilangnya rasa penciuman dapat bertahan. Selain itu, anosmia dapat menjadi tanda kondisi medis yang lebih serius.


Kemampuan seseorang membaui didorong oleh proses tertentu. Pertama, molekul dilepaskan dari zat (seperti aroma dari bunga) harus merangsang sel-sel saraf khusus (disebut sel penciuman) ditemukan di hidung bagian atas. Sel-sel saraf ini kemudian mengirim informasi ke otak, di mana bau tertentu diidentifikasi. Apa pun yang mengganggu proses ini, seperti hidung tersumbat, atau kerusakan pada sel-sel saraf sendiri, dapat menyebabkan kemampuan penciuman. Kemampuan untuk mencium juga mempengaruhi kemampuan kita untuk merasakan. Tanpa indera penciuman, selera kita hanya dapat mendeteksi beberapa rasa, dan ini dapat mempengaruhi kualitas hidup.


Penyebab anosmia


Hidung tersumbat karena cuaca dingin, alergi, infeksi sinus, atau kualitas udara yang buruk merupakan penyebab paling umum dari anosmia. Penyebab anosmia lainnya termasuk:


- Polip hidung, pertumbuhan bukan kanker, massa kecil di hidung dan sinus yang menghalangi rongga hidung.

- Cedera hidung dan saraf bau dari operasi atau trauma kepala.

- Paparan bahan kimia beracun, seperti pestisida atau pelarut.

- Obat-obat tertentu, termasuk antibiotik, antidepresan, obat anti-peradangan, obat jantung, dan lain-lain.

- Penyalahgunaan kokain.

- Usia tua. Seperti penglihatan dan pendengaran, rasa penciuman bisa menjadi lemah karena usia. Bahkan, kemampuan seseorang membaui bau paling tajam antara usia 30 dan 60 dan mulai menurun setelah usia 60.

- Kondisi medis tertentu, seperti penyakit Alzheimer, penyakit Parkinson, multiple sclerosis, kekurangan nutrisi, kondisi bawaan, dan gangguan hormonal.

- Pengobatan radiasi kanker kepala dan leher. Tanda yang jelas dari anosmia adalah kehilangan membaui aroma. Beberapa orang dengan anosmia bisa menandai perubahan dalam cara membaui.


Bagaimana diagnosisnya?


Jika mengalami kesulitan membaui aroma yang bukan disebabkan pilek atau alergi dan tidak membaik setelah satu atau dua minggu, segerakan kunjungan ke dokter. Dokter akan memeriksa di dalam hidung dengan alat khusus untuk melihat apakah polip atau pertumbuhan mempengaruhi kemampuan seseorang untuk mencium atau ada infeksi.

Pengujian lebih lanjut oleh dokter yang mengkhususkan diri dalam masalah telinga, hidung, dan tenggorokan dokter (THT, atau otolaryngologist), mungkin diperlukan untuk menentukan penyebab anosmia. CT scan atau pemindaian mungkin diperlukan sehingga dokter bisa mendapatkan tampilan yang lebih baik dari daerah target.


Perawatan anosmia


Jika hidung tersumbat akibat pilek atau alergi menjadi penyebab anosmia, pengobatan biasanya tidak diperlukan, dan kondisi ini akan menjadi lebih baik dengan sendirinya. Penggunaan jangka pendek dari obat dekongestan yang dijual bebas dapat membuka saluran hidung sehingga bisa bernapas lebih mudah.

Namun, jika kondisi hidung mampet semakin memburuk atau tidak hilang setelah beberapa hari, segerakan ke dokter. Bisa jadi ini infeksi dan perlu antibiotik, atau kondisi medis lain mungkin menjadi penyebabnya. Jika polip atau pertumbuhan bukan kanker hadir, operasi mungkin diperlukan untuk menghilangkan obstruksi dan mendapatkan kembali rasa penciuman.

Seandainya obat diduga mempengaruhi indera penciuman, berbicara dengan dokter dan melihat apakah ada pilihan pengobatan lain yang tersedia yang tidak akan mempengaruhi kemampuan kita untuk mencium. Namun, jangan hentikan pengobatan tanpa berkonsultasi dengan dokter ya. Tak jarang, seseorang akan mendapatkan kembali kemampuan membaui secara spontan. Sayangnya, anosmia tidak selalu dapat diobati, terutama jika usia adalah penyebabnya.

Tapi ada langkah-langkah yang dapat kita ambil untuk bisa menjalani hidup dengan ketidakmampuan untuk mencium tidak lagi menjadi ganjalan. Misalnya, menempatkan detektor kebakaran dan alarm asap di rumah dan kantor. Jika memiliki keraguan tentang keamanan makanan, jangan memakannya. Jika saat ini merokok, berhentilah sekarang. Merokok dapat membuat indera menjadi tumpul, termasuk kemampuan indera penciuman.