Berita Kesehatan
Ternyata Siwak Diakui Dapat Menjaga Kesehatan Gigi di Berbagai Negara
Senin, 28 Mei 2018 10:40:21

Sebagian umat Muslim mengikuti ajaran Nabi Muhammad SAW dalam menjaga kebersihan gigi, yaitu dengan menggunakan siwak. Siwak ialah salah satu bahan alami yang telah lama dipercaya dapat mengatasi masalah mulut dan gigi. Diketahui, tanaman dengan batang bengkok berbau khas ini efektif dalam menghilangkan endapan plak dan menjaga kebersihan mulut. Geng Sehat mau tahu lebih jauh tentang siwak, dan mengapa dipilih sebagai bahan campuran pada pasta gigi? Berikut penjelasannya.


Apa itu siwak?


Siwak berasal dari tanaman yang disebut Salvadore persica, yang tumbuh di sekitar Mekah dan Timur Tengah. Beberapa hadis menyebutkan manfaat siwak dalam menjaga kebersihan mulut. Oleh karena itu, siwak telah digunakan secara luas di kalangan umat Islam, mengikuti apa yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW. Hingga kini, siwak sangat dianjurkan dalam program kesehatan gigi preventif di negara-negara muslim.


Kandungan zat aktif pada siwak


Dokter gigi Nada Ismah, Dosen Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Indonesia, menjelaskan, penggunaan siwak sejak zaman dahulu memiliki alasan yang tepat. Di dalam siwak, terdapat 19 zat alami berupa fluor, sulfur, antiseptik astringent, klorin, berbagai minyak esensial, dan lain-lain. Bahan aktif ini sangat bermanfaat untuk menjaga kesehatan gigi dan mencegah berbagai masalah gigi serta mulut, jelas drg. Nada Ismah, Sp.Ort,. Bahkan, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah merekomendasikan siwak sebagai alat pembersih gigi dan mulut yang alami.


Cara menggunakan siwak


"Siwak telah digunakan sebagai tradisi turun-temurun di banyak negara. Mengunyah siwak di Jepang dikenal dengan koyoji, gesam bila di Hebrew, gisa di Aramaic, dan mastic di negara-negara lain. Ini membuktikan bahwa kayu siwak aman digunakan" tambah drg. Nada.


Penelitian menyebutkan, siwak mengandung sejumlah senyawa yang bermanfaat untuk gigi, di antaranya:


  • Antiseptik alami yang membunuh mikroorganisme berbahaya di mulut.
  • Asam cokelat yang melindungi gusi dari penyakit, serta mencegah gigi berlubang, berwarna, dan membusuk.
  • Minyak aromatik yang meningkatkan air liur.  

"Karenanya, siwak juga sangat baik digunakan saat memasuki bulan puasa. Pasalnya, tidak adanya aktivitas mengunyah selama 12 jam lebih. Air liurpun jadi berkurang" ujarnya lagi.


Bagian dari siwak yang digunakan untuk membersihkan gigi adalah akar, tangkai, atau ranting pohonnya. Sebelum digunakan, ranting kayu siwak yang sudah dipotong kira-kita sepanjang sikat gigi perlu direndam atau dibasahi dulu dengan air. Tujuannya agar kayu tidak keras dan melukai gusi. Air rendaman siwak juga bisa digunakan untuk berkumur.


Setelah itu, kulit siwak dihilangkan di bagian ujung, sekitar 1-2 cm. Bagian yang kulitnya sudah terkelupas bisa dikunyah sampai berjumbai, sampai seperti kuas. Kuas inilah yang digunakan untuk menyikat gigi dan membersihkan lidah.


Sayangnya, masyarakat modern kini tidak lagi menggunakan siwak. Ketidakpraktisan serta kesulitan memperoleh siwak menjadi alasannya. “Kini, kayu siwak bisa diubah menjadi bubuk atau pasta pendamping pembersih gigi,” jelas drg. Nada.


Saat ini, sudah banyak pasta gigi yang menggunakan ekstrak kayu siwak. Namun, akan lebih baik jika menggunakan pasta gigi yang mengandung serpihan siwak asli.