Berita Kesehatan
Dampak Lain Konsumsi Miras, Merusak Kesehatan Gigi dan Mulut
Rabu, 25 Jul 2018 15:57:26

Memiliki kebiasaan minum alkohol dapat meningkatkan berbagai risiko penyakit kronis, terutama penyakit hati. Oleh sebab itu, jika Anda ingin menerapkan prinsip hidup sehat sebaiknya batasi minum minuman jenis ini. Selain dapat merusak hati, penelitian menunjukkan bahwa alkohol juga memberikan dampak buruk pada kesehatan gigi dan mulut.


Penasaran bagaimana alkohol dapat memengaruhi kesehatan gigi dan mulut Anda? Simak penjelasannya berikut ini.


Minum alkohol dapat mengganggu keseimbangan bakteri baik di dalam mulut


Dilansir dari NBC News, para ahli New York University mengadakan survei kesehatan mulut pada 270 orang yang memiliki kebiasaan minum minuman beralkohol, baik itu peminum berat maupun sedang.


Hasilnya menunjukkan bahwa peminum sedang atau berat bisa terkena penyakit kronis di kemudian hari. Berbagai jenis penyakit tersebut adalah kanker, penyakit jantung, dan penyakit hati. Bukan hanya itu saja, mereka juga berisiko ompong dan terkena penyakit gusi.


Jiyoung Ahn, seorang ahli epidemiologi yang berpartisipasi dalam penelitian tersebut berpendapat bahwa minuman beralkohol memberikan efek buruk pada mikrobioma di mulut.


Mikrobioma adalah kumpulan mikroorganisme seperti bakteri, jamur, dan virus yang hidup di dalam tubuh manusia. Tidak semua mikroorganisme itu buruk. Ada beberapa di antaranya yang dibutuhkan oleh tubuh untuk membantu mencerna makanan dan melindungi tubuh dari berbagai penyakit. Jadi, mikroorganisme inilah yang dikenal dengan mikrobioma bakteri baik.


Kemudian, dikutip dari Healthline, Dr. Harold Katz, seorang dokter gigi di California sekaligus ahli bakteriologi di UCLA School of Dentistry menjelaskan kaitan antara alkohol dengan keseimbangan bakteri yang ada di mulut. Di dalam mulut manusia, terdapat miliaran bakteri, baik itu yang bermanfaat maupun yang menyebabkan kerusakan gigi, penyakit gusi, plak, dan bau mulut.


Bakteri baik di mulut ―salah satunya Lactobacillales― bekerja secara terus menerus dalam memproduksi protein yang bisa menekan pertumbuhan bakteri jahat. Sayangnya, ketika seseorang mengonsumsi alkohol, akan ada reaksi yang bisa melemahkan pertahanan bakteri baik sehingga keseimbangan bakteri baik di dalam mulut bisa terganggu.


Lalu apa yang akan terjadi?


Semakin sering minuman alkohol dikonsumsi, jumlah Lactobacillales akan semakin sedikit. Sebagai gantinya, berbagai jenis bakteri jahat seperti Actinomyces, Leptotrichia, Cardiobacterium, dan Neisseria menjadi lebih banyak. Kondisi ini dapat menyebabkan berbagai masalah pada mulut dan gigi.


Efek minum alkohol yang paling ringan adalah mulut kering dan bau mulut. Bakteri baik ikut berperan penting pada air liur. Selain menjaga kelembapan mulut, bakteri yang ada pada air liur juga mencegah bakteri jahat menghasilkan sulfur anaerobik -yaitu zat yang menyebabkan bau mulut.


Bakteri yang ada pada air liur juga berperan dalam menjaga tingkat keasaman pada mulut dan menyalurkan mineral penting agar gigi dan gusi tetap sehat. Jika jumlah bakteri baik ini berkurang, maka gusi menjadi rentan mengalami masalah dan gigi akan menjadi lebih mudah goyah dan copot.


Namun, setiap tingkat reaksi bakteri di mulut berbeda-beda. Ini tergantung jenis minuman beralkohol yang diminum. Masalah pada mulut dan gigi akan semakin berisiko bila Anda juga kurang menjaga kesehatan mulut dengan baik.


Ketidakseimbangan bakteri juga bisa menyebabkan kondisi yang lebih parah bila tidak segera diatasi atau dicegah. Gigi berlubang dan gusi berdarah menyebabkan adanya luka terbuka yang memungkinkan bakteri jahat memasuki aliran darah. Ini bisa meningkatkan risiko seragan jantung, stroke, disfungsi ereksi (impotensi), dan bahkan bayi lahir dengan berat rendah karena racun dari bakteri bisa melewati plasenta.


Untuk mencegah terjadinya hal tersebut, sebaiknya Anda mulai mengurangi konsumsi minuman beralkohol. Selain itu, hindari penggunaan obat kumur yang mengandung alkohol. Rutin membersihkan gigi dan melakukan pemeriksaan gigi dan gusi ke dokter. Anda dapat menjaga keseimbangan bakteri baik di mulut dengan mengonsumsi makanan yang mengandung probiotik seperti yogurt atau kefir.