Berita Kesehatan
Tanaman Ini Dapat Sembuhkan Kanker Paru
Selasa, 21 Ags 2018 17:44:13

Kanker paru-paru termasuk  salah satu penyakit kanker yang mematikan, baik itu pada kaum pria ataupun wanita. Apabila dibandingkan dengan penyakit kanker yang lain seperti kanker usus, kanker prostat, dan kanker payudara, jenis penyakit kanker paru ini condong perkembangannya lebih cepat meningkat.


Ilmuan dari Guru Besar Farmasi Universitas Andalas (Unand), Fatma Sri Wahyuni, menemukan bahwa kanker paru bisa diobati dari bahan yang ada di lingkungan sekitar. Salah satunya dengan tanaman pohon kandis yang selama ini hanya diambil buahnya sebagai asam atau bumbu masak.


Dekan dari fakultas farmasi itu menyebut bahwa tanaman atau pohon yang dikenal sebagai asam kandis memiliki senyawa yang mampu mengatasi penyakit kanker paru.


Dalam orasi ilmiah pengukuhannya sebagai guru besar Unand, Fatma membawakan pidato berjudul ‘Potensi Tetrapreniltoluquinon, Senyawa Hasil Isolasi dari Kulit Batang Kandis (Garcinia cowa roxb) sebagai Obat Kanker Paru’, di Convention Hall Unand, Senin (20/8/18).


“Kanker adalah penyebab utama kematian di seluruh dunia. Salah satu yang paling sering didiagnosa adalah paru – paru mencapai 13% dari total kematian akibat kanker,” katanya.


Data Globocan International Agency for Research on Cancer menyebutkan kanker paru paling sering didiagnosis sebagai penyakit kanker yaitu mencapai 1,8 juta atau 13 persen dari total serangan kanker.


Dari persentase itu, kanker payudara memiliki persentase 11,9% atau mencapai 1,7 juta diagnosis di seluruh dunia setiap tahunnya. Serta kolorektum sebanyak 1,4 juta atau 9,7persen.


Kanker paru  juga paling umum menjadi penyebab kematian akibat kanker yang mencapai 19,4 persen dari total kematian. Kemudian disusul hati sebanyak 9,1 persen dan perut sebesar 8,8persen


Berawal dari pemikiran untuk menemukan obat terbaik untuk kanker, maka penelitian alumni doktoral dari University Putra Malaysia ini, akhirnya menemukan bahwa senyawa hasil isolasi kulit batang kandis bisa dijadikan sebagai obat kanker paru.


Dia menyebut selama ini pengobatan kanker dilakukan dengan pengobatan kimia yang memberikan efek samping kepada penderita. Sehingga jelas tidak efektif dalam proses penyembuhan.


“Obat antikanker yang ada sekarang ini selain bekerja pada sel kanker, juga bekerja pada sel – sel normal yang memiliki pertumbuhan cepat. Oleh sebab itu perlu ditemukan obat antikanker yang bekerja selektif terutama dari tanaman,” paparnya.


Sebelumnya, diketahui daun dari asam kandis yang banyak tumbuh di hutan Sumatera ini aktif untuk menghambat pertumbuhan sel kanker payudara.


Di India, misalnya, buah tanaman ini juga telah digunakan sebagai obat disentri, sedangkan kulit batangnya digunakan sebagai antipiretik di Thailand.