Berita Kesehatan
Radang Tenggorok Bisa karena Virus atau Bakteri
Selasa, 03 Okt 2017 12:05:51

Kita semua mungkin pernah mengalami tenggorok terasa gatal dan susah menelan. Gejala itu bisa disebabkan oleh udara dingin yang kering, alergi musiman, atau flu. Tetapi, terkadang penyebabnya adalah strep, infeksi bakteri yang bisa berbahaya.

Hanya dokter yang bisa menentukan apakah gejala sakit di tenggorok itu disebabkan karena infeksi strep yang merupakan kelompok bakteri Streptococcus atau radang tenggorok biasa karena virus. Jika disebabkan karena virus maka tidak diperlukan antibiotik.

Ada beberapa gejala yang bisa kita amati untuk menentukan apakah nyeri tenggorok itu karena bakteri atau virus.

- Titik putih di tenggorok

Mengintip ke dalam tenggorok bisa menjadi cara untuk mengetahui apa penyebab sakitnya. Infeksi strep sering menyebabkan munculnya bercak-bercak putih di tenggoorokan dan tonsil. Tonsil juga kerap merah dan bengkak.

- Gejala flu

Batuk dan hidung tersumbat bisa menyebabkan rasa tidak nyaman di tenggorok. Namun gejala ini jarang disebabkan karena bakteri. Gejala flu yang diikuti dengan sakit tenggorok biasanya disebabkan virus.

- Demam tinggi

Flu atau salesma terkadang menyebabkan demam, tetapi kenaikan suhunya tak terlalu tinggi. Demam di atas 38 derajat celcius biasanya disebabkan karena strep. Meski begitu infeksi strep bisa terjadi meski tanpa demam.

- Pembengkakan kelenjar getah bening

Radang tenggorok karena bakteri akan menyebabkan kelenjar getah bening di leher membengkak dan terasa empuk. Fungsi kelenjar getah bening adalah menangkap dan membasmi bakteri. Jika ada bagian tubuh yang terinfeksi, kelenjar getah bening yang paling dekat dengan bagian itu akan membengkak sebagai tanda mereka sudah bekerja.

- Sangat sakit

Radang tenggorok yang disebabkan oleh flu biasanya tidak terlalu nyeri dan sembuh sendiri beberapa hari. Sementara infeksi bakteri cenderung lebih sakit sampai sulit menelan dan nyerinya bertahan lama.

- Ada ruam kulit

Meski jarang, tetapi infeksi streph juga bisa menimbulkan gejala ruam di leher dan dada. Jika ruamnya menyebar ke seluruh tubuh ini merupakan gejala yang perlu diwaspadai.