Berita Kesehatan
Warna Lendir Hidung Menunjukkan Seberapa Parah Penyakit Anda
Sabtu, 12 Mei 2018 16:45:04

Anda sedang sakit, alergi atau mungkin flu. Akibatnya, hidung menjadi tersumbat akibat terhalang lendir atau ingus. Mungkin, Anda menganggap gangguan kesehatan yang Anda alami, ringan saja. Atau, mungkin ada juga yang menganggapnya berat, karena lendir itu membuat susah bernapas.


Tahukah Anda, bahwa Anda bisa memperkirakan seberapa berat sakit yang Anda alami dengan melihat warna lendir itu? Menurut Roshini Rajapaksa, MD, asisten profesor bidang kedokteran di NYU School of Medicin, warna lendir di hidung atau yang keluar dari tenggorokan Anda menunjukkan seberapa keras sistem kekebalan tubuh bekerja untuk menangkis infeksi, baik itu karena bakteri atau karena virus.


Biasanya, lendir terdiri dari sebagian besar air, protein, antibodi, dan garam terlarut. Fungsi dari lendir ini adalah menjaga hidung Anda agar tidak menjadi terlalu kering dan untuk melindungi paru-paru Anda dari debu, alergen, bakteri, virus, dan penyusup lainnya. Bahkan, ketika kita dalam kondisi sehat, kita tetap memiliki lendir di saluran pernapasan.


Hanya saja kita tidak terlalu memerhatikannya dan biasanya hanya menelannya. Lendir dalam jumlah yang lebih banyak, kental dan berwarna lebih gelap, bisa menjadi pertanda Anda mengalami alergi. Ketika Anda terinfeksi kuman, lendir akan berwarna jernih dan akan berubah warna sejalan dengan semakin berkembanya infeksi.


Mula-mula, warnanya akan memutih dan mengental, sebagai tanda bahwa jaringan di hidung Anda membengkak dan meradang. Kemudian berwarna kuning atau hijau menunjukkan bahwa sistem kekebalan tubuh Anda sedang bertempur dan telah merekrut sel-sel darah putih lebih banyak untuk melawan kuman penyakit.


Sel-sel darah putih ini mengandung enzim yang mengubah warna lendir. Jika hidung Anda tersumbat, karena lendir berwarna kuning atau hijau selama beberapa hari, mungkin artinya Anda hanya menderita flu (artinya Anda terinfeksi virus). Biasanya, lendir ini akan bertahan selama 10 sampai 14 hari.


Banyak istirahat, minum air putih hangat dan minum obat jenis dekongestan, akan membantu meredakan gejala flu. Jika dalam dua minggu gejala itu tidak juga hilang bahkan Anda mendapat gejala tambahan seperti demam atau mual, Anda mungkin menderita sinusitis bakteri atau pneumonia.


Pergilah berobat ke dokter. Biasanya dokter akan meresepkan antibiotik untuk mempercepat kesehatan Anda, agar kembali pulih seperti sedia kala.