Berita Kesehatan
Benarkah Soda Susu Bisa Membersihkan Paru-Paru?
Sabtu, 21 Jul 2018 15:07:21

Minuman soda adalah salah satu minuman yang cukup mudah ditemui mulai dari warung pinggir jalan hingga restoran-restoran mewah. Di Indonesia, salah satu cara mengonsumsi minuman soda yang cukup populer ialah mencampurnya dengan susu kental manis.


Minuman yang kemudian disebut soda gembira ini biasanya juga dicampur dengan pemanis lain seperti sirop. Meski terlihat seperti minuman manis lainnya, mitos mengenai manfaat soda susu yang hingga kini masih dipercaya sebagian masyarakat adalah mampu membersihkan paru-paru, khususnya para perokok.


Lantas, apakah mitos mengenai manfaat soda susu untuk paru paru perokok benar adanya? Jawabannya adalah tidak.


Menurut pakar kesehatan, mitos manfaat soda susu sendiri diyakini mulai menyebar di kalangan para perokok. Menurut pakar kesehatan manfaat soda susu bisa membersihkan paru-paru adalah sesuatu yang salah kaprah dan sama sekali tidak benar.


Jika Anda diberitahu cara membersihkan paru paru dari asap rokok dengan soda bisa memengaruhi hasil rontgen, sepertinya hal itu adalah sesuatu yang tidak harus Anda percaya.


Meminum soda susu tidak akan berhubungan dengan pembersihan paru-paru dan tetap saja kandungan nikotin dan zat racun lain dari rokok akan tetap membahayakan kesehatan tubuh. Soda susu soda sama sekali tidak akan berfungsi layaknya deterjen bagi tubuh manusia.


Secara logika, bagaimana mungkin sebuah minuman bisa memenuhi paru-paru untuk membersihkan berbagai macam kotoran dan kemudian keluar lagi dari paru-paru tanpa adanya gangguan kesehatan, khususnya dalam hal proses pernapasan.


Oleh karena itu, melihat adanya fakta bahwa tidak ada manfaat soda susu, para perokok tampaknya harus mencari solusi lain untuk menjaga kesehatan paru parunya. Bahkan, konsumsi soda susu ini diduga bisa memicu munculnya banyak lendir pada tenggorokan di mana hal ini akan membuat tubuh menjadi tidak nyaman.


Merokok adalah salah satu aktivitas yang membahayakan bagi kesehatan tubuh karena bisa memberikan dampak buruk seperti penyakit jantung, otak, ginjal, masalah pencernaan hingga masalah tulang.