Berita Kesehatan
Lingkungan Kerja Berisik Berdampak Buruk Bagi Kesehatan
Jumat, 04 Mei 2018 11:08:51

Bekerja di tempat yang berisik tak hanya menganggu konsentrasi dan pendengaran. Lebih dari itu, kebisingan bahkan bisa berdampak besar pada kesehatan. Dr. Robert Glatter, dokter ruang gawat darurat di Lenox Hill Hospital di New York City, mengatakan bahwa lingkungan yang bising di tempat kerja merupakan faktor risiko terabaikan untuk tekanan darah tinggi dan kolesterol tinggi.


"Mengurangi tingkat kebisingan di tempat kerja sangat penting bukan hanya untuk pencegahan kehilangan pendengaran, itu juga dapat memengaruhi tekanan darah dan kolesterol," kata Dr John Howard, direktur National Institute for Occupational Safety and Health (NIOSH) Amerika Serikat.


Kolesterol tinggi dan tekanan darah tinggi atau hipertensi, secara resmi terdaftar sebagai faktor risiko utama untuk penyakit jantung. Centers for Disease Control and Prevention mencatat bahwa sekitar 610.000 orang meninggal karena masalah jantung setiap tahun.


John bersama tim ilmuwan NIOSH melakukan analisis data dari National Health Interview Survey tahun 2014 dan menemukan bahwa 41 juta orang Amerika memiliki riwayat paparan kebisingan di tempat kerja.


Menurut peneliti, paparan suara yang berhubungan dengan pekerjaan dapat dikaitkan dengan 58 persen masalah pendengaran, 14 persen kasus tekanan darah tinggi, dan 9 persen kasus kolesterol tinggi.


Pekerjaan dengan tingkat tertinggi paparan kebisingan pekerja adalah pertambangan (61 persen), konstruksi (51 persen), dan manufaktur (47 persen).

"Jika kebisingan dapat dikurangi ke tingkat yang lebih aman di tempat kerja, lebih dari 5 juta kasus kesulitan mendengar di antara pekerja yang terpapar kebisingan dapat berpotensi dicegah," kata rekan penulis studi Liz Masterson, Ph.D.


Liz mengatakan bahwa pekerja yang terpapar suara bising harus menjalani pemindaian telinga secara teratur di tempat kerja atau melalui penyedia layanan kesehatan sebagai langkah pencegahan terhadap kondisi kesehatan yang lebih serius.


Kiat menjaga telinga

Jika Anda bekerja di lingkungan yang bising, pastikan untuk menjaga kesehatan telinga dan pendengaran. Cara sederhananya yaitu menggunakan penutup telinga (earplugs) untuk melindungi telinga dari suara berisik.

Anda juga bisa menggunakan penutup telinga yang biasa digunakan musisi agar tetap bisa mendengar percakapan dan musik tetapi masih mengurangi tingkat suara yang berbahaya.

Jika terpapar suara keras untuk waktu yang lama, seperti di konser, bar, atau dekat suara mesin yang bising, menjauhlah dari sumber suara selama lima menit setiap kali untuk mengistirahatkan telinga.


Kemudian, berhati-hatilah dalam membersihkan telinga sebab memasukkan benda seperti cotton bud berisiko merusak organ sensitif seperti gendang telinga. Sedikit kotoran telinga tidak hanya normal, tetapi itu juga penting. Lagipula telinga adalah organ yang dapat membersihkan dirinya sendiri dari debu dan partikel berbahaya lainnya.

Untuk membersihkan telinga, pakailah handuk basah yang lembut atau menggunakan larutan pembersih kotoran telinga. Lebih baik lagi bila dilakukan oleh dokter.


Pastikan juga telinga selalu dalam keadaan kering. Kelembapan berlebih dapat memungkinkan bakteri masuk dan menyerang saluran telinga. Ini dapat menyebabkan infeksi yang dapat membahayakan kemampuan pendengaran.

Hati-hati juga dalam menggunakan obat anti-inflamasi non-steroid (NSAIDS) seperti aspirin, ibuprofen, dan naproxen karena dapat menyebabkan gangguan pendengaran.


Anda juga disarankan untuk berolahraga karena baik untuk kesehatan telinga. Latihan seperti berjalan, berlari, atau bersepeda membuat darah memompa ke seluruh bagian tubuh Anda, termasuk telinga. Ini membantu bagian dalam telinga tetap sehat dan bekerja sesuai potensi maksimal.