Berita Kesehatan
Avulsi Gigi
Rabu, 13 Okt 2021 10:42:46

Gigi adalah salah satu organ tubuh yang berperan penting dalam menjaga kualitas hidup manusia. Tidak hanya berfungsi untuk mengunyah dan mencerna makanan, gigi juga membantu manusia saat berbicara. Namun, ada kalanya gigi bermasalah seperti berlubang atau bahkan mengalami avulsi.

Definisi avulsi gigi

Avulsi gigi adalah kondisi ketika gigi benar-benar copot dari soketnya. Kondisi ini bisa membuat orang dewasa kehilangan gigi permanennya. Gigi dapat copot karena cedera berolahraga atau kecelakaan yang melibatkan wajah.

Avulsi gigi termasuk dalam keadaan darurat, sehingga Anda memerlukan penanganan sesegera mungkin agar gigi bisa dipasangkan kembali atau diganti.

Seberapa umum kondisi ini terjadi?

Avulsi gigi cukup umum terjadi dan bisa dialami oleh siapa saja, baik anak-anak maupun orang dewasa. Namun, kejadiannya dua kali lipat lebih sering ditemukan pada pria daripada wanita.

Biasanya anak-anak dan orang dewasa yang aktif berolahraga lebih rentan mengalami gigi copot.

Tanda dan gejala avulsi gigi

Ketika gigi mengalami avulsi, maka artinya gigi benar-benar copot dari mulut Anda. Anda akan merasa ada bagian kosong atau celah di mulut tepatnya pada tempat gigi Anda sebelumnya. Selain itu, biasanya Anda juga akan merasa sakit pada mulut.

Gigi copot juga dapat menimbulkan pembengkakan dan perdarahan. Maka dari itu, Anda tidak disarankan minum aspirin karena obat tersebut dapat memperparah perdarahan.

Bila avulsi gigi disebabkan oleh cedera di kepala, gejala seperti pusing atau mual mungkin juga akan muncul.

Kapan harus periksa ke dokter?

Seperti yang telah disebutkan, avulsi gigi termasuk dalam keadaan darurat. Maka dari itu, segera hubungi atau pergi ke dokter gigi untuk segera mendapatkan penanganan.

Penyebab avulsi gigi

Avulsi gigi dapat terjadi ketika gigi atau mulut terkena tekanan atau benturan yang sangat kuat. Tekanan ini dapat berasal dari:

  • kecelakaan sepeda atau kendaraan bermotor,
  • cedera saat melakukan olahraga seperti sepak bola, hoki, bela diri, dan rugby,
  • serangan atau tindak kekerasan, serta
  • aktivitas di air terjun.

Penanganan untuk mengatasi gigi copot

Gigi akan lebih mudah terpasang kembali bila Anda tidak menunda penanganannya. Maka dari itu, Anda sebaiknya langsung melakukan pertolongan pertama setelah mengalami insiden.

Mula-mula, ambil gigi yang telah terjatuh dengan memegang bagian mahkotanya. Jangan menyentuh bagian akarnya karena hal ini dapat menghilangkan serat ligamen periodontal yang berfungsi untuk membantu penyembuhan.

Kemudian, bersihkan gigi Anda dari kotoran dengan susu. Bersihkan tanpa digosok, dikeringkan, atau diberi sabun. Setelah gigi bersih, Anda bisa menempatkan gigi Anda kembali ke dalam soket dengan perlahan. Pada saat ini, pastikan tetap pegang bagian mahkota gigi.

Bila sudah terpasang, gigit serbet, kain kasa, atau sapu tangan dengan gigi tersebut untuk mempertahankan posisinya selama kurang lebih 15 sampai 20 menit.

Selanjutnya, pergilah ke dokter gigi untuk mendapatkan penanganan. Usahakan untuk datang kurang dari satu jam setelah mengalami insiden yang membuat gigi copot.

Harus Anda ketahui, langkah-langkah ini hanya boleh dilakukan bila gigi yang copot adalah gigi permanen.

Pemasangan kembali gigi susu tidak disarankan karena dapat menimbulkan infeksi pada gigi permanen yang ada di dalamnya. Anda bisa meletakkan gigi susu dalam segelas susu.

Penanganan di dokter gigi

Jika Anda berhasil memasang kembali gigi yang telah mengalami avulsi, dokter akan memeriksa apakah posisinya sudah benar dengan melakukan rontgen.

Bila benar, dokter akan melakukan splinting, yaitu teknik untuk menyekat kedua sisi gigi yang copot dengan gigi di sekitarnya untuk menahan posisinya. Hasil dari prosedur ini akan bertahan selama dua minggu.

Pada masa tersebut, dokter akan melakukan evaluasi. Bila ternyata tulang di sekitar gigi Anda juga retak, belat hasil splinting mungkin akan dibiarkan lebih lama setidaknya sekitar enam minggu.

Bagi Anda yang merendam gigi dalam larutan garam atau susu, dokter akan membersihkan gigi serta memberikan bius lokal sebelum menanam dan merekatkan kembali gigi Anda ke tempat semula.

Ingat, semakin cepat Anda membawa rendaman gigi ke dokter, maka semakin tinggi pula tingkat keberhasilan penanaman gigi Anda. Bila gigi yang copot dibiarkan kering, dokter biasanya menggantikan gigi tersebut dengan gigi tiruan atau implan gigi di kemudian hari.

Untuk membantu proses penyembuhan dan mencegah infeksi, Anda mungkin akan mendapatkan obat antibiotik yang harus Anda minum selama beberapa hari.

Sementara itu, pada gigi susu, dokter akan memeriksa apakah ada potongan gigi yang masih ada di dalam gusi. Pada kasus ini, biasanya Anda atau anak Anda cukup menunggu sampai gigi permanen tumbuh.

Perawatan setelah implan gigi

Setelah menjalani implan gigi, Anda harus melakukan beberapa langkah perawatan berikut:

  • Menyikat gigi dengan lembut setiap setelah makan
  • Bilas dengan obat kumur antibakteri klorheksidin dua kali sehari selama dua minggu
  • Hindari makanan yang terlalu dingin, terlalu panas, atau terlalu keras
  • Minum¬†obat pereda nyeri¬†seperti ibuprofen atau NSAID bila masih merasakan sakit bekas insiden

Jangan lupa untuk selalu mengunjungi dokter gigi sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan.

Mencegah avulsi gigi

Mengingat kondisi ini bisa terjadi karena cedera atau kecelakaan, maka Anda bisa mencegahnya dengan mengenakan pelindung mulut setiap Anda berolahraga.

Bila Anda adalah pegiat jenis olahraga yang berisiko menimbulkan cedera pada area mulut seperti rugby atau hoki, pertimbangkan untuk mendapatkan pelindung mulut yang dibuat khusus oleh dokter gigi dengan menyesuaikan struktur gigi Anda.