Berita Kesehatan
Implan Koklea dan Alat Bantu Dengar, Mana Lebih Baik?
Rabu, 02 Mei 2018 13:29:17

Gangguan pendengaran dapat terjadi pada siapa saja, tanpa memandang usia. Baik implan koklea maupun alat bantu dengar, keduanya digunakan untuk menangani gangguan pendengaran. Meskipun demikian, penggunaan keduanya berbeda.


Alat bantu dengar lebih umum digunakan dibandingkan implan koklea. Alat bantu dengar dapat digunakan untuk gangguan pendengaran ringan sampai berat, yang bekerja dengan cara mengeraskan suara. Implan koklea sendiri digunakan pada kasus-kasus yang mana penggunaan alat bantu dengar saja tidak cukup untuk mengatasi gangguan pendengaran.


Beda penggunaan alat bantu dengar dan implan koklea

Implan koklea digunakan untuk mengatasi gangguan pendengaran sangat berat atau mendalam. Caranya adalah dengan menanamkan alat langsung ke dalam telinga melalui operasi, lalu diaktifkan oleh perangkat yang dipakai di luar (belakang) telinga.


Tujuan dari penanaman implan koklea menggantikan fungsi koklea (rumah siput) yang rusak dan menstimulasi langsung saraf pendengaran. Tidak seperti alat bantu dengar, implan koklea tidak membuat suara dari luar terdengar lebih keras. Koklea berfungsi untuk mengubah bunyi dari getaran mekanis menjadi sinyal, yang dikirimkan ke otak melalui saraf pendengaran. Jadi, fungsi implan ini adalah untuk menghantarkan suara ke saraf pendengaran agar bangkit kembali.


Penanganan gangguan pendengaran bisa juga dengan alat bantu dengar, yang diibaratkan seperti kacamata. Maksudnya, bila digunakan dapat menaikkan volume suara di sekitarnya, sehingga suara terdengar lebih keras dan jelas. Namun, ketika dilepas pendengaran tetap terganggu.


Bagi mereka yang membutuhkan implan koklea, masalah yang terjadi bukan hanya pada volume suara, tapi juga ada bagian sinyal suara yang hilang di otak. Implan dapat digunakan terus-menerus, dan bisa juga dimatikan dan dinyalakan sesuai kebutuhan. Ketika dimatikan atau diambil, pemakai tetap mengalami gangguan pendengaran.


Mendengar menggunakan implan koklea tentunya tidak sama dengan pendengaran normal atau menggunakan alat bantu dengar. Implan memungkinkan penggunanya untuk dapat berkomunikasi, mengenal sinyal bahaya, dan memahami suara-suara alam. Pengguna implan koklea sering kali melaporkan suara yang terdengar seperti suara patah-patah atau seperti robot, tapi mereka tetap dapat mengerti dan berpartisipasi dalam percakapan, baik secara langsung maupun melalui telepon.


Siapa yang cocok menggunakan implan koklea?

Mereka yang cocok atau kandidat yang tepat untuk menggunakan implan koklea ialah orang-orang yang mengalami tuli berat atau tidak dapat mendengar sama sekali, baik anak-anak maupun orang dewasa. Jika implan koklea dilakukan pada bayi atau anak berusia 1 tahun yang mengalami tuli sejak lahir, maka ini dapat membantu anak mengembangkan kemampuan berbahasa dan berbicara hampir seperti orang biasa. Penelitian telah membuktikan bahwa anak-anak yang menggunakan implan koklea sebelum berusia 18 bulan akan lebih baik dalam mendengar suara dan musik serta berbicara, dibandingkan dengan anak-anak yang menggunakan implan koklea setelah beranjak besar.


Orang dewasa yang kehilangan fungsi pendengaran total atau tuli berat juga dapat merasakan manfaat menggunakan implan koklea. Mereka dapat belajar menghubungkan sinyal dari implan dengan suara yang mereka ingat, termasuk percakapan, tanpa harus melihat atau membaca bibir, atau melihat bahasa isyarat.


Siapa yang cocok menggunakan alat bantu dengar?

Alat bantu dengar dapat digunakan baik anak-anak maupun orang dewasa yang masih memiliki kemampuan untuk mendengar, yaitu yang mengalami gangguan pendengaran ringan hingga sedang-berat. Para lansia yang mengalami gangguan pendengaran akibat penuaan sebaiknya memilih metode ini, karena lebih mudah dikontrol dan dapat menentukan sendiri apakah ingin dipasang atau dilepas. Keuntungan lainnya adalah tidak diperlukannya tindakan operasi.

Kabar baiknya, hampir sebagian besar orang dengan gangguan pendengaran ringan-sedang dapat dengan nyaman menggunakan alat bantu dengar. Meskipun alat ini tidak memproses suara seperti implan koklea, tapi alat bantu dengar lebih murah dan fleksibel dibandingkan implan. Kecuali Anda mengalami tuli total atau gangguan pendengaran yang sangat berat, Anda akan baik-baik saja dengan hanya mengandalkan alat bantu dengar.

Sebelum memutuskan untuk memilih metode penanganan gangguan pendengaran, konsultasikan dengan dokter spesialis Telinga, Hidung, dan Tenggorok (THT), sehingga dapat diketahui derajat ketulian dan alat yang sesuai untuk mengatasinya, baik itu berupa alat bantu dengar ataupun implan koklea.