Berita Kesehatan
6 Kebiasaan Sehari-hari yang Menyebabkan Gigi Rusak
Senin, 16 Jul 2018 10:26:32

Gigi keropos, patah dan gigi berlubang adalah beberapa masalah gigi yang bisa dialami anak-anak maupun dewasa. Kerusakan ini tidak hanya disebabkan oleh pemicu utama berupa bakteri, tapi juga kebiasaan sehari-hari yang menyebabkan gigi rusak.


Beragam kebiasaan yang perlahan merusak gigi mungkin sering lakukan tanpa sadar. Baik saat makan, memilih menu makanan, beraktivitas, atau menyikat gigi. Berikut deretan kebiasaan buruk yang harus kamu hindari.


1. Sering Mengonsumsi Makanan dan Minuman Perusak Gigi


Beberapa jenis makanan dan minuman yang dikonsumsi secara berlebihan dapat menjadi penyebab rusaknya gigi.


Jenis makanan dan minuman ini akan tersisa di dalam mulut dan menyebabkan pembentukan plak yang mengandung bakteri. Berikut di antaranya:


Makanan manis


Gula telah lama menjadi musuh nomor satu gigi. Setelah kamu mengonsumsi makanan manis, gula yang tersisa di dalam mulut akan menjadi sumber makanan bagi bakteri yang memproduksi asam. Zat asam ini lama-kelamaan akan merusak email (lapisan terluar) gigi sehingga menyebabkan gigi rusak dan berlubang.


Minuman bersoda


Konsumsi soda yang berlebihan dapat mempercepat pembentukan plak. Soda menyebabkan plak lebih bersifat asam bagi email gigi dan dapat memicu kerusakan gigi. Selain itu, soda juga dapat membuat mulutmu lebih kering dan meninggalkan noda pada gigi.


Permen masam


Dibandingkan permen biasa, permen masam cenderung lebih berisiko merusak gigi. Jenis permen ini, khususnya yang memiliki tekstur kenyal, juga akan lebih lama menempel di gigi sehingga konsumsinya secara berlebihan dapat memengaruhi kesehatan gigi.


Roti dari gandum rafinasi


Setelah mengonsumsi roti, sisa-sisa roti yang berukuran kecil akan terjebak di celah antar gigi. Enzim yang terdapat dalam air liur kemudian memecah kandungan pati di dalam roti menjadi gula. Akibatnya, gigi pun menjadi rusak.


2. Membuka Bungkus atau Tutup Kemasan Menggunakan Gigi


Kebiasaan membuka tutup botol, melepas label pakaian, membuka kemasan plastik, dan semacamnya yang mungkin pernah kamu lakukan tanpa sadar dapat menjadi penyebab gigi rusak.


Gigi hanya memiliki tiga kegunaan, yaitu untuk mengunyah, membantumu bicara, dan membuat kamu tampak menawan ketika tersenyum. Gigimu bukanlah alat, jadi jika kamu sering melakukan kebiasaan ini, maka sebaiknya mulai hentikan segera. Semua agar kerusakan pada gigi tidak menjadi semakin parah.


3. Mengunyah Es Batu


Salah jika kamu beranggapan bahwa es batu hanyalah air yang membeku dan mengunyahnya tidak akan menyebabkan kerusakan. Tekstur es batu yang keras justru dapat menyebabkan kerusakan dan retakan pada gigi.


Tidak hanya itu, potongan es batu yang tajam juga dapat menyebabkan iritasi pada gusi dan jaringan lain di dalam mulut. Jika abai, kamu bisa mengalami sakit gigi. Jadi, sekarang cobalah mengganti es batu yang biasa kamu kunyah dengan permen karet tanpa gula.


4. Menggigit Objek Tertentu


Beberapa orang memiliki kebiasaan menggigit objek tertentu seperti pulpen, pensil, kacamata, sedotan, dan sebagainya. Seperti halnya mengunyah es batu, kebiasaan mengigit objek selain makanan dapat memberikan tekanan pada gigi dan membuat bagian tubuh ini menjadi tergeser atau retak.


Kamu bisa menghilangkan kebiasaan ini dengan mengunyah permen karet tanpa gula. Kebiasaan ini mampu memicu produksi saliva yang membuat gigi lebih kuat dan melindungi gigi dari zat asam penyebab kerusakan email gigi.


5. Merokok


Rokok dan produk tembakau lainnya dapat menyebabkan kerusakan pada tulang dan jaringan lunak di sekitar gigi. Zat yang terkandung di dalam rokok mengganggu fungsi normal sel-sel di dalam gusi sehingga rentan terhadap infeksi dan lebih berisiko terserang penyakit gusi.


Selain itu, tembakau juga dapat menyebabkan gangguan kesehatan pada mulut, seperti:


  • Perubahan warna gigi
  • Meningkatnya pembentukan plak di gigi
  • Bau mulut
  • Meningkatnya risiko penyakit gusi
  • Peradangan pada kelenjar ludah di langit-langit mulut
  • Meningkatnya pengikisan tulang rahang
  • Meningkatnya risiko leukoplakia (bercak putih di dalam mulut)
  • Memperlambat proses pemulihan setelah cabut gigi, perawatan mulut, atau operasi mulut
  • Menurunkan risiko keberhasilan prosedur implan gigi
  • Meningkatkan risiko kanker mulut

6. Menyikat Gigi dengan Cara yang Salah


Menyikat gigi memang penting sebagai upaya menjaga kebersihan mulut. Akan tetapi, cara menyikat gigi yang salah justru bisa membuat gigi rusak. Beberapa kesalahan yang umum dilakukan saat menyikat gigi di antaranya:


  • Menyikat gigi terlalu keras
  • Menyikat gigi terlalu cepat
  • Menyikat gigi dengan arah ke depan dan ke belakang, di mana lebih disarankan menyikatnya dari gusi ke arah atas dan bawah
  • Tidak menyikat bagian pertemuan gigi dan gusi
  • Tidak menyikat gigi secara menyeluruh
  • Langsung menyikat gigi sehabis makan, sebaiknya tunggulah sekitar 15 menit untuk memberi waktu bagi air liur menetralkan asam yang ditinggalkan makanan.
  • Tidak mengganti sikat gigi secara rutin
  • Memilih sikat gigi yang salah, dengan bulu terlalu kasar misalnya

Di antara berbagai kebiasaan tersebut, adakah kebiasaan yang sering kamu lakukan sehari-hari? Jika ya, maka sekaranglah saatnya menghentikan kebiasaan tersebut untuk menghindari terjadinya gigi rusak.


Dengan menghindari kebiasaan-kebiasaan buruk tersebut, gigimu akan selalu terlindung dari kerusakan. Bahkan menurunkan risiko kerusakan gigi permanen yang menimbulkan ketidaknyamanan hingga membahayakan organ tubuh yang lain.