Berita Kesehatan
Mengenal Kanker Lidah yang Kerap "Menipu"
Jumat, 27 Apr 2018 11:55:11

Andrie Kurnia Farid, meninggal akibat menderita kanker lidah. Istri Andrie, Rezy Selvia Dewi, menuliskan curahan hatinya yang berjudul 'Selamat Jalan Suamiku' di Facebook dan menjadi viral.

Rezy menceritakan tentang kanker lidah yang dialami suaminya, berawal dari sariawan, disangka pertumbuhan gigi bungsu, sampai akhirnya divonis positif terkena kanker lidah. Berbagai pengobatan telah dilakukan tetapi sayangnya nyawa sang suami tak terselamatkan.

Tak pernah ada yang menyangka, bahwa dari diagnosis awal sariawan biasa ternyata merupakan pertanda kanker.


Menurut Oral Cancer Foundation, kanker lidah memang kerap "menipu". Awalnya, kanker akan tampil sebagai bercak putih atau luka mirip sariawan sehingga orang cenderung mengabaikan. Kondisi kanker baru bisa terdeteksi pada stadium 4, seperti yang dialami Andre.

Munculnya benjolan atau rasa sakit pada sisi lidah bisa jadi tanda kanker ini. Benjolan berwarna merah muda tersebut akan terasa sakit dan berdarah bila disentuh atau digigit.


Gejala kanker lidah lainnya adalah perubahan suara, rasa kebas dalam mulut, kesulitan menelan, perdarahan tanpa sebab pada lidah, dan sakit lidah berminggu-minggu.

Dokter Speliasis THT dari Rumah Sakit Umum Pusat Fatmawati, Sri Susilawati, menjelaskan, kanker lidah adalah tumor ganas yang tumbuh di lidah, baik di ujung lidah maupun di pangkal lidah yang sukar dilihat.


Menurut Sri, gejala kanker biasanya ditandai dengan munculnya benjolan di lidah yang terkadang disertai luka di permukaannya, sehingga menimbulkan rasa nyeri.

Penyebab terjadinya kanker lidah bisa beragam, mulai dari konsumsi minuman beralkohol, gigi palsu yang tidak pas, gigi bergerigi, tidak merawat gigi dan gusi, juga sipilis dan Human Papilloma Virus (HPV). HPV dapat menyebabkan banyak kanker di dasar lidah, menginfeksi area genital, dan menyebabkan kanker serviks.


Alkohol dan tembakau diduga menjadi penyebab utama kemunculan kanker lidah, sebab keduanya memiliki sifat karsinogenik atau mudah menyebarkan kanker.

Hasil penelitian oleh Departemen Kesehatan Indonesia juga menunjukkan bahwa orang dengan kebersihan mulut yang buruk berisiko 2,3 kali lebih tinggi untuk mengalami kanker rongga mulut, termasuk lidah.


Jika mengalami beberapa tanda di atas, segera periksa ke dokter. Selain melakukan pemeriksaan pada mulut, dokter mungkin merekomendasikan pemindaian sinar-X atau CT (computerized tomography) untuk menunjukkan gambaran yang lebih rinci. Bisa juga dilakukan biopsi, pengambilan sampel jaringan dari bagian yang diduga terkena kanker.

Pengobatan kanker lidah bisa beragam, tergantung kepada jenis, letak, dan tingkat keparahan kanker lidah. Pengobatannya bisa jadi merupakan perpaduan antara kemoterapi, obat untuk melawan kanker, dan radiasi.


Setelahnya, pasien mungkin perlu terapi untuk membantu menggerakkan lidah, menelan, dan berbicara lebih baik. Anda juga akan menjalani pemeriksaan rutin untuk memastikan kanker tidak kembali.

Bila ukuran kanker termasuk besar dan kondisinya sudah parah, pasien mungkin akan menjalani operasi glosektomi, pengangkatan sebagian atau seluruh lidah.

Setelah operasi selesai, lidah akan direkonstruksi untuk menggantikan lidah yang diangkat. Namun, prosedur glosektomi akan memengaruhi kemampuan bicara serta menelan Anda secara permanen.


Untuk mencegah terjadinya kanker lidah, terutama bila disebabkan oleh HPV, Anda yang belum aktif secara seksual bisa mendapatkan vaksinasi HPV, dan gunakan kondom setiap kali berhubungan seksual bagi yang aktif secara seksual.

Bagi peminum alkohol rutin, akan lebih baik jika konsumsinya dikurangi. Pastikan untuk selalu menjaga kesehatan gigi dan gusi, dan bila menggunakan gigi palsu, pastikan ukuran dan posisinya tepat.


Hal ini juga mengingatkan betapa pentingnya memeriksakan rongga mulut secara teratur. Untuk itu pergilah ke dokter gigi setiap enam bulan sekali. Sehingga, bila ada kondisi abnormal yang memerlukan tindak lanjut dapat ditemukan lebih awal.