Berita Kesehatan
Apa itu Radang Pita Suara?
Selasa, 05 Jun 2018 17:26:11

Ketika suara kita mendadak serak ataupun hilang besar kemungkinan kita mengalami radang pita suara. Nah apa saja penyebabnya? Dan bagaimana penanganannya?


Radang pita suara atau yang dalam bahasa medis dikenal dengan laringitis merupakan sebuah inflamasi (pembengkakan) pada laring (pita suara) dan sekitarnya. Dalam kondisi normal Ketika udara melewatinya, pita suara akan bergetar untuk menghasilkan bunyi. Lidah, bibir dan gigi mengubahnya menjadi kata-kata. Jika area tersebut bengkak dan teriritasi, suara akan menjadi serak, pelan atau bahkan hilang sama sekali.


Radang pita suara dapat berlangsung dalam waktu singkat (akut) ataupun lama (kronis). Suara serak yang terjadi terus menerus dapat menandakan gejala penyakit tertentu.


Tanda dan Gejala Radang Pita Suara

Pada umumnya gejala radang pita suara dapat berkurang dalam beberapa minggu. Berikut tanda dan gejala yang terjadi :

1. Merasa nyeri pada leher bagian depan

2. Mengalami peningkatan suhu tubuh (demam)

3. Suara serak.

4. Suara lemah atau kehilangan suara.

5. Rasa gatal dan kasar pada tenggorokan.

6. Sakit tenggorokan.

7. Tenggorokan terasa kering.

8. Batuk kering.


Penyebab Radang Pita Suara

1. Radang pita suara akut

Penyebab terjadinya radang pita suara akut adalah :

- Infeksi oleh virus seperti yang menyebabkan pilek.

- Ketegangan pita suara yang disebabkan karena berteriak.

- Infeksi bakteri seperti difteri.

2. Radang pita suara kronis

Peradangan pita suara kronis yang berlangsung lebih dari tiga minggu disebut dengan radang pita suara kronis. Biasanya disebabkan oleh paparan iritasi dari waktu ke waktu. Radang pita suara kronis dapat menyebabkan ketegangan pada pita suara, cedera pada pita suara, dan terbentuknya polip. Penyebab terjadinya iritasi pada pita suara karena :

- Terjadi infeksi

- Alergi

- Peningkatan asam lambung

- Memiliki riwayat penyakit sinusitis kronis

- Mengkonsumsi alkohol secara berlebihan

- Kebiasaan atau kegiatan sehari-hari mengharuskan untuk berteriak seperti penyanyi atau penari.

- Merokok

- Menggunakan obat-obatan seperti inhaler yang mengandung steroid, obat golongan antihistamin, dan penggunaan obat untuk tekanan darah tinggi.

Faktor Resiko Radang Pita Suara

Beberapa faktor yang dapat meningkatkan resiko terjadinya peradangan pita suara:

- Mengalami infeksi pernafasan seperti pilek, bronkitis, sinusitis.

- Terpapar oleh zat yang dapat mengiritasi seperti merokok, mengkonsumsi alkohol secara berlebihan, peningkatan asam lambung.

- Kegiatan sehari-sehari memberatkan kerja pita suara, seperti yang dilakukan oleh penyanyi.

Kapan Harus ke Dokter?

Berkonsultasilah kepada dokter atau segeralah ke rumah sakit apabila terjadi kondisi seperti berikut:

- Mengalami masalah pada pernafasan.

- Batuk yang mengeluarkan darah.

- Mengalami demam dalam waktu yang lama.

- Terjadi peningkatan rasa nyeri.

- Mengalami pembengkakan.

Berkonsultasilah kepada dokter atau segeralah ke rumah sakit apabila pada anak-anak terjadi kondisi seperti berikut :

- Ketika bernafas mengeluarkan suara.

- Mengalami kesulitan menelan.

- Mengalami kesulitan bernafas.

- Mengalami demam lebih dari 380C.

Penanganan Radang Pita Suara

Radang pita suara akut pada umumnya dapat membaik dalam seminggu atau lebih tanpa terapi pengobatan. Pengobatan radang pita suara dilakukan untuk yang kronis dan disesuaikan dengan penyebabnya, seperti merokok atau penggunaan alkohol. Berkonsultasilah dengan dokter untuk mendapatkan terapi pengobatan seperti:

- Penggunaan antibiotik jika penyebabnya adalah infeksi bakteri.

- Penggunaan obat golongan kortikosteroid untuk mengurangi terjadinya inflamasi atau pembengkakan.

Penanganan sendiri dapat dilakukan untuk terapi radang suara akut seperti :

- Lembabkan tenggorokan dengan menghisap permen keras. Atau mengunyah permen karet.

- Berkumur dengan cairan antiseptik.

- Jangan merokok dan sedapat mungkin hindari tempat dimana ada perokok karena merokok dapat mengeringkan tenggorokan dan iritasi pita suara.

- Minum air 6 – 8 gelas sehari

- Batasi minuman yang mengandung kafein atau alcohol karena dapat mengeringkan tenggorokan.

- Makan makanan yang lembut, misal: bubur, sup ayam hangat.

- Bicara perlahan, tetapi jangan berbisik. Berbisik memberikan lebih banyak tegangan pada pita suara dibandingkan berbicara biasa. Bila perlu, istirahatkan pita suara , jangan berbicara selama 1 – 2 hari. Gunakan memo, sms, bbm atau email sebagai pengganti bicara.

Berkonsultasi dengan Apoteker untuk mendapatkan terapi obat untuk meredakan nyeri.