Berita Kesehatan
Jenis-Jenis Gangguan Pendengaran
Selasa, 21 Ags 2018 10:32:19

Mengalami gangguan pendengaran adalah hal yang sangat tidak menyenangkan. Hal ini bisa terjadi pada siapapun baik secara tiba-tiba maupun secara perlahan, tergantung dari faktor penyebabnya. Secara umum, terdapat dua jenis gangguan pendengaran yakni gangguan pendengaran konduktif dan gangguan pendengaran sensorineural.


Selain itu, ada juga gangguan pendengaran campuran yang merupakan gabungan dari gangguan pendengaran konduktif dan senorineural. Berikut ini adalah jenis-jenis gangguan pendengaran berdasarkan faktor penyebabnya.


1. Gangguan Pendengaran Konduktif

Gangguan pendengaran konduktif atau yang biasa disebut dengan tuli konduktif adalah gangguan pendengaran yang disebabkan oleh adanya masalah pada telinga luar atau telinga bagian dalam yang menghalangi masuknya suara ke bagian dalam telinga. Hal ini bisa terjadi karena beberapa penyebab, diantaranya seperti adanya cairan di dalam telinga, alergi, infeksi telinga, adanya benda asing yang masuk ke dalam telinga, pembengkakan dinding pada saluran tuba eustachius, dan  rusaknya tulang akibat trauma akustik saat mendengar suara yang sangat keras secara tiba-tiba. Masalah-masalah seperti inilah yang dapat menghambat suara untuk masuk ke telinga bagian dalam sehingga membuat organ pendengaran tidak dapat menghantarkan suara sampai ke otak.


Namun dalam beberapa kasus, gangguan pendengaran konduktif ini hanya terjadi dalam jangka waktu tertentu atau tidak permanen. Gangguan pendengaran konduktif dapat disembuhkan melalui pembedahan atau pengobatan khusus, tergantung dari penyebab gangguan pendengarannya. Selain pembedahan dan pengobatan, gangguan pendengaran konduktif juga bisa diatasi dengan menggunakan alat bantu dengar.


2. Gangguan Pendengaran Sensorineural

Gangguan pendengaran sensorineural terjadi ketika sel-sel pada telinga bagian dalam mengalami kerusakan. Kerusakan tersebut terjadi secara alami akibat proses penuaan, cedera,  terlalu sering terpapar  suara bising, infeksi virus atau penyakit seperti tumor, faktor keturunan dalam keluarga, dan trauma yang terjadi dalam kepala. Namun, penyebab utama yang biasa terjadi pada penderita gangguan pendengaran sensorineural adalah karena faktor genetik dan faktor usia. Faktor-faktor ini menyebabkan sel-sel rambut pada telinga bagian dalam rusak atau mati sehingga menyebabkan penderita kehilangan kemampuan mendengar selamanya.


Gejala awal pada gangguan pendengaran ini dapat berupa hilangnya suara pada frekuensi tinggi sehingga sulit mengucapkan huruf-huruf konsonan, dimana hal ini disebabkan karena kesulitan mendengar dan memahami percakapan yang sedang berlangsung.  Untuk tingkat gangguan pendengaran sensorineural sendiri dapat dikategorikan dari ringan, sedang, hingga berat. Penderita yang mengalami gangguan pendengaran sensorineural ringan masih dapat ditangani dengan menggunakan alat bantu dengar.  Sedangkan gangguan pendengaran sensorineural dengan kategori berat dapat di bantu dengan implan koklea.


3. Gangguan pendengaran kombinasi atau campuran

Gangguan pendengaran ini merupakan gangguan pendengaran sensorineural dan gangguan pendengaran konduktif yang terjadi dalam waktu bersamaan. Gangguan pendengaran ini cukup sulit untuk disembuhkan karena adanya masalah pada telinga bagian dalam, kemudian diperburuk dengan adanya kerusakan atau masalah pada telinga bagian luar atau telinga bagian tengah. Meskipun demikian, gangguan pendengaran campuran ini tetap bisa diatasi melalui pengobatan, pembedahan, penggunaan alat bantu dengar, dan implan koklea.